8:59 PM

kanvas putih di jari anak anak belandingan (seni soma project)




di mata anak-anak tak ada 7 keajaiban dunia
yang ada 7.000.000 keajaiban dunia.

"nah, sekarang kakak mau tanya, siapa dari kalian yang pernah ke denpasar???" aku mencoba menerka. namun ini diluar dugaanku, semua anak-anak diam, bisu, satupun tak ada yang mengacungkan tangan.
"lho,....."
hatiku menggumam:
"kalian anak-anak Bali?"
"harusnya kalian berhak melihat bali kalian, bukan hanya turis-turis itu......"

oh dear bapak ibu pemerintah, jangan lupakan anak-anakmu ini. pliz......!
(semoga kita masih punya hati. atau sudah dijual kepada orang luar negeri?)

anak-anak belandingan. anak-anak yang tak seberuntung kawan-kawan mereka di kota , namun di balik kesederhanaannya, keterbatasannya, kekurangannya, ada hidup yang sebenar-benarnya. yang jujur. baik dan buruk belum kabur. senyum menyungging. ada harapan besar di balik mata bening mereka walau tak terkatakan.

pagi: pagi sekali, kabut masih enggan pergi, anak-anak berlarian menghambur mengikuti aku kemanapun aku pergi. ya, telah sebulan lebih aku tak datang untuk menemui mereka di belandingan dan barangkali saja kerinduan mereka memuncak. kesibukan akademis, pribadi, sesekali hilang menemukan jalan, membuat kakiku terikat lebih banyak di ubud / denpasar. (namun tenang nak, hati kakak tlah menetap di kemapungmu melingkupimu. kakak ada terus disitu.)

hujan deras mengguyur belandingan pagi-pagi. aku segera berteduh di sekolah. anak-anak mengikuti aku, tampak sebagian dari mereka -yang kebanyakan perempuan- sedang menggendong adik-adik mereka. yang lain tentu sedang di ladang. ada darmawan dan yudayana serta beberapa anak laki-laki lain. beberapa minggu lalu aku berikan mereka 10 kanvas ukuran 40 x 40 cm untuk dilukis, cat akrilik, kuas, dan cangkir teh yang kemarin aku gunakan untuk mencampur warna. menunggu hujan yang tak pasti akan reda, kenapa tak isi waktu saja?

"oya, dar.... kanvas yang kemarin kakak beri itu sudah dilukis belum?"
"sudah kak. ada di rumah saya."
"mmm... kalau begitu boleh kamu ambil. kakak mau lihat"

rumah darmawan tak jauh dari sekolah. dalam hujan ia memayungi dirinya dengan daun pisang, dan kembali dengan kanvas-kanvas lukis itu dalam bungkus plastik.

"lho, kok gak diwarnai?"

(dan inipun yang kembali kepadaku hari ini cuma 7 kanvas saja, yang lainnya entah kemana...)

aku kaget karena ternyata akrilik, cangkir pengaduk cat masih terbungkus rapi dalam kresek putih kecil seperti kemarin, dan kanvas-kanvas itu ternyata hanya dilukis menggunakan pensil. namun tak apa, toh coretan-coretan pensil mereka sunguh cantik. kalau begitu kenapa nggak mewarani bareng saja pagi ini.

ternyata aku baru sadar, mereka tak tahu menggunakan kuas dan cat akrilik. merekapun tak tahu bahwa campuran cat akrilik itu adalah air, bukan minyak. dan mereka memilih untuk tak menggunakannya. pilihan yang tepat.

ada dua lukisan yang paling menarik mataku pagi itu. milik ni wayan seni soma dan komang trisna wangi. hehe... lagi2 perempuan menang. mereka menulis namanya besar-besar di pinggiran kanvas. ternyata mereka tak ada di kerumunan anak-anak pagi itu. wayan tik mendatangi aku dan berniat akan mencarikan mereka berdua ke rumahnya, ketika aku bertanya dimanakah gerangan kedua pemilik lukisan pensil ini. sembari sejenak menunggu hujan reda.

akhirnya mereka berdua datang. wajah-wajah yang sering aku lihat dan aku kenal, namun tak ku sangka mereka pintar melukis. mereka berdua tampak bingung ada apa gerangan aku menyuruh mereka datang ke sekolah. namun ketika mengetahui bahwa hari ini kita akan mewarnai lukisan mereka masing-masing, mereka sumringah. aku bukakan alat-alat lukis, mereka berdua duduk di bangku sekolah yang pagi itu sepi karena masih liburan hari raya.

"sekarang kita mewarnai lukisan kalian berdua ya"
"kakak suka lukisan kalian."
"bagus."

sementara teman-temannya yang lain mengerubungi.

namun berhubung hanya tersedia tiga kuas beda ukuran, maka seni soma yang mendapat giliran pertama untuk mewarnai.

walau akhirnya trisna wangi segera menyusul dan aku tak bisa menghentikan mereka berbagi kuas. ini adalah pelajaran paling mendasar, cara memegang kuas, mencampur warna, mengolesi cat, memilih warna yang disukai untuk digunakan menggambar gunung, ayam, dll.

dan setelahnya mereka terbang dalam goresan-goresan kuas, warna dan imaji. seni soma lebih menyukai warna pastel sementara trisna wangi lebih suka yang kontras.

hingga akhirnya mendekat senja aku di sekolah, seni soma menemukan sesuatu yang baru dalam kanvasnya (sebenarnya kami berdua yang menemukannya) dalam ikan-ikan teri yang memencar sesuka hatinya memenuhi kanvas.

untuknya akan aku buatkan project khusus SENI SOMA PROJECT. mau bantu kan? jika kalian ingin terlibat, sangat mudah caranya hanya dengan cara menyumbangkan ia kanvas dan cat akrilik. sebanyak-banyaknya kanvas. sebanyak itu ia akan melukis. dan setelahnya kita akan pamerkan kelak. (BARANGKALI SAJA hehe...) atau mau mengajari mereka melukis???? :)

seni soma, aku baru tahu selain pintar di kelas, ia adalah calon pelukis wanita sangat berbakat dari belandingan - BALI. jika dilihat dengan mata kasat, mereka hanya anak anak gunung, tapi jika dilihat dengan MATA HATI, mereka TALENTA TALENTA TERANG!




sekranjang cinta untukmu pahlawan-pahlawan kecil.


pande
dps
pagi ini

teruslah bermimpi Nak...

kembali ke HOME (halaman depan blog) :)

6:52 AM

Yang Lain, Yang Terlewatkan di Bali.



Membiarkan sekolah ini tak beratap lebih dari 8 bulan?
Aku tak sedang dalam kapasitas menyalahkan siapapun,
kau sudah tahu jawabannya,
aku sedang mempertanyakan ke-BALI-an kita?
Ketakpedulian kita?
Omong kosong kita?
Selama ini.

Akhir pekan kemarin aku pulang ke kampung halaman tercinta di Denbukit, hanya untuk melepas penat dan kerinduan setelah menghabiskan beberapa pekan terakhir dalam kekisruhan skripsi dan ujian sidang yang walaupun aku petik dengan kepuasan di akhir. Setelah melakukan beberapa survey untuk program 1kamera 1000senyum di Belandingan bersama bli Pande dan Richard Piscioneri, aku lanjutkan perjalanan di hari Sabtu itu kearah Singaraja.

Aku pulang. Menghabiskan sore itu dengan mengabadikan keindahan panorama tebing-tebing denbukit yang masih perawan belum terjamah hingar bingarnya pesta pariwisata, walaupun hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat pariwisata Buleleng, Lovina. Entah kenapa aku selalu merasa melankolis dan romantis ketika menghabiskan detik-detik waktuku di sini, di tempat yang kusebut Rumah.

Nyanyian Jangkrink, makan malam, senda gurau,singkong rebus, sungguh menghanyutkan. Sampai pada akhrihya aku mendengar kabar dari pamanku yang seorang wartawan bahwa salah satu sekolah dasar dekat rumahku beberapa bangunanya rubuh, beliau menawariku untuk meliput kesana, sambil mengabadikan beberapa gambar, mungkin ini bisa jadi liputan jurnalistikku yang pertama, walaupun di bantu oleh paman, setidaknya kabar ini bisa ku komersilkan menjadi sebuah berita, itulah hal yang pertama kali terlintas dalam benakku.

Pagi di hari minggu, begitu cerah, kamera, pulpen dan notebook sudah kusiapkan di Tas, akupun pergi menuju SDN 4 kaliasem, salah satu sekolah paling terpencil di salah satu desa pariwisata terkenal di Buleleng. Aku tidak pernah mengharapkan akan menemukan “SDN Belandingan” yang lain di belahan bumi Bali tercinta ini, namun apa yang kujumpai disini benar-benar berhasil meruntuhkan harapanku itu.

Kondisi sebuah bangunan yang kupertanyakan kelayankannya disebut sekolah. Ini hanya 2 buah bangunan, memanjang, yang hanya terdiri dari 6 ruangan, dan 1 kamar mandi, dan bahkan kini separuh dari bangunan itu hancur rubuh entah karena usia, atau cuaca, tidak pernah terpikirkan olehku untuk bisa menerima pengetahuan di tempat yang seperti itu. Sungguh sangat pernah miris melihat mereka belajar di lapangan terbuka.. Entah jika hujan turun atau panas menyengat, masih bisakah mereka menerima pengetahuan?

Aku kagum dengan mereka, para bocah-bocah desa. Aku pernah dengar orang mengatakan, Pendidikan dan pengetahuan bisa menjadi harta yang sangat berharga melebihi apapun. Mampukah mereka mendapatkan pendidikan dan pengetahuan dengan kondisi seperti ini?. Pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir di kepalaku. Kesempatan berbincang-bincang dengan kepala sekolah pun sedikitnya memberitahuku keadaan yang sebenarnya.

"Ruangan-ruangan ini sudah rubuh semenjak Februari lalu dik” kata beliau.

Februari? Berarti sudah 8 bulan anak-anak ini dibiarkan belajar dengan kondisi seperti di pengungsian ini. (setidaknya itu yang saya bayangkan).

“kemarin bapak ke denpasar, untungnya biaya untuk pembangunan sudah disetujui oleh pemerintah, yaah, walaupun sebenarnya secara itung-itungan kurang, mau apa lagi, ya kita kanggoin aja, kita maksimalkan dana yang ada dik, daripada tidak ada sama sekali”.

Ah, sungguh menyedihkan, dimana di satu sisi perencanaan pembangunan gedung wakil rakyat dengan Spa dan Kolam renang bisa di setujui dalam kurun waktu yang relative cepat, kenapa pembangunan fasilitas pembangun generasi depan bangsa harus memerlukan waktu sampai 8 bulan?, ironis sekali memang.

Bincang-bincang saya pun berlanjut, dan sungguh kabar yang tidak mengenakan kembali saya dapatkan. “ anak-anak disini kalo sudah tamat SD tidak melanjutkan ke SMP dik, bahkan 2 tahu terakhir satupun dari lulusan sekolah ini tidak ada yang melanjutkan ke SMP, yahh, sudah bica baca tulis, cukuplah”.

Hhhhh, sungguh, saya tidak tau harus berkomentar apa. Saya jadi membandingkan, bahkan anak-anak di SD Belandingan pun yang di atas gunung ada beberapa yang melanjutkan ke SMP, tapi SD Punggang ini yang notabene hanya berjarak beberapa kilometer dari Kawasan Lovina dengan akses yang bisa dibilang mudah, tidak ada yang melanjutkan sekolah. Saya hanya bisa menghela nafas mendengar kabar itu.

Ide untuk meng”komersil”kan cerita mereka sirna begitu saja. Hal pertama yang terbersit adalah “Anak Alam Distrik Singaraja HARUS SEGERA DIAKTIFKAN”. Setidaknya saya dan kawan kawan anak alam bisa berbuat sesuatu untuk mereka. Tempat yang saya sebut rumah, ternyata memiliki cerita yang sungguh tidak saya prediksi sama sekali.

Kakak tidak janji bisa membangun gedung sekolah yang megah untuk kalian, kakak juga ga janji akan membiayai kalian untuk melanjutkan sekolah kalian ke SMP, tapi setidaknya kakak janji, kakak akan berbuat, dan berusaha, agar kalian bisa tersenyum kembali, belajar di tempat yang layak dan mampu melanjutkan pendidikan kalian...

(sementara tahan senyummu ada, nak!)

Selamat berkarya kawan-kawan anak alam Singaraja. Selamat berkarya anak-anak muda terbaik Indonesia.


teks & pic.: dwi cahya
editor: pande putu setiawan


sekeranjang cinta.


pande & dwi
Komunitas Anak Alam
Sumbangsih kecil untuk negeri secantik Indonesia.












5:43 PM

Testimonial Kawan Anak Alam

"Luar biasa! Taman kecil dg sejuta bunga penuh harapan, berakar dlm cinta... tumbuh dlm kesederhanaan, mekar dlm senyuman, menebarkan pesona keabadian menanti bibit baru menguak dr tanah penuh harapan itu... thx bli pande utk smangat dan inspirasinya..."
-Irenita Indarto

"Makasih jg kak atas kesempatan bt kami untuk mengenal mereka lbh dekat, dan memberi sdikit perhatian pada negeri kcl kita. Semangattt...!"
-Mega Trisna

"Perjalanan terspektakuler dalam hidupku. Kan kukabarkan pada dunia. cerita bapak ini lebih seru daripada bu mus laskar pelangi"
-sms Charnie Meriel ke hp-ku, 15/2/2010

"Siiip markosiip. didi jd bangga kuliah buad jd seorang pendidik!klo libur didi pgn ikut ksana.. wekeke kalo ad acra mohon di info ..... hehe"
-Didi Marsinta Ari

"Bravo, Pande :) wonderfull!Sampaikan salam hangatku untuk anak2mu, ya.. selamat ulang tahun, semoga tumbuh semakin besar.
-Tri Liliana Ulfa 1/2/2010, 10:54pm

"Turut berbahagia, dan dengan rasa bangga dan salut ku ucapkan selamat ulang tahun untuk Komunitas Anak Alam,
I LOVE U :)"
-Renny Pearl

"Seru banget.. tetaplah begitu.. tetaplah membumi.. jadikan dirimu inspirasi untuk kami yang tak sampai di situ..
-Purnama Yanthi

"aku rasaaaaaaaa....negara kita justru akan maju oleh orang2 aneeeeehhhhhhh. lanjutkaaaaaaaaaaaaannnnn!!!!!!!!!"
-Hermawati Wiriadinata

"Letih, lelah...karena esok tak akan kutemui lagi alam surga dan jiwa-jiwa kecil yang bermimpi besar...... eerrggh jakarta.. how i don't want to come"
-Imelda Naomi, 27/01/2010

"...dengan itu kita dapat merangkai bagaimana kita menata anak bangsa ke depannya sehingga semuanya memiliki kesempatan yang sama, sekalipun mereka berada di penjuru yang paling pelosok di negeri ini."
-I Nyoman Arus, guru SDN 2 Songan

"terharu & salut membaca usaha yang dilakukan untuk memajukan pendidikan anak-anak kita di Br Alengkong."
-Ni Made Sri Andani

"NUN....JAUH DISANA""""Terharuuu!!!!"
-Pande Ayu Wijayanti

"mudah2an dengan adana kelas jauh ini, ada bapak prof. pujawan berikutnya, oya dulu guru besar termuda ITS sekarang SDna kan disini!!!!"
-Putu Celagi

"mmm, if i could...it would be a honour 4 me...if i could make another unforgetable moment 4 u n another kids in belandingan..i hope so..just wait n keep in faith..:)"
i love u kids..
-Dewi Pande

"Mengesankan!"
-Wahyu Prasetya Gede

"Indah"
-lovegreen

"semangat pantang menyerahnya, cita2 dan keikhlasannya patut ditiru..dan satu hal yang paling penting..tetap bersyukur dalam keadaan apapun.:)"
-Kirei Trisna

"Pande...kamu emang sajuta satu dari manusia...teruslah berbuat untuk membahagiakan orang lain...karena itu indah.."
-Julie Suryati Simanjuntak

"Hidup Anak Alam! Semangat terus ya... Jangan pernah berhenti bermimpi...you can be whatever you wanna be...
teruslah berjuang....salam."
-Miria Mulia

"harapan demi harapan pasti akan tergapai dengan merangkak, berjalan, berlari"
-Yongky Adi

"Semua untuk kita karena mereka adalah senyum kita..."
-I gde Ngurah Yudi Saputra

"mmmmmmm...walaupun terpencil tapi hati mereka tidak kecil dengan penuh semangat ingin maju...semoga pahlawan tanpa tanda jasa lahir" dan lahir tuk melahirkan anak" bangsa yang cerdas.....
-waduk Segara

"hari yang tak kan pernah terlupakan seumur hidup..hal kecil, tempat yang tak tercatat dalam peta (kata kak putu), namun telah menunjukan keindahan tak terhingga. masih q berharap, waktu berhenti. dan aq masih bs memandang senyum" polos mereka.. banyak yang q pelajari, dan aq makin mencintai alam n anak" seperti aku sangat cinta pada sahabat" terbaiku. Terimakasih kak putu, telah mengajarkan kami ttg kehidupan...i already miss this place..."
-Dian Sukma Dewi

"kenangan malam pengantin yg nggak bakalan pernah aq lupain,,,,,,,,,next time mdhn KMFH bisa gbung lg ma komunitas anak alam d event berikutna.......
-Dwi Tusidhi

"untuk pertama kalinya, malam taon baru yang merupakan hari mabuk sedunia, aku rayakan tanpa alkohol.....saloet bwt komunitas anak alam.."
-Sunu Graha
9:47 PM

anak alam dan sang putri (terimakasih kak Ayu Diandra Sari)


"seorang wanita cantik hanyalah kecelakan alamiah penciptaan saja,
namun seorang wanita tua cantik adalah karya seni."

-louis nizer


teruslah, teruslah bermimpi nak. yakinlah peri itu kelak akan datang untukmu. bermimpilah, terus, karena dalam mimpimu ada senyuman kami. tuh kan, jika waktunya tiba, ia akan tiba. ibu peri datang.

hari ini adalah hari yang spesial buat anak-anak. pahlawan-pahlawan kecil kita dikunjungi oleh Ayu Diandra Sari runner up putri indonesia 2008 dan puteri bali 2008 bersama kakak-kakak mereka yang lain. mereka semua bergemuruh, tak melewatkan pandangan matanya setitikpun dari wajah dea ketika Dea aku beri kesempatan untuk memperkenalkan diri.

"halo adik-adik....."
"nama kakak, kak Dea."
"jujur tadi kakak pas mau berangkat ke desa kalian ini capek jalan kaki dan naik mobil pickup, namun sekarang kakak merasa sangat senang sekali. melihat wajah-wajah kalian yang begitu bersemangat. melambaikan tangan kepada kakak dari atas wantilan ketika kakak baru datang. kakak sungguh senang."
"izinkan kakak datang lagi ya lain kali..............."

anak-anak menjawab serempak:
"iya kaaaaaaaaaaaaaakk........"
dea larut dalam riang anak-anak.

hari ini kami berhasil 'mengerjai' Dea, aku memintanya untuk bernyanyi di depan anak-anak alam di wantilan desa belandingan. anak-anak request lagu keong racun, namun akhirnya Dea memilih untuk menyanyikan lagu puteri cening ayu. betul berarti kata bu muryati soedibyo: beauty, brain, behavior. setidaknya ia masih mencintai budayanya sendiri. "keong racun bukan lagu untuk anak-anak" tegasnya.

perjalanan denpasar - songan dengan mobil all new jazz putih untuk siapa saja pasti menyenangkan. namun bukan itu inti dari perjalanan Dea hari ini. bukan di mobil ber-AC, dengerin musik, bercanda dengan teman-teman. namun ketika kali ini harus mendaki jalan di bubung dengan mobil pickup ia sedang memulai petualangan yang sebenar-benarnya. ujian keberanian sisi kemanusiaan kita.

Dea datang ditemani kawankawan anak alam Fak Kedokteran Universitas Udayana, cok devi, wistya, arim, dath, eko, yang ingin bergabung dalam pembagian beasiswa bulanan kami kepada anak-anak. kebetulan juga dari dulu sebenarnya Dea berkeinginan bertemu langsung dengan anak-anak namun baru kali ini mimpinya terwujud.

Dea berkesempatan membagikan beasiswa itu kepada anak-anak satu per satu kemudian disusul oleh teman-temannya membagikan pakaian bekas yang beberapa bulan ini kami kumpulkan dari kawan-kawan anak alam termasuk tiket movie screening kemarin lalu di toga mas. di sela-sela pembagian sumbangan, Dea menyempatkan diri mengirim fotonya bersama anak-anak lewat blackberry dan ia berbisik kepadaku, "bli, saya ingin membantu lebih banyak lagi, mencarikan sponsor."

"tx for anticipating your support dea.......". kebetulan juga pameran fotografi kami kami rencanakan akan diadakan di danes art veranda dan Dea adalah teman dari bu melati istri pemilik danes art veranda maka jadilah kontribusi dea bertambah lagi. membawakan proposal pameran ke bu melati. "once again another thanks...."

bonus untuk dea hari ini adalah, berjalan kaki lagi, mendaki bubung batu barak seperti biasa setelah pembagian sumbangan selesai. sayang hari itu kabut tebal menyelimuti sisi timur bubung, namun keceriaan kami tak pudar. tentu juga untuk Dea. apalagi anak-anak alam.

ketika petang segera menjelang, dan akhirnya kini aku sendiri yang harus menjadi sopir pickup itu berhubung sopirnya sedang main volly, maka petualangan ini akan dituntaskan dengan tibanya mobil ini dengan selamat di basecamp, menuruni jalanan terjal. Dea barangkali di belakang berucap doa sangat panjang agar sopir baru ini menjalankan tuganya dengan baik, namun sebagai petualang sejati, menyopiri pickup turun gunung belumlah tantangan yang memberatkan.

aku dengar Dea nangis tadi di jalan, takut jalan turunan, namun setelah dikonfiormasi ulang, ia bilang lelahnya terbalaskan oleh wajah-wajah lucu anak-anak. hup hah......

"kak, kami menunggu kak Dea datang lagi....."
"jangan lupa mahkota putri dan tongkat ibu peri....."

terimaksih tak terperi kak.

salam anak alam,
salam anak indonesia

pande
kawan-kawan anak alam
anak-anak alam
dps, siang ini.

9:54 AM

MOVIE SCREENING (PEMUTARAN FILM) ANAK ALAM. "NYANYI SUNYI BALI" 28 agustus 2010. pkl. 3 sore.


EVERYONE ARE INVITED!


apa yang anda lihat di permukaan itu bukan bali.

bali bukan glamour pariwisatanya. hiburan malamnya. macetnya. ter-BALI-k!

BALI sebenar-benarnya ada di sesuatu yang tak tampak,

di gending pipit yang terbang bebas

di suara padi tertiup angin di sawah

di hati orang-orang BALI yang bening.


barangkali ini adalah kesempatan TERBAIK kalian semua mengenal anak alam lebih jauh, lebih dalam, tentu lebih dekat. Nyanyi Sunyi Bali tajuk yang kami beri untuk helatan sederhana -namun bagi kami sangat besar artinya ini- karena ini waktunya kesunyian-kesunyian itu bernyanyi. kata-kata yang tak terdengar itu berteriak. (semoga kuping dan hati kalian masih peka....???)

FILM telah menjadi salah satu media terbaik, apa pasal: pertama ia bergerak. yang kedua ia adalah visual yang bisa dicerna oleh semua indera yang kalian miliki termasuk indera keenam: HATI.

MOVIE SCREENING (PEMUTARAN FILM ANAK ALAM)

"nyanyi sunyi bali"

TOGA MAS, Jl. HAYAM WURUK 175 DENPASAR

SABTU, Pkl. 3 sore - 6 sore.

undangan ini kami tulis hitam putih, bahwasanya ingatkah kalian: BINTANG PALING TERANG AKAN BERSINAR DARI LANGIT PALING GELAP. waktunya kita saksikan bintang-bintang kita lebih dekat. sejarak tempat anda duduk dengan layar. namun percayalah, film-film yang kalian nanti akan tonton semuanya full color tentu dengan teknologi pengeditan dari yang paling kini hingga yang paling jadul. ya jadul... (hanya itu yg gw bisa...)

namun itulah kita. bukannya itu kita? teknis nomer sekian, namun passion, kepekaan, cinta adalah hal utama. semua karya ini ada karena itu semua. dan semua karya ini adalah sumbangsih kami untuk hal-hal yang tak tampak itu. hal-hal yang bisu itu. agar ia terlihat. agar ia berbicara. syukur-syukur kalian lihat. syukur-syukur kalian dengar...

  • EMPAT MENTARI BELANDINGAN, empat gadis kecil yang mengajari kita sari buku the secret.
  • 1000 CITA-CITA, untuk 1000 kemungkinan. setidaknya langkah pertama dari sebuah perjalanan panjang tlah berani kalian ambil nak!
  • I'M NOT A HERO! bumi tak butuh pahlawan, hnya pecinta. bukannya kita semua punya?
  • KARMA, hariku adalah karya. karyaku adalah karma.
  • MIMPI DARI BALIK BUKIT, bagaimana mungkin kau mendengar desah angin di balik bukit, jika telingamu tuli oleh gemuruh kota?
  • BINTANG PALING TERANG, dalam keterbatasan ada sisi-sisi ketakterbatasan. ia adalah prestasi.
  • SERENADE KAMPUNG HALAMAN, sebuah surga yang lain. sebuah rumah yang lain.
  • MENTARI YANG SAMA, memberi hangat yang berbeda!
  • dll (sekitar 15 FILM / klip pendek)... kuraangg....?????

oya, kalian juga bisa beli 'SIGNATURE' MERCHANDISE ANAK ALAM, PIN, T-SHIRT, tentu juga membawa pulang copy-an masing-masing dari film itu pulang. mau diputerin di rumah lagi untuk saudara, kolega, keluarga, silahkan.......

jangan lupa bawa tiket seperti biasa:

  1. pakaian bekas,
  2. buku bekas,
  3. alat-alat tulis
  4. BERAS.
  5. atau apa saja yang ingin kalian sumbangkan.

atau sekali lagi anda akan bisu!
life is a choice, once again....

hem......... selamat untuk BALI atas generasi-generasi apatismu!
semoga tak segera KARAM!


sekeranjang cinta,
dari kami yang mencintaimu dalam-dalam
untuk BALI.


Pande
27 agustus 2010
pagi hari


http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs422.snc4/46570_1579213277390_1147389928_31675492_2809487_n.jpg

10:19 AM

ART INSTALLATION: "PADI. LILIN. BULAN. BUNDA." 22 Agustus 2010. 6:00 pm. sawah anyelir. PLZ COME WITH SMILES ON!




"Siapa yang lebih memalukan, anak-anak yang takut gelap, atau kita yang takut cahaya???"
~Maurice Freehill

cahaya jiwa yang mana? siapa? aku. kamu. kami. kita? semua adalah lilin-lilin. cahaya. penerang gelap di pinggir kota. bukan merkuri terang di tugu perempatan. ia sepercik api matahari. BUNGA-BUNGA api. menyala. tertiup angin. bertahan. atau mati? namun dikenang. ada padi sumber hidup. baru saja tumbuh. ia masih kecil. mengapung bayangannya di atas air yang mengaliri parit. air bening tempat cahaya bercermin. air bening tempat bebek-bebek mandi dan berenang.

siapa yang lebih memalukan? memiliki lilin tak dihidupkan? atau lilin menyala dan habis tertiup angin? minyak ada untuk dihabiskan dan menyalakan lampu.

ada padi baru tumbuh. panen masih jauh. purnama sudah dekat. apakah aku punya hak untuk merindu? kita? melihat wajah sendiri, melihat hati sendiri, cinta, bercermin pada pantulan cahaya bulan dalam air?

BUNDA bertanya-tanya? apakah anak-anaknya telah sarapan tadi pagi? sudah mandi? tumbuh? mencinta? apa adanya. hingga kelak pohon padi masing-masing berbuah, matang, dan merunduk. menghidupi. memberi. KEKAL!

maka jika malam ini GELAP. siapa yang takut? anak-anak itu? atau kita yang takut terang? MALAM ini datanglah kawan! pandangi parit padi. cahaya lilin bukan MERKURI di tugu perempatan. ia kecil namun ABADI. seperti cinta. aku. kita. ABADI!

cinta ada: dalam pertemuan lilin dan bayang-bayang bulan yang dipantulkan oleh air yang menumbuhkan padi.

di situ BUNDA tersenyum! tawar. BUMI. BUNDA. BUNGA!

INVITATION FOR EVERYONE
boleh bawa kolega, pacar, saudara, teman, adik, kakak, kakek, nenek, setan, malaikat!

Art Installation: PADI. LILIN. BULAN. BUNDA
lokasi: Sawah Jalan Anyelir Gang Rama. tempat Festival layang-layang Anak Alam
waktu: mulai jam 18:00 - 23:00 malam atau sampai semua lilin padam.
jangan lupa membawa sumbangan 1 pack lilin (isi 12) ukuran 5 centimeter yang bontok itu lho.. harganya kurang lebih 12 ribu. WAJIB!

dan jangan lupa bawa senyum BUNDA!
sampai bertemu di sawah dengan lilin, bulan, dan (semoga) ada kunang-kunang!

sekeranjang cinta,

pande
di suatu tempat yg hilang
mlm ini.

10:07 AM

di ujung ufuk INDONESIA. mengindonesiakan Merah Putih!


"Keep your love of nature, for that is the true way to understand art more and more."
Vincent van Gogh


huahmm.....

kabut tebal menyelimuti bebukitan pagi itu. bukit yang memagari sisi timur kaldera seperti lenyap. ada yang hilang, songan sunrise yang terkenal itu, tak dapat dilihat oleh kawan-kawan anak alam yang bermalam di basecamp anak alam semalam. namun, keberuntungan datang, dan berharap seterusnya begitu buat ANAK ALAM kita. trims buat IA!

mentari menyibak kabut sepotong demi sepotong. bubung pegat mulai tampak samar-samar. sementara mendung gelap di selatan bergeser, tak lupa mendung yang sama di sisi utara. "tak usah mandi, mari kita nikmati pagi!" aku mengajak kawan-kawan untuk segera beranjak, masuk mobil semua dan kabur ke lava di barat toya bungkah.

pagi adalah pagi dengan kecantikannya. pagi adalah pagi dengan segala kesederhanaannya. dan pagi ini dengan kabut beberapa masih melinting cemara, beberapa lainnya beranjak pelan, pagi memberikan lukisan terindahnya untuk kami. kini percaya kan alam adalah lukisan yang sangat indah? - yang dilukis hanya oleh helai kabut. ada tiada. tiada ada. kabut.

helai daun rumput liar tertiup angin danau. air danau tenang dalam mimpi pagi. kami memuaskan hasrat kenarsisan kami dengan berfoto-foto diantara ilalang. diantara rerumputan. diantara lava gunung.

hingga pagi membawa kita ke jam 7:30 yang berarti harus segera kembali beranjak ke basecamp untuk persiapan upacara bendera. semalam, Rawat memberitahuku bahwa upacara bendera akan dimulai jam 9:00. namun pagi ini, puspasena mengirim SMS bahwa upacara dimajukan menjadi jam 8:00. (puspasena kami ajak ikut pulang, dengan selembar surat sakti kita kirimkan ke sekolahnya, tak bisa ikut upacara bendera di SMK erlangga.) 30 menit adalah waktu yang tak banyak untuk bersiap-siap. akhirnya kami memang terlambat datang. 30 menit lepas jam 8 kami baru tiba di sekolah, namun ternyata upacara juga baru mulai pukul 8:35. it's just in time...! (apa memang mereka semua sengaja mengundurkan upacara karena menunggu kita? serasa bupati aja ditunguu-tunggu.... berkhayal. mode on. :) )

pagi itu kalam mulai berdatangan. gustra terlihat pertama, sendiri, kemudian disusul oleh rombongan bule perancis bersama mbak dayu, dan anggara bersama teman-teman. komposisi kami pagi itu cukup mengejutkan guru-guru SDN belandingan yang berseragam batik hijau lengan panjang.

anak-anak tampak sudah siap semua. dua bendera merah putih bertengger, berkibar di atas tiang bambu. sementara bendera lain dengan bangga dipangku oleh seorang anak perempuan SDN belandingan yang diapit oleh dua teman laki-lakinya di sisi barat. sementara di sisi timur lapangan, kernet bersama teman-teman mendapat giliran membaca undang-undang dasar 45, doa, pancasila, dan membawa acara.

"urutan pertama,... pemimpin upacara memasuki lapangan upacara!" anak yang bertugas membawakan acara mengambil alih tugasnya. semua bersiap termasuk para Kalam yang ikut berbaris di barisan paling barat di sisi kiri anak-anak kelas 1. barangkali ini adalah upacara 17-an pertama bagi mereka mendapatkan 'tamu' dalam barisan murid-muridnya.

kami semua mengikuti upacara dengan khidmat, sesekali tersenyum dalam hati menyaksikan anak-anak kita yang kali itu hampir lebih dari setengahnya mengenakan sepatu, topi, dasi, dan semua berpakaian seragam merah putih. sering sebelumnya aku lihat anak-anak itu menggunakan pakaian yang tak sama. sebagian pakaian pramuka 'dekil', sebagian baju olah raga biru langit 'kebanggaan mereka', sementara yang lain mengenakan pakaian putih mereka yang tlah berubah cokelat. hari ini pemandangan paling beda aku lihat.

namun belakangan aku tahu ternyata sebagian dari mereka saling meminjamkan topi, baju, sepatu. "kak, ini topi pinjaman" begitu kata salah seorang dari mereka, ketika kita mau ganti topi mereka tersebut dengan topi baru. dan topi itu rencananya kita ambil dan kita 'museumkan'.

hari itu kami menyanyikan lagu INDONESIA RAYA lagi. ya, INDONESIA RAYA! dengan mulut sendiri, bukan dengar dan lihat dari TV. oh.....

setelah upacara selesai, jamuan ala pak Guru Dangka sudah disiapkan di ruang guru. jamuannya adalah air putih saja. cukup. namun perkenalan kalam dengan guru-guru SDN belandingan adalah jamuan sebenarnya. kami saling berkenalan, berbagi cerita dan kesan khususnya bagi kawan-kawan yang baru pertama kali ini datang ke belandingan!

"Menyenangkan!"
"Terharu!"
"Akan datang lagi!"
"Apa yang bisa kami bantu!"
"dingin!'

itulah komentar yang keluar dari kawan-kawan yang baru pertama kali ini bertemu dengan anak-anak kita di kampung damainya ini. begitu juga kenal guru-gurunya.

mentari beranjak, waktunya kami mengajak mereka ke atas bubung tower. kami merubah rencana awal, alih-alih berjalan ke utara tower yang cukup jauh, kami pilih pos kelompok tani sari karya saja - yang berada persis di ujung jalan plesteran semen itu- sebagai tempat untuk membagi 130 pasang pakaian sekolah baru buat mereka. pakaian ini adalah sumbangan dari Mas Antok, yang juga tlah menyumbang 2 sepeda gunung untuk digunakan oleh puspasena dan karmajaya sekolah di denpasar. Mas Antok, kata-kata tak bisa lagi mewakili terima kasih kami. kami bangga!

perjalanan kali ini diikuti ratusan anak-anak SDN belandingan. barangkali baru kali ini kami bertemu anak-anak itu di luar sekolah mereka lengkap!

.... bersambung....

huahm......

sekeranjang cinta,
dari atas bukit.


part 2


"We have the power to make this the best generation of mankind in the history of the world - or to make it the last."

John F. Kennedy

berlari. berlari. berlari...


mereka semua sumringah meniti jalan nenanjak yang diplester semen itu menuju pos kelompok tani sari karya, untuk menunggu jatah sepasang baju sekolah BARU. aku masih ingat jalan ini, jalan yang dulu pernah membuat nyangkut karimun hitam pelat B itu kala naomi sengaja datang bertemu anak-anak alam kita jauh-jauh dari jakarta. pun juga jalan yang saban hari aku lewati ketika awal tahun ini hilang menemukan jalan di kedamaian belandingan. menjadi mereka. menjadi sama.

hari ini, akan menjadi hari terakhir aku bisa mengambil foto anak-anak ini dengan pakaian dekilnya. serasa ada kenangan yang hilang. namun bukankah memberikan mereka baju baru adalah mimpimu? pikiranku mendebat diriku sendiri. maka dari itu, aku akan menghabiskan kenangan itu disini hari ini. namun tenang, kamera-kamera yang kalam bawa telah 'memuseumkan' mereka semua. tunggu hingga waktunya kalian akan saksikan lebih dekat dalam sebuah pameran.

anak-anak alam masih seperti dulu. akan menyambit tangan kakak-kakaknya -persis seperti anak-anak di panti asuhan yang bertemu orang yang berkunjung-, berbagi senyum, ingin berbagi cerita, berbagi cinta. mereka masih sama walau telah lebih dari sebulan aku tak bertatap muka dengan malaikat-malaikat kecil kita ini. mereka yang kelak akan menggantikan kemunafikan kita. ya. kita.

jalanan menyusuri rimbun bambu itu akhirnya berakhir persis setelah kelokan terakhir yang menanjak. tampak beberapa warga sedang merapikan keranjang yang berisi tomat-tomat merah matang. tomat-tomat ini sepertinya akan jadi makanan sapi saja hari ini. kenapa? karena tomat yang matang tak lagi bisa dijual ke pasar. sampai pasar ia akan busuk. sementara pelajaran pengolahan tomat yang matang ini tak pernah diberikan di sekolah. pun juga mereka tak tamat sekolah dasar. begitu juga pelatihan yang sama tak diberikan oleh dinas pertanian tingkat 2, tingkat 1, nasional, apalagi dunia kepada warga-wagra desa yang (mungkin) sengaja dibiarkan bodoh ini. semoga saja pikiranku salah.

mereka butuh ilmu. bukan uang 100 ribu (pembodohan) saat pencontrengan kepala daerah langsung saja... fiuh.... (menyeka keringat sejenak!)

ruang sempit pos kelompok tani sari karya itu kini dipenuhi ratusan anak-anak SDN belandingan dari kelas 1 sampai 6. terpaksa pembagian pakaian dilakukan di halaman depan pos. tentu ruangan sempit itu tak bisa menampung semua anak-anak, kawan-kawan dan juga tas kresek pakaian. (aku menyebutnya halaman walau kenyataannya ini lebih berupa tempat kosong di bibir pos yang dipagari semak-semak saja. biar mereka semua senang.)

satu per satu anak-anak ini menerima seragam baru mereka. dengan sangat memohon kami mengambil beberapa pakaian 'bersejarah' mereka itu untuk kami museumkan. anak-anak tak pernah berkata 'tidak' untuk sesuatu yang mereka yakini baik yang kami inginkan kerjakan untuk mereka. apalagi hanya baju bekas mereka.

130 pakaian siang itu habis. dasi juga. topi juga. pos sari karya sepi. petani desa melambaikan salam dan memberi salam dari jauh. mereka bersiap kembali memutar roda hidupnya di balik bukit bersama sapi-sapi dan ladang tomatnya. memutar nasib. berharap. anak-anak pulang. menunggu barangkali nanti akan ada hadiah lain yang masih kami bisa berikan untuk mereka.

sementara team BEASISWA ANAK ALAM baru saja datang....

hari ini masih berlanjut!

...bersambung...

makan dulu.


sekeranjang cinta,

dari atas bukit


part 3


"kak putu, ada BERITA BURUK. made sani tak mau sekolah lagi. ia sekolah tiga kali saja seminggu. beasiswa belum datang. ia tak mau sekolah!"

-sms dari Rawat ke HPku.

whaaatttttttttttttt?????


ini benar-benar berita buruk. buruk benar-benar! maaf nak, kami agat terlambat. bagaimana pun juga kami semua memiliki kesibukan. namun jaga selalu semangat itu. mimpi itu. ada 1000 alasan kenapa kamu harus terus sekolah.

upacara bendera telah selesai, pembagian seragam sekolah telah selesai, lapar, haus, maka basecamp anak alam adalah mimpi paling diidam-idamkan oleh kalam yang manapun saat-saat seperti itu.

aku dapat tugas menyetir mobil mbak Dayu, berhubung katanya dia akan melepas setir jika saja ia yang menyetir dalam tanjakan, kelokan, dan jalan berlubang tersebut. maka aku, jika diberi setir, ini adalah obsesiku yang lain. hobiku yang lain. merasakan gerak ban dan putaran ban dari respon yang diberikan oleh tangan dan kaki yang menekan pedal gas dan kopling. butuh hati. seperti MENCINTA. walau sesekali akan seperti film Fast and Furious saat hati terbakar. :)

anak-anak baru saja pulang dari upacara bendera dan pembagian seragam sekolah di pos kelompok tani sari karya, dan ini akan menyulitkan kami memberikan beasiswa kepada anak-anak yang tinggal di balik bukit seperti Rata dan Ribut, tentunya akan lebih mudah bagi anak-anak yang tinggal di desa dimana rumahnya bisa kami kunjungi satu per satu siang itu.

namun walau sama saja, siang hari biasanya sebagian besar dari mereka akan pergi ke ladang membantu orang tua mereka masing-masing bercocok tanam, memberi makan ayam, atau menyabit rumput.

pilihan terburuk namun juga teraman adalah memilih orang yang tepat pegang amplop beasiswa tersebut untuk kemudian dibagikan kepada teman-temannya jika saja nanti mereka telah pulang. Ada Made Ratih dan Mara saat itu terlihat jadi sisa amplop beasiswa yang tak bisa kami berikan kami titipkan ke anak-anak ini. sebagian lagi kami titip ke Nopik, karena ia serumah dengan Made Sani.

Siang itu mbak Dewi, Pak Gde, Bu Rusma dari Surfer girl dan bapak satu lagi (aku lupa namanya) berkesempatan datang langsung memberikan beasiswa itu satu per satu. sungguh kerja yang tak mudah, sungguh kerja yang membutuhkan dedikasi, sungguh kerja yang hanya dibahan bakari oelh passion, hanya dengannya BEASISWA ini terus jalan dan itu dengan sangat berhasil selama ini dilakukan seorang wonderwoman macam Mbak Dewi Utari yang sangat didukung oleh Pak Gde suaminya. aku jadi ingat Bu Putu dan Wayan... bagaimana kabarnya malam ini???

BEASISWA ANAK ALAM adalah salah satu tulang punggung. beasiswa barangkali adalah salah satu program yang paling dibutuhkan anak-anak selain tentunya bantuan-bantuan yang lain. Beasiswa ini pula yang selama ini dinanti-nanti anak anak kita di belandingan yang sangat membutuhkannya.

nah, giliran siapa berikutnya mau datang. giliran siapa berikutnya yang mau bergandengan tangan dengan Rata dan teman-temannya yang berjalan kaki dari balik bukit untuk mengikuti upacara bendera 17 agustus-an di sekolahnya, (sementara kita malah ingin memisahkan MERAH dari PUTIHnya indonesia? whaaaatttt??????)

Harusnya kalian berani jawab: AKU!

aku akan datang. aku SEKARANG!

-end-

sekeranjang cinta
dari atas bukit

pande
dps
mlm ini.


6:37 AM

KEGIATAN ANAK ALAM AGUSTUS 2010: UNTUK CANTIK MERAH PUTIH. UNTUK SENYUM IBU BUMI.



merayakan merah putih


dearest kalam,

berikut adalah kegiatan ANAK ALAM bulan agustus.
jika A = sukses dalam hidup maka A = V + W + X + Y + Z.
V = belajar
W = bekerja
X = bermain
Y = bekerja sosial
Z = tutup mulutmu. :)

menjadilah bagian dari kegiatan, sejarah, kesenangan, malam dalam naungan bulan dalam agustus. bulannya MERAH PUTIH yang cantik dan berhias.

catat:

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kamis, 11 Agutus 2010

Launching MERCHANDISE ANAK ALAM
"untuk pertama kalinya merchandise resmi anak alam akan diluncurkan online via blog/FB. kalian dapat menjadi bagian dari senyum dan kebahagiaan anak-anak alam, hanya dengan membeli merchandise anak alam yang keseluruhan (100%) hasil dari penjualannya akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan anak alam. merchandise terdiri dari: pin, stiker, t-shirt, dll."

WORK OF LOVE, WORK OF PEACE! be part of us. be the change!

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rabu, 17 Agutus 2010


MERAYAKAN MERAH PUTIH. MENCETAK SEJARAH DI ATAS BUKIT. DENGAN RENDAH HATI.
17 Agutus 2010. upacara bendera di atas bubung tower dengan latar belakang desa belandingan, di atas awan, di ‘bawah kaki’ kita memapar pemandangan indah. hari ini, kita akan memuseumkan 'ketakpedulian kita. pembagian sumbangan 130 setel pakaian seragam sekolah sumbangan dari MAS ANTOK beserta keluarga. ya, kita cetak sejarah untuk anak-anak gunung ini. ada juga lomba melukis di atas kanvas dengan cat akrilik.

SEMUA KALAM DIHARAPKAN BISA HADIR! 1 TAHUN SEKALI. UNTUK ANAK-ANAK. UNTUK MERAH PUTIH!

note: ANAK ALAM DISTRIK TABANAN juga melaksanakan kegiatan merayakan 17 Agustus ri Rumah Baca Abdi Maha Cendana Anak Alam, dusun mandung, desa sembung gede, kerambitan, tabanan. bisa berbagi senyum di sini juga dengan anak-anak manis kami di tabanan.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

24 Agutus 2010 06:00 PM


Bagi kawan-kawan yang beragama hindu, sembahyang bersama di pura jagat natha, denpasar. setelah setahun lebih bekerja, kini saatnya bertemu tuhan dan sejenak bercermin ke hati paling dalam. Anak Alam bukanlah organisasi keagamaan. namun ada baiknya apapun agama kita, tetap merindu tuhannya.

SETETES AIR, DARI LAUTAN LEPAS! MERINDU!

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

24 Agutus 2010 malam.


“PEACE IS BEAUTIFUL” Padi. Lilin. Bulan. Bunda. Art Installation by: pande putu setiawan.
Lokasi: jl. Sawah jalan anyelir gang rama denpasar. dengan 193 lilin kita akan terangi padi. terangi malam. terangi hati. jika kita melihat dengan mata kasat ini tampak sebagai hal yang aneh. namun jika kita lihat pakai mata hati, kita akan melihatnya lebih bening.

BELAJAR MENGGUNAKAN MATA HATI!

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

to be confirmed...


Opening TREEANA HANDICRAFT.
Lokasi: jl Raya Andong Ubud Bali. Everybody are invited. yea... akhirnya ini akan menjadi jejak awal wirausaha muda bali yang mendedikasikan sebagian besar penghasilannya untuk anak-anak alam. semoga tuhan mendengar doa bilah-bilah bambu ini. ia ingin memberi senyum juga untuk anak-anak ini.

BAGAIMANA DENGAN KITA???


be a part of the HISTORY!


sekeranjang cinta,

pande
dps
malam ini

http://komunitasanakalam.blogspot.com/
9:11 AM

We Proud of Anak Alam distrik Tabanan

Awal dari sebuah perjalanan.


Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world. ~ Harriet Tubman

___________________

Sebuah Mimpi. Yapz. Hanya berawal dari sebuah mimpi, semua bisa tercapai. Ditambah dengan semangat dan tekad yang kuat segalanya menjadi amat sangat mungkin. Dimulai dari sebuah comment di sebuah status pages 1 Buku 1000 Mimpi, bertemu dengan Mba Yusi dan Bli Nada, agaknya merupakan sebagian dari sekian banyak bukti bahwa semesta pun ikut membantu mewujudkan mimpimu. Mimpi Kita. Sepertinya mimpi itu ibarat magnet yang sangat besar, ya.

Great Job kepada Anak Alam Distrik Tabanan yang pada akhirnya telah memiliki Rumah Baca Anak Alam di distriknya yaitu Rumah Baca Abdi Maha Cendana, bekerja sama dengan Bli Nada dengan Bimbel Abdi Maha Cendana (AMC)-nya, dan tentunya Mba Yusi Laman yang telah menyediakan buku-buku dari perpustakaan kelilingnya. Terimakasih yang tak terperi untuk dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga dengan ini, mimpi kita terwujud. Mencerdaskan anak-anak bangsa kita dengan cara yang lebih elegan.

Kami mengundang SEMUA Kawan Anak Alam dalam Pembukaan Rumah Baca Abdi Maha Cendana di Desa Mandung, Tabanan pada :
Hari : Minggu, 8 Agustus 2010
Jam : 09.00
Tempat : Rumah Baca Abdi Maha Cendana, Dusun Mandung, Kerambitan, Tabanan


(Untuk yang mau berangkat dari Denpasar, Qta bisa kumpul bareng di Gudang Anak Alam, Jl. Anyelir jam 08.00 pagi. Ingat, bawa ID CARD-nya ya, kawand.)

Ayo, siapa lagi yang berani untuk bermimpi, Tunjuk Tangan ! =D

Fear is no excuse
Trust Your Dream




x.o.x.o.
a’bee
PR Kalam
9:16 PM

Inspirasi Sukses Bagi Indonesia. (Majalah Reader's Digest edisi Agustus 2010). Selamat Berburu!


dearset,


Aku dedikasikan note kali ini untuk kawan-kawan anak alam, dan anak-anak muda indonesia yang BERANI, kalian yang akan dan (telah) mencetak sejarah untuk hidup kalian sendiri. jelas, Hidup butuh keberanian!

nukilan:
Inspirasi sukses bagi Indonesia. Mereka adalah orang-orang biasa yang menjadi luar biasa karena tekad dan kerja keras. Berkat mereka pula Merah putih harum semerbak. Banyak inspirasi yang bisa kalian petik. Singgih Susilo Kartono 'Radio Lokal Selera Global'. Risa Susanty 'Berpikir positif dan Jadilah Juara'. Oke Rosgana 'Merambah Dunia Lewat Yoyo'. tentu juga 'Berbagi dan Menginspirasi' dan hal-hal yang tak pernah kalian tahu tentang Pande Putu Setiawan ada disitu. :)






Sepertinya kalian harus mengorbankan kocek 20 ribu, untuk memburu majalah Reader's Digest versi Indonesia edisi Agustus 2010 ini. Majalah Reader's Digest terbit dalam 50 Edisi dan 21 Bahasa di seluruh dunia.

bisa didapat di lapak-lapak koran besar, Gramedia, Carefour, dll di seluruh INDONESIA.

selamat berburu!


sekeranjang cinta,
untuk indonesia.

P
dps
hari ini
5:16 AM

anak-anak kita besok masuk tivi. (SABTU & MINGGU, jam 13:30 WITA. Si BOLANG TRANS 7) catat di jadwal kalian!






Si Bolang atau bocah petualang adalah salah satu program petualangan anak-anak di TRANS7.

Program ini mencoba mendekatkan kembali anak-anak di seluruh Nusantara dengan alam dan budayanya. Bagaimana Si anak berinteraksi dengan alam, budaya, dan bermain dengan beraneka ragam permainan tradisional. Selain itu, sisi-sisi human interest sang tokoh ketika menghadapi suatu masalah juga ditampilkan di Film semi dokumenter ini.

Si Bolang adalah sebutan dari seorang anak setempat yang memimpin teman-temannya berpetualang di sekitar tempat tinggalnya. Hampir disetiap episodenya, bocah-bocah dan tokoh Si Bolang akan menampilkan petualangan-petualangan seru.

Dunia anak-anak adalah masa yang luar biasa. Penuh tawa dan khayalan. Kebanyakan orang di belahan bumi, memiliki kenangan indah dimasa itu.

Alam dan budaya tempat tinggal menjadi faktor penting dalam pembentukan karakternya, terutama bagi anak yang kerap bermain di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Saat ini, alam dan budaya tradisional cenderung tak dilirik dan nyaris ditinggalkan oleh sebagian anak negeri. Permainan-permainan elektronik yang muncul dewasa ini mulai menggantikan permainan tradisional.Dampak dari fenomena tersebut, anak-anak calon penerus bangsa seakan lupa pada budaya dan alamnya sendiri.

so, jangan lewatkan dan nongkrong di depan TV anda:
ajak semua keluarga serta menonton.

si Bolang anak alam,
sabtu & minggu 24 & 25 Juli 2010.
waktu: siang (13:30 WITA).



tolong di SHARE ke kawan-kawan lain ya.
tx.







sekeranjang cinta.

KOMUNITAS ANAK ALAM
dps
mlm ini
10:44 PM

Panduan Kawan Anak Alam 2010 - 2011




perlu untuk dijadikan panduan dalam semua kegiatan anak alam, dan hal-hal sahaja yang juga tak boleh luput dari pikiran:

  1. Kita bukan turis. kita pekerja sosial. jika ingin datang ke belandingan atau ke semua tempat kegiatan ANAK ALAM bahwa anda datang untuk bekerja sosial. jika ingin berwisata ada tempat dan waktunya. jika ingin pemotretan ada baiknya anda sewa model cakep dan lalukan di studio kan lebih seru? datang untuk memberi. bawa pulang hanya senyum dan kenangan. tinggalkan hanya mimpi-mimpi kita dan jejak-jejak kaki saja.

  2. Selalu gunakan ID CARD anak alam dalam semua kegiatan yang kalam lakukan. itu adalah identitas pekerja sosial kalian. itu adalah bendera yang kalian harus kibarkan. di dalamnya merah putih terajut kuat. itu tanda kebanggaan kalian atas diri kalian sendiri. indonesia.

  3. Perlu dari awal diketahui, bagi yang ingin melakukan pemotretan di kegiatan anak alam dilarang menggunakan foto-foto tersebut untuk kepentingan KOMERSIL (kecuali untuk kepentingan fund raising). anak-anak itu bukan model gratisan. untuk mereka kita ada. mereka adalah fotografer masa depan kita. dan juga Anak Alam berhak menggunakan foto-foto yang kalian ambil untuk kepentingan publikasi anak alam. bukan deal yang berat bukan?

  4. Anak alam didanai mandiri, walau ada kemungkinan kelak akan mendapatkan funding dari luar. jadi passion, dedikasi, dan konsistensi adalah ujian yang kita semua harus lewati bersama-sama. sebuah organisasi besar yang kuat dihuni oleh anak-anak muda yang tlah melewati ujian itu. bukan masalah kuantitas. tapi kualitas.

  5. Semua kegiatan Anak Alam harus bersahaja. tak usah glamour. kerjakan kegiatan yang memang pantas, penting dan layak untuk dikerjakan. kreatifitas adalah nafas dari semua kegiatan kita. ala muda. ala kita. bebas tapi bertanggungjawab. sederhana. di seputar kita. banyak hal. apa saja. tak ekslusif. anak alam tak bekerja latah. hidup bukan balapan antara diri kita dengan orang lain. tapi balapan antara diri kita dengan diri kita sendiri. antara kita dengan MIMPI-MIMPI kita. that's it!

  6. Anak alam adalah organisasi kepemudaan. 'youth social humanitarian organization'. berkaryalah ketika kalian masih muda, karena setelah kesenangan usia remaja dan beban usia tua bumi akan memeluk kita. jangan menunggu nanti. kerjakan ia sekarang. ini generasi kita. ini waktunya kita.

  7. Kalian semua secara individu bertanggungjawab terhadap diri kalian, keselamatan, kesehatan dan semua hal pribadi kalian. jadi penting untuk mempersiapkan diri dalam semua kegiatan, semisal jaket, sepatu, fit, dan tentu bawa uang :)

  8. Fokus kegiatan kita adalah pengembangan karakter pemuda/i, pendidikan non formal untuk anak-anak dan cinta lingkungan dan semua project-project yang berhubungan dengan tiga hal utama tersebut diatas. Anak Alam terbebas dari kepentingan bisnis (non-profit organization), politik (non-political organization) dan agama (non-religious organization). kita adalah organisasi kemanusiaan. kemanusian jelas definisinya. universal. sederhana.

  9. Anak alam adalah sumbangsih kecil untuk negri secantik indonesia. ia adalah sekolah 'alam' tempat para muda ditempa. kelak kita berharap bisa mencetak pemimpin-pemimpin muda bersahaja untuk negri ini. pemimpin yang memiliki inteligensia, spiritualitas sederhana, berdedikasi dan juga membumi. mereka adalah kalian.



selamat bekerja.
selamat berkarya untuk indonesia.
salam anak alam,

july 17, 2010

pande
komunitas anak alam
jagalah bumimu, cintai anak-anakmu
www.anakalam.org
10:43 PM

Para Pembuat Sejarah. Penulis Legenda Pribadi. Para Kalam.




“bebaskan dirimu dari bermental budak. tak ada orang lain yang bisa membebaskan pikiran kita sendiri selain diri sendiri .”
redemption song - bob Marley


Organisasi ini ada tentu atas sebuah ideal dan pesan yang jelas. Ia bukan kumpulan para budak. tapi para pembuat sejarah. inilah kalian. inilah kita. kita bukan bukan pohon bambu yang bimbang terbawa angin. tapi tunas yang tumbuh karena riang mencari mentari, lalu berbunga, berbuah dan membiarkan buah itu menjadi kerja dan pemberian kita. memiliki jati diri.

Kalianlah kaum muda yang nanti menentukan masa depan pulau kecil ini. Tentu negri cantik Indonesia. tentu juga masa depan anak-anak kita, dedaun hijau yang baru saja tumbuh. Untuk itu kita bekerja. Bukan untuk kemahsyuran. atau melakukan segala cara agar dikenal sebagai pekerja sosial, haus pujian, haus apresiasi orang, haus juara ini dan itu. Bekerja, berdedikasi, itu jauh lebih penting. Facebook hanyalah media. Blog hanyalah media. Project-project hanyalah media. Yang nyata adalah: siapa ANDA! Apa yang kalian kerjakan. Itu jauh lebih esensial.

Bukan material yang kalian gunakan dalam bekerja sosial yang lebih penting, namun pemahaman, passion, jati diri, kesahajaan, jauh lebih penting. Itulah kita. Bayangkan jika kita memiliki banyak material dan dana namun nggak memiliki pemahaman, keinginan, dan hati yang berapi, maka itu hanya akan menjadi pemanis bibir a.k.a gincu. dan kerja kita akan kehilangan warna yang harusnya mendasarinya.

Bayangkan jika nyanyi di panggung dan lip sync. Terdengar indah namun sama sekali tak esensial. tak penting. mengejar kesenangan pasar. namun memungkiri diri. pikirkanlah proses yang harus kalian lalui. bukan sedari awal bermimpi hanya hasil. kau dilihat dari hal-hal kecil yang kau kerjakan dan percaya dengannya.

Kemudian bayangkan suatu ketika kita mau bekerja sosial dan tak membawa material kerja apapun untuknya -selain diri kita sendiri-. bahkan alam di seputar kitapun bisa menjadi alat jika kita datang dengan hati yang paham dan sadar atas definisi pekerja sosial. untuk sebuah tujuan. untuk sebuah pemberian.

Itu akar kita. Itu nafas kita. sahaja saja. kita bukan untuk mencetak para penakut. pengecut. selebritis. idol. bukan. tapi ia yang memiliki pemahaman, kesadaran, yang sederhana. sesederhana mentari pagi di timur. bukan seglamour namun selelah mentari di barat. ini GENERASI kita. Ini waktunya kita.

Kita tlah lama mabuk. Kita tlah lama terlelap. Kita tlah lama dibuai mimpi. Pulau kecil ini tlah jadi ajang banyak kepentingan bisnis, pribadi, dan orang-orang bali sendiri seperti menjadi penonton setia saja. Anda tak sadar karena anda ada didalam lingkaran. Sesekali keluar lingkaran anda akan melihat apa yang ada di dalamnya. Sesekali naik puncak gunung untuk mengerti lembah. Naik ke awan untuk mengerti puncak gunung. Dan berpikirlah dengan hati yang bijak jika ingin memahami awan? Penting agar mata hati harus dibuat melek, bukan hanya kedua bola mata.

Sesekali jadi tukang parkir, tukang ambil karcis, yang lebih beruntung menjadi waiter/tress. Kemudian beberapa jadi manajer hotel dan restoran. Itu bukan hal yang membanggakan. Sesekali cari tahu siapa pemiliknya? Kemana uang itu lari? Ke tempat jauh. Ke orang yang perutnya sudah buncit. Pernahkah ia menyumbang pakaian sekolah untuk 1 anak saja? (semoga jawabannya Ya. bahkan ribuan baju sekolah!) aku memiliki harapan jika saja bekerja kalian memberi banyak hal untuk pulau kalian sendiri. dan sari-sari tanah 'dewata' ini untuk memupuk tanah yang sama. hingga bunga-bunga pulau selalu bisa tumbuh riang! bekerja bukan hanya sekedar mencari uang!

Jauh lebih membanggakan bagiku melihat kesahajaan pulau kecil ini dahulu. Walau tanpa hotel, resort, villa, lapangan golf, club exclussive, gelimang dollar. Pemudaran jati diri yang tlah ditukar beberapa botol bir. Beberapa lembar uang yang kita gunakan berjudi. Beberapa sisanya yang kita gunakan untuk pergi ke karaoke. Dan beberapa lembar lain hasil korupsi yang kita gunakan untuk memberi makan anak istri dan diri sendiri.

Bagaimana kita bisa berenang dan menemukan daratan? Jika kita berputar pada arus yang sama dan kemudian terseret dan tenggelam. Bagaimana kita bisa bertumbuh? Jika semua yang kita makan tertelan angin? dan kita tak sadar 1/2 pulau ini di selatan sudah hilang. di timur digerus laut. di barat pohon ditebang. di utara anak-anak tak makan.

Ini generasi kita. Ini waktunya kita. Setidaknya berpikir lebih jernih saja. Lalu sebisanya hidup lebih bersahaja tampak lebih indah bagiku. Itulah tantangan kita. Mengambil secukup yang kita butuhkan. Bukan berlebihan. Bumi sejatinya tlah memberi cukup bagi setiap orang, tapi tak cukup untuk orang-orang serakah. Sekali waktu Gandhi pernah berucap. Masih ingatkah?

Buka jendela kamar di pagi hari. Rasakan hangat mentari pagi. Sesap angin yang berhembus lembut dari timur. Itu semua diciptakan oleh IA yang mencipta untuk kita semua. Bayangkan jika akhirnya kita melintas di pasir putih, dan kita diusir satpam, atau disuruh bayar mahal?

Ini waktunya kalian. Ini generasi kita. Ini waktunya kita. Melek mata hati. Bumi butuh angin segar. Butuh pikiran segar. Bukan udara, tanah, air yang kotor. Bukan pikiran yang kotor. Pun juga perilaku kotor. Bumi bosan dengan itu semua. Bumi butuh hati segar. Bukan hati yang tak menancap ke akar. Lupa daratan. Bagaimana ia bisa tumbuh bunga?

”Revolusi dimulai dari diri sendiri”
bono, U2

sekeranjang cinta,

pande
dps
july 17, 2019
08:00 pm

gunakan ini sebagai dasar kerjamu selanjutnya. seterusnya.
ini generasi kita. waktunya kita.
selamat berkarya untuk indonesia!


10:42 PM

Merawat Bunga Mimpi I Nyoman Rawat

Bunga Mimpi (I Nyoman Rawat)



”...dan saya sangat senang akhirnya bisa melanjutkan ke SMP”


disalin dari tulisan tangan i nyoman rawat:

Salam sejahtera. Nama: i nyoman rawat. Lulus dari: SD ingin melanjutkan ke SMP saya sangat berterimakasih kepada kakak-kakak yang telah membantu saya untuk melanjutkan saya ke SMP meskipun saya berjalan kaki sekitar 2 kilo. Pertama-tama saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kpd kakak2 pertama kpd kak putu yang sangat membatu saya.

Saya kedua ini ingin menyapaikan kesan dan kesan kpd kakak-kakak saya dan saya sangat-sangat berterimakasih dan saya sangat senang akhirnya bisa melanjukan ke sekolah SMP.

Cita-cita saya ingin menjadi dokter dan saya sekolah karna ingin terus mencapai cita-cita saya mudah-mudahan kakak saya mau mendoakan saya biar bisa bersekolah dan sukses bersekolah.

Mukin saya bisa mengejar cita-cita saya tapi mukin tidak sukses karna orang tua saya tidak mampu mukin kakak kakak bisa membantu saya biar bisa sukses.

Dan saya ingin menyapaikan banyak terimakasih atas bantuan kakak-kakak

Atas perhatian kakak semua saya ingin mengucapkan terimakasih


i nyoman rawat
belandingan, july10
08:30pm




10:41 PM

Sesobek Catatan Kecil Gadis Kecil


(*untuk kalam atas keringat kalian)
bintang paling terang bersinar dari langit paling gelap!





“sekarang saya lebih semangat lagi sekolah
padahal saya sudah tak ingin lagi sekolah...”


Perasaan saya senang karna saya sudah bisa sekolah di SMP itu semua ka putu sudah menyekolahkan saya saya sangat senang bisa bertemu dng teman-teman saya seperti made ayu setya wati dia yang paling jauh rumah saya dengan rumah dia saya sangat senang senang bertemu dengan dia dan saya semangat sekolah demi ilmu yang tunggu-tunggu saya sekarang saya lebih semangat lagi sekolah padahal saya sudah tak ingin sekolah lagi karna orang tua saya tidak bisa menyekolahkan saya karna orang tua saya tidak mempunyai uang untuk menyekolahkan saya lebih tingi untung ka putu membantu saya untuk sekolah saya sangat senang bisa sekolah lagi terimakasih ka putu dan teman-temannya ka putu aku sangat berterimakasih cuma itu yang bisa saya sampaikan.


ni made sani
belandingan,
july 10,
08:00 pm

semalam. menulis catatan.

ni made sani saat kelas 6 SDN Belandingan

hari pertama masuk SMPN 4 Kintamani di songan

kala itu. suatu ketika.

made sani dan adik-adiknya.

memberi beasiswa anak alam, tas dari telkomsel dan baju dari Atik

made sani dan adiknya

baju sumbangan dari kalam Atik

made sani dan teman-temannya

rumah made sani

rumah made sani