Showing posts with label 1 Buku untuk 1000 Mimpi. Show all posts
Showing posts with label 1 Buku untuk 1000 Mimpi. Show all posts
8:56 AM

Mengisi Liburan dengan Membaca Buku Bersama Anak Alam dan Perpustakaan Keliling Bali (see us at your village, dear!)




Liburan. ke mall? plesir? ke salon? baca buku di bawah pohon beramai-ramai bersama teman-teman sekampung????
-anak alam perpustakaan keliling bali

Angin berhembus sepoi-sepoi. mudah-mudahan hujan tak lagi banyak datang di musim kering. bayangkan anak-anak kita berjumlah puluhan, membaca buku Laskar Pelangi, Chicken Soup, Lucky Luke, Asterix Obelix, sambil berebut dengan teman-temannya ketika menemukan cerita menarik?

Argh......... (adrenalin kami seketika naik ketika menulis sepenggal paragraf pertama note ini di atas)

Ya, liburan bisa menjadi menarik tentu juga menyenangkan. Bagi ANAK ALAM, ini adalah sebuah hal yang tentu mengusik nurani 'pekerja kemanusiaan' kami, hasrat kami, untuk turun gunung, keluar kota, waktunya untuk berbagi bersama anak-anak kami yang lucu-lucu di pelosok-pelosok Bali yang tak pernah melihat wajah-wajah kami (hehe barangkali ini tak terlalu penting), tentu tak pernah memegang sebuah buku yang berjudul Laskar Pelangi atau bahkan mendengarkan pembacaan puisi LIVE!....

"Oke, nak, telponlah kakak SEKARANG!"
"ini nomer telpon kakak: 0817 265028"
"katakan: Datanglah ke kampung kami kak, bawa BUKU!"
"Silahkan kalian bisa nelpon kakak kapan saja, pinjem HP kakak-kakak kalian!"

hehe.... semoga anak-anak itu (tentu lewat kakak-kakak mereka membaca pesan kami di atas.)

Oh iya, dan buat kakak-kakaknya juga, kalian yang pulang kampung liburan bisa juga membawa buku-buku kami untuk kami pinjemkan, untuk dibacakan kepada anak-anak (adik-adik) kalian di kampung, ajari mereka baca buku, jangan PS atau permainan komputer saja. kan?

Bagaimana caranya Kak?

Oke begini, mudah saja, tak ribet. So, seandainya ada dari kalian yang didesanya banyak anak-anak usia sekolah, kalau bisa ada lebih dari 20 anak mau kami datengin, silahkan perhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Ada tempat teduh untuk menggelar tikar (bisa bale banjar, wantilan, teras rumah, atau dimana saja, di bawah pohon juga oke. terutama karena hujan belakangan lagi rajin datang.)

  2. Perpus "Kaget" dibuka selama 1 hari saja (jam 10.00 s/d 16.00) dengan break 1 jam u/ anak2 pulang makan siang. (Kami membawa buku, tapi kami tak membawa nasi bungkus! :) ) so, sesuaikan waktu yang terbaik buat kalian agar semua kawan-kawan kalian bisa ikut datang baca buku dan bermain bersama-sama kami.

  3. Yang dibawa oleh Anak Alam dan Perpustakaan Keliling Bali :
    - Buku2 bacaan u/ntuk anak-anak - remaja & wanita (ibu2 / kakak2 yg ngantar anaknya / adiknya ke perpus juga boleh ikutan baca).
    - Peralatan menggambar & mewarnai.
    - Prakarya dr sampah kering (koran, box bekas, plastik kemasan snack dll yb mudah ditemukan disekitar kita).
    - Pendongeng (khusus u/ hari Minggu).
    - Acara-acara lain semacam main drama, baca puisi, belajar menulis cerita mini.

Catat waktu yg bisa kami sediakan dari tgl 20 Juni s/d 4 Juli 2010, sedikitnya 3x / minggu ... atau tergantung kebutuhan kalian. Manfaatkan betul waktu itu agar kalian bisa kami datangi ke kampung kalian.

Bagaimana? seru kan? liburan bisa juga mengasyikkan kan?......

Jadi sekali lagi kalian bisa undang kami kapan saja tentu dengan menelepon nomer telepon di atas, dan tunggu kami dengan BUKU di kampung kalian. Kalian bisa telpon kakak, SEKARANG!

Tunggu kami dik. Karena kami cinta BUKU. dan kami juga cinta KALIAN anak-anak kami!


pic: kidstopia


salam anak indonesia


Kak Pande/ Kak Yusi
Komunitas Anak Alam
Perpustakaan Keliling Bali

info:
HP: 0817 265028
e. komunitasanakalam@yahoo.com
1:43 AM

Rumah Baca Anak Alam - Perpustakaan Keliling Bali. Kini Kamu pun bisa membuat Rumah Baca Anak Alam di kampung kalian?





"bermimpilah!

Masih ingat? Baru saja aku menuliskan sebuah note untuk Kiud bahwa semesta akan bahu-membahu mewujudkan mimpi kita, dan tak lama berselang semesta menjawab lewat message Mbak Yusi ke inbox FB saya. "Kiud akan mendirikan Rumah Bacanya lebih awal De." begitu kira-kira isi pesannya.

Satu berita yang baik kan? hanya karena sebaris mimpi Kiud kan? Dan semesta kali ini benar-benar lagi berbaik hati.

Rumah baca Anak Alam adalah mimpi lama kita, salah satu kegiatan utama kita semenjak awal, dan tentu hingga kini. dan terimakasih semesta (dan IA yang menciptakannya), bersama perpustakan keliling bali kita akan mengembangakan Rumah Baca Anak Alam kita lebih dini. tentu ke seluruh Bali.

Ini juga sekaligus tantangan buat para Kawan-kawan anak alam semua, koordiantor distrik, project leader dan semua dari kita yang memiliki passion untuk berani bermimpi dan kita akan bersama-sama bahu membahu mewujudkannya.

Kita tak muluk-muluk. kita juga tak mau pernah bekerja asal jadi apalagi latah! itu bukan gaya kerja ANAK ALAM. kita bekerja berdasarkan 'passion' dan tentu sebuah keniscayaan bahwa semua hal yang kita kerjakan harus benar-benar pantas dan bermanfaat kita kerjakan.

Jika itu hanya untuk 'fashion' kenapa nggak bikin fashion show aja. atau nongkrong di mall. atau bikin yang aneh-aneh, kau bakalan dikenal. gampang kalau kau mau jadi terkenal. tapi sekali lagi kita BEKERJA. masih ingat? "muda, beda dan berbahaya"? kreatifitas adalah nafas kita. oya, kita sedang bekerja sosial!

Jadi, 'merasa' miskin tak tabu bagi kami. namun 'takut bermimpi' itulah yang tabu buat kami.

Siapa yang berminat, akan disediakan panduan Rumah Baca, Buku, dll dengan bantuan perpustakaan keliling Bali.

Tentu Kiud yang pertama untuk Kerambitan - Tabanan.
Masih ada yang berani bermimpi...?


cinta,
pande
dps
19/5/2010

selamat berkarya untuk INDONESIA.
3:03 AM

it's all about PASSION. trust your dream!


"...Saya punya impian memberikan adik-adik SD di kampung sekedar buku bacaan kecil-kecilan. sayangnya saya bukan org kaya, namun keinginan saya kuat. Dan sekarang saya masih mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk itu." -dikutip dari pesan Kiud di wall 1 buku untuk 1000 mimpi.


Aku mendapatkan pelajaran berharga hari ini, dari seorang perempuan muda dari Tabanan yang menamai dirinya Kiud. (nama yang aneh... :) )

yang membuat aku ingin tahu lebih dekat dan bercakap-cakap, 'menyelam' dalam diri anak muda ini lebih dalam adalah sebuah pengakuan jujur akan mimpinya untuk memberi buku kepada adik-adiknya di Tabanan. Dan sekali lagi ia dengan jujur mengakui, 'tak kaya', "mudah-mudahan bulan desember nanti mimpi saya ini terwujud."

dan malam ini aku sempat melakukan pembicaraan via telepon dengannya, dan tentu salah satu pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepadanya adalah, kenapa 'Desember'?. Ada apa dengan 'Desember'?

Ternyata desember ia ulang tahun dan ingin mendapatkan hadiah spesial, yaitu mimpinya itu bisa ia wujudkan.

Malam ini ia sedang menuliskan ceritanya untukku. tentu aku nggak akan mencari tahu banyak hal hanya lewat telepon, dan tentu juga aku suka melatih semua kawan-kawan kita untuk rajin menulis (selain membaca), maka ia aku beri PR malam ini untuk menuliskannya saja.

tak perlu lipstik, jabatan, atribut, pakaian batik, pakaian dinas, jas, mikrofon, lencana, dan semua atribut lain hanya untuk berani bermimpi. dan untuk Kiud, "sadarkah kamu, apa yang kau mimpikan itulah kamu. dan semesta akan bahu-membahu kamu untuk mewujudkan mimpi-mimpimu karena dalam mimpimu itu juga semesta akan meninggalkan jejak-jejaknya?"

"dan tahukah kamu juga, bahwa belum tentu orang lain semuda kamu memiliki MIMPI?" jangan pernah takut! Indonesia (dan tentu aku dan kami) pasti bangga memiliki anak muda seperti kamu.

salam anak indonesia,

Pande
dps
mlm ini

...minyak ini ada untuk menyalakan lentera jiwa kalian!
3:00 AM

Sebuah Hari, Sebuah Awal dari Perjalananku Menaklukkan diri sendiri...




*note ini ditulis oleh: Radha Rani, salah satu dari 3 project leader Sumbangan Pakaian bekas layak pakai, tas, sepatu, boneka, mainan anak-anak, dll Komunitas Anak Alam, yang ikut serta dalam pembagian buku pagi itu.

Tak tidur semalaman, membuat diriku berhasrat untuk membalasnya dengan tidur seharian di atas bed yang empuk, namun perasaan mengantuk sirna begitu saja ketika ponsel ku mengeluarkan suaranya. dan suara orang diseberang mengisyaratkan ku untuk siap-siap berangkat.

Jalan ini sudah tak asing bagiku, ini adalah daerah jajahan ku ketika aku akan menuju istanaku, tempat kelahiran ku. Sebelum ke tempat tujuan, aku dan teman ku harus menemui seseorang yang telah dan akan memperkenalkan kami dengan tempat tersebut ”Bli Putu”.

Kenangan masa lalu hinggap di benak ku dan teman ku akan daerah yang akan kami tuju. Puskesmas II Sukawati dengan wajahnya yang baru, warung Kak Okoh yang selalu kami tongkrongi selama 2 minggu tampak tak berbeda, begitu juga dengan tempat kami selalu me-laundry pakainan, dan teringat kembali akan tempat tinggal kami saat kami melakukan Praktik Kerja Lapangan Di Desa Singapadu Kaler.

Melewati kenangan masa lalu, kami mulai masuk ke dalam sebuah gang kecil dan dari gang kecil tersebut kami berbelok dan melewati jalan yang membelah tegal dan membawa ku ke tempat tujuan kami,

WOW.... tempat yang tak terduga, di tempat yang dikelilingi banyak pohon dan semak belukar, berdiri sebuah sekolah yang bernama”Puri Damai” yang belokasi di Banjar Tunon, Singakerta Ubud. Teriakan anak-anak yang sedang bermain menyambut kedatangan kami disana. Bli Putu memperkenalkan kami dengan pengelola sekolah tersebut dan memperlihatkan kami tempat dimana ”Bu Dayu” seorang ahli tanaman herbal menyimpan semua tanaman herbalnya yang sudah kering dan katanya tanaman tersebut dapat mengatasi penyakit-penyakit tertentu.

Teriakan ibu guru, membuat anak-anak yang mengikuti PAUD segera meninggalkan permainannya dan duduk dengan rapi untuk sekedar menyapa kami bertiga. Perkenalan pun dimulai. Yah......perkenalan ala anak PAUD, dengan gaya malu-malu mereka memperkenalkan diri mulai dari nama, tempat tinggal cita-cita, hobi, bahkan tempat mandi favorit mereka yaitu di ”teba” (sungai kecil di belakang rumah).

Setelah saling mengenal satu sama lain, mulailah pembagian buku kami lakukan. Bayangkan wajah-wajah mereka saat menerima buku-buku yang kami berikan yang merupakan sumbangan dari kawan-kawan anak alam dimanapun mereka berada. Rasa senang, penasaran tampak dari wajah mereka setelah menerima buku yang kami berikan. Gambar-gambar yang ada di dalam buku tersebut, yang memang jarang mereka lihat membuat mereka terkesima dan mulai bercerita tentang gambar yang ada dalam buku, walaupun tak sesuai dengan jalanm cerita yang sebenarnya. Waktu pun tak terasa berlalu, saatnya anak-anak tersebut untuk pulang dan terlihat para penjemput peri-peri kecil itu sudah menunggu di halaman sekolah.

Perjumpaan kami ditutup dengan lagu-lagu mereka. Tak terasa tempat yang tadinya penuh dengan anak-anak kini hanya tinggal beberapa saja yang memang rumah mereka ada disekitar sekolah. Kami sempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan pengelola PAUD tentang rencana kedepan kami untuk mencoba mengunjungi kembali sekolah ini dan berbagi dengan anak-anak yang lebih banyak lagi.

Teh bunga ”Rosela” yang sangat nikmat membasahi tenggorakan kami dan nikmatnya teh tersebut dapat kami nikmati dirumah karena kami dibekali masing-masing satu bungkus bunga rosela kering. Waktu tak mau menghentikan langkahnya, membuat kami harus beranjak dari tempat tersebut.

Pertemuan yang singkat itu merupakan pengalaman baru bagiku dan merupakan sebuah awal dari perjalanan ku selanjutnya, dan menimbulkan rencana-rencana baru yang sudah memenuhi pikiran kami untuk melakukan kegiatan yang serupa dan bahkan lebih daripada ini.

Akhirnya kami meninggalkan sekolah PAUD ”Puri Damai” menuju kediaman kami masing-masing. Menyempatkan diri kami untuk bernostalgia dengan Desa Singapadu Kaler dengan makan es kolak di warung Kak Okoh, tempat kami nongkrong semasa PKL.

ini baru awal.....


cinta,
Pande
Komunitas Anak Alam
jagalah bumimu, cintai anak-anakmu.

silahkan menambah tabungan bUKU kami...
1 Buku untuk 1000 Mimpi
2:58 AM

Aku Tinggalkan Cintaku di Tunon

4/5/10
07.45 wita

Fyuh..akhirnya sampai juga aku diparkiran asrama hari ini, setelah perjuangan melelahkan ku tadi malam melayani wanita-wanita tak berdaya di Rumah Sakit. Aku menuju kamar setengah berlari sambil menelpon Radha mengingatkan dia pada janjinya hari ini dengan ku. Jarum jam di tangan ku sudah mendekati pukul 8.00..huaks..aku tidak mau telat hari ini.

Kemarin Bli Pande sudah memastikan pada ku, 65 buku (kiriman cinta..he…) teman-teman ke project 1 buku untuk 1000 mimpi, akan kami kirimkan ke Banjar Tunon, hari ini. Untungnya aku sudah mempersiapkan yang harus aku bawa hari ini. Aku mandi alakadarnya (setelah dimarah sama teman-teman sekamarku karena berniat tidak mandi..hehe..) lalu mengangkut semua yang ada di tas ku. Untungnya lagi si “Jupe” motor bapakku (he..) ngga rewel hari ini, walau pagi ini belum sempat ku panaskan, langsung ku paksa menggangkut beban badan ku (maaf y jupe :D) ditambah badan Radha ngebut (ala NIA) ke tempat Bli Pande.

Setelah menunggu Bli Pande mandi (untungnya mandinya cepet…cepeeet banget…hihi..) perjalanan di mulai. Menyusuri Denpasar-Gianyar yang agak lengang hari ini (ini hari apa y??). jalan yang kita lewati ini sebenarnya sering aku lewati setahun yang lalu, waktu kampusku menugaskan ku melakukan PKL di Singapadu. Kenapa aku baru ingat sekarang ya?? Aku sama Radha jadinya ngegosip ga jelas mengingat kenang-kenangan kita setahun yang lalu di Desa itu sepanjang jalan.

Melewati banjar Samu, Singapadu (daerah kekuasaan ku setahun lalu..hihi..) kita belok ke kanan menuju Banjar Tunon. Hhmmm….aroma pedesaan mulai terasa. Kemarin waktu dikabari kita akan mendistribusikan buku ke Ubud, aku berpikir daerah Ubud itu isinya tempat wisata semua. Villa mewah, restaurant dan art shop di sepanjang jalan. Ups…tidak seperti yang aku lihat hari ini. Aku lebih tercengang lagi saat motor Bli Pande di depan ku membelok ke arah jalan tanah yang kecil, agak basah dan licin bekas hujan. Disekitar jalan hanya ada rerimbunan pohon. Oh no… aku sedikit tidak percaya yang di depan ku ini beneran Bli Pande, jangan-jangan aku mengikuti seorang penjahat yang ingin berniat jahat pada ku dan Radha….hehehehe…. Tapi keraguan ku hilang saat kita sudah sampai di sebuah rumah yang banyak anak-anaknya.

Seperti cerita Bli Pande pada ku, Ini rumah ibu Dayu. Beliau mendirikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Lingkungan Puri Damai di rumahnya. Rumah ini sangat menyatu dengan alam. Kemanapun arah mata memandang kita bisa melihat pohon. Kedatangan kami disambut oleh anak-anak, para guru dan Eci anak bu Dayu. Sayangnya bu Dayu sedang tidak ada karena bekerja.

Syukurlah kami tidak terlambat karena anak-anak belum pulang. Bener kata Bli Pande “Adrenalin ku meningkat saat melihat anak-anak” itu juga yang aku rasakan. Mereka membuatku grogi melebihi saat aku mengahadapi dosen-dosen ku. Saat Bli Pande menyuruhku mengenalkan diri, fuh… aku mengingat-ingat cara guru TK ku dulu mengajariku…hmm..hm…dam!!(
tidak ingat!!!!). yup..alahasil.. Berkomunikasi dengan anak kecil rumit juga. Kayaknya mereka agak bingung mendengar perkenalan ku. Untungnya ada Bli Pande yang mengajari ku..he…setelah perkenalan ku (yang cukup melelahkan) gilran aku yang mendengar perkenalan dari kawan-kawan kecil ku ini. Gaya malu-malu mereka membuatku gregetan (kalau saja ga ada bu guru dan orang tua mereka disana, bisa aku culik satu anak itu saking ngegemesinnya..hehehehe)

Selanjutnya kami memberikan buku-buku (kiriman cinta) dari kawan-kawan anak alam pada mereka satu per satu. Ada satu anak yang menarik perhatianku. Dia tidak ikut perkenalan tadi. Saat aku dekati dia bersembunyi ketakutan di belakang ibunya. Namanya Dika. Ibunya bercerita pada ku, bahwa anak ini mengalami trauma pada setiap orang asing yang datang mengunjungi sekolah mereka. Karena dulu pernah ada seorang bule datang berkunjung ke tempat itu memakai kostum monyet. Tukan…Bli Pande si bilang “kita semua adalah monyet”..jadi Dika takut..hehehe… Aku mengingat lagi cara guru TK ku merayuku dulu..hmm…aku kerahkan semua rayuan pada Dika..hingga dia mau menerima buku dan mendengar sedikit cerita ku tentang buku itu. Yes….!!! Hahaha… aku bisa..walau wajah Dika agak sedikit terpaksa..hehe… (maaf ya sayang,,,:D)

Wajah anak-anak ini begitu berseri-seri saat melihat-lihat isi buku. Walaupun sepertinya tidak semua mereka mengerti isinya. Seperti anggukan seorang anak bernama Pink saat aku bertanya setelah membacakan sedikit cerita Peri Salju kepadanya “Pink mau jadi Peri Salju??”. Anggukan yang tulus…
Selamat bermimpi dik…



Kakak akan datang lagi membawa mimpi-mimpi yang baru pada kalian….

Kawan,…1 buku yang kalian kirimkan telah menjadi mimpi untuk anak-anak ini….

Kami harap kedatangan kami pada mereka juga akan menjadi mimpi mereka malam ini…

Hhhhh…aroma-aroma cinta telah ku sebarkan hari ini….

love,
Nia
project leader 1 Buku untuk 1000 Mimpi Komunitas Anak Alam