Showing posts with label Puisi Anak Alam. Show all posts
Showing posts with label Puisi Anak Alam. Show all posts
7:48 AM

Suara - Suara Tak Terdengar

....

Dari tumpukan-tumpukan sampah itu,
Dari tanah-tanah kering itu,
Dari emperan-emperan toko dalam malam hujan,
Aku dengar suara-suara itu.

Apa kupingku terlalu tipis genderangnya?
Apa itu penting?
Apa arti pujian?
Apa arti celaan?

Suara-suara tak terdengar itu mengiang jauh lebih nyaring!



Copyrighted: Pande
..suatu ketika...
7:40 AM

Duduk dengan Lelaki dari Pulau di Toko 24 jam

pergi jalan-jalan:

ada orang mabuk di depan toko 24 jam
masih dengan pakaian sembahyang
1 kerat bir bin*ang
pesta masih panjang.
"mari ikut bersulang!"
mereka memanggilku dari kejauhan.
mereka bangga
(entah apa yang dibanggakan
aku sungguh tak tahu)

berebut:
kasta
asal-usul
garis keturunan
terakhir:
kentut.

(awas jangan mengambil keputusan saat mabuk)

kita menginjak pulau yang sama bung!
kita terlahir di pulau yang sama bung!
kita akan mewariskan pulau yang sama bung!

sementara kita ribet,
yang lain menertawai
dan menaburkan minyak bakar
menambahi sumbu
(siap-siap jadi abu)

sementara di rumah:
anak-anak lupa bahasa ibu
ibu-ibu malu dibilang kampungan
gak eksis dan gaul
(segera hilang satu warisan leluhur)

hah...

hari ini:
baca koran,
rp.3000
beritanya kronis tahunan
lagi-lagi itu
(bosan tau?)
pembangunan villa di hutan lindung,
pejabat pemerintah yang korup
rakyat kecil yang demo
:lingkaran setan
(media masa betul-betul menjadi tak kreatif
kejar terbit dan iklan)

tadi siang melintas di jalan penelokan-kintamani,
gunung ditutupi pelang iklan
danau terhalang baleho iklan

(kita budak iklan)

hari ini:
tonton tv,
banyak reality show
gosip artis
tentu sinetron
dan berita kriminal
(apa bedanya dengan koran)

(maaf: yang bayar iklan itu,
kita juga saat kita beli barangnya
wakakak....)

hah,... syukur:
sedikit terhibur oleh
novel bagus dan majalah wisata eksotis
(mata dan hati terobati)

yang lain ikut-ikutan sibuk
aku lihat wajah-wajah yang aku kenal
yang duduk di kursi sana
yang kami pilih lewat lemparan dadu
dan kini jadi jubir kami-kami
gagah modal baju safari
namun otak 'hampir' udang
gelar di belakang pinjaman
atau mungkin masih kreditan

bung,
kau sibuk
(tapi entah apa)

bung
kita sibuk
(tapi entah apa)

aku lihat anjing, burung, ayam, ikan
juga sibuk
(tampak mereka tersenyum)

barangkali rocket rocker betul:
(kita semua telah hilang ingatan!
bung!)

atau kuburan band:
(lupa.. lupa.. lupa.. lupa..........)

ya, kau telah mabuk


salam
pande
malam mendekat pagi...
aku memilih segera tidur
7:39 AM

Duduk dan Bercakap-Cakap dengan Lelaki Penjual Pulau

:untuk Cok Sawitri


di pulau itu,
disitu sekarang banyak orang datang,
berbondong-bondong untuk menetap dan tinggal,
kau bisa beli apa saja:
tanah,
air,
sungai,
danau,
pantai,
tebing,
jurang,
bukit,
tentu:
pulau.

kau bisa bangun apa saja
villa,
resort,
resto,
club,
tempat dugem,
apartemen,
ruko,
mall,
bioskop,
kebun binatang.

tentu kau bisa lakukan apa saja,
sesuka hatimu,
seisi kantongmu.

di pulau itu
sekarang banyak:
buaya,
gajah,
copet,
maling,
pemabuk,
wanita jalang,
tentu kawanmu si pembeli pulau.

sekarang kau kaya raya De,
punya uang milyaran,
kau pongah,
kau lengah,
kau punyah,

kau beralasan:
"Hidup hanya sekali Tu,......."
"nikmati."

nah,
jika saja semua berpikiran seperti itu.
walah,
(ibu bumiku kan ditelanjangi tak karuan)

nah,
sekarang kau bisa beli apa saja:
jabatan,
perempuan,
gelar,
mobil mewah,
rumah mewah,
blackberry,
pembantu,
sopir,
pujian.

sejak pagi itu,
kau bilang,
kepalamu sakit.

"ada apa De?"

terkena stroke,
tekanan darah tinggi,
migran sebelah,
kolesterol tinggi,
serangan jantung,
insomnia,

"kenapa lagi De?"

kebanyakan minum,
kebanyakan duduk,
kebanyakan dugem
kebanyakan kelayapan
kebanyakan makan

(sementara di luar: banyak yang kelaparan,
dan tak punya tempat untuk tidur ini malam)

lalu kau bawakan kami:
investasi,
agama,
budaya,
buaya,
gajah,
biawak,
unta,
macan,
singa,
ikan piranha,

(kami tak butuh itu De)

Btw De,
: thankz to sell my homeland!
terimakasih telah menjual pulau kami ...

we are all hell sick!

(nanti anakku tinggal di mana?)

pulau: ketika lugu dan bersahaja kala itu

Salam
Pande
malam ini
trims telah tak peduli...
7:36 AM

Serenade Kampung Halaman

dari atas bukit akan kau lihat
ada gadis kecil di bidak-bidak ladang
dan bocah kecil mencari udang

sementara mentari baru beranjak
penduduk bukit melintas setapak
seperti biasa turun ke desa
mengisi hari dengan kerja

dari atas bukit kau akan lihat
ada tiga gunung dalam jarak pandang
ada danau luas melintang

sementara mentari beranjak
semakin tinggi tak berjejak
kita masih seperti biasa
mengejar sesuatu serupa apa?

disini
di tanah ini
dari atas bukit
dalam air yang mulai surut
dalam hara dekat kerontang
dalam rahasia hidup yang tak pernah kita faham
timbunan uang tak kan kita bisa makan
timbunan belulang dekat berserakan



pande
11/11/09
love to the bone
7:05 AM

Seekor Anjing Putih dibawah Mobil Minivan Hitam

08:00 am: Di pinggir jalan aku melihat ada seekor anjing sedang tertidur nyenyak
Berteduh di bawah sebuah mobil minivan mewah berwarna hitam. Tidur pulas!

Tiba-tiba, dari jauh aku melihat seorang laki-laki dengan pakaian adat Bali sedang berlarian ke arah mobil tersebut. Segera ia membukakan pintu untuk seorang wanita bule, dan menghantarkannya menuju sebuah hotel resort terkenal di tebing sungai ayung.

Tubuh telanjang sang anjing ditampar cahaya matahari.
'Sh****t....... huahmmm..." ia menggumam.
Anjing putih itu pun terbangun.

Aku melihat ia berjalan pelan, menelusuri jalanan paving beton yang diatasnya tercetak ratusan nama sponsor, mulai dari nama cafe, restoran, pengusaha kaya, hotel, dll. Hinggai ia menghilang di ujung jalan.

13:00 pm: Hey...lihat... itu anjing putih tadi! Ia mengorek-ngorek tong sampah di depan hotel, villa dan restaurant, mencari sisa nasi, pizza dan burger. Ia tak mendapatkan apa-apa!

14:00 pm: Aku melihat anjing putih itu lagi! Ia duduk melongo di sebuah kerumunan pesta yang sedang menikmati 'buffet lunch' arisan dari ibu-ibu istri pejabat.

16:00 pm: Hingga sore ia lelah. Ia pergi......
Pergi, berjalan, melewati jalan trotoar di depan puri,
Anjing putih itu akhirnya diselamatkan oleh LSM 'yang katanya' peduli anjing!

18:00 pm: Sore itu aku pulang dan melewati jalan itu....
Sebentar lagi, kalian juga akan lewat.

Semoga, kali ini ada yang menyisakan nasi satu dari kita
Untuk seorang anak kecil dengan rambut gimbal,
yang biasa tidur di bawah mobil minivan itu kala malam.

Sementara,.. aku pulang...... ..... akan kembali!
akan kembali NAK!

courtesy: rakyatmerdeka

love
Pande
di suatu tempat,
pada suatu waktu

'love and compassion is a basic human qualities.
without them humanity cannot survive.'
-dalai lama
6:35 AM

ada malam dan 1000 bintang jatuh

(lalu)
diantaranya kita selipkan mimpi-mimpi
ada kau
aku
kita
gemintang
langit
setapak
rerumput
bukit
ada puncak gunung menyembul malu-malu kucing

ada senja baru saja beranjak
ada malam baru berarak
berselimut kubah penuh gemintang

panjang setapak tlah kita pijak
ada tuntas
ada baru diretas
ada pula anak-anak kita temani
baru tatas belajar hurup
menggambar hidup
bernyanyi riuh
sebagian merangkak,
sebagian lagi tlah:
berjalan
berlari
terbang
(tak lelah menggapai bintang!)

ini sudah malam:
"nak tidurlah"
"jeda"

sebentar kak:
kak,
apa itu mimpi?
bunga tidur?
bunga jiwa?
pantas terus kita jaga?
bak kebun
terus mekar setaman

kemarin
hujan turun
malam ini bukit diselimuti halimun
esok pagi mentari tersenyum di ujung ufuk
terbit di timur
beri hangat
apa itu hidup?

kak,
apa waktu yang meski kita hitung
atau bagaimana kita mengisinya?

kak,
tadi pagi
kami menulis sebaris kalimat untukmu
dengan tinta hati
di atas puncak bukit: selamat ulang tahun

dan ini doa
dari anak-anak kampung
sebagai hadiah ulang tahun

kami hanya punya itu.
barangkali lebih berharga dari kue tart
black forest
lilin
hadiah kado
ikan panggang BBQ
dan lagu selamat ulang tahun.

kak: senyum. berbahagialah. malaikat.



love
anak-anak alam
8 maret

nanti malam bersama-sama menunggu bintang jatuh. 'make a wish'
6:32 AM

Aku Menulis Maka Aku Ada

nopik

maka jika ada satu hari tersisa,
aku hanya akan menulis.



Badannya kecil, begitu juga umurnya. namun anak kecil inilah yang aku cari-cari. ia yang menuliskan cerita karangannya dengan sempurna untuk anak seumuran dia. sekali lagi, keputusan juri tak bisa diganggu gugat. ia, dengan kesadaran penuh harus saya menangkan untuk lomba menulis cerita tentang kehidupan pribadi anak-anak dan membacakannya di depan rekan-rekannya malam itu.

harus saya akui, anak ini memiliki kemampuan menulis yang baik, menulis dengan format cerita mini, dengan plot yang secukupnya alias pas. ia fokus pada hal yang benar-benar ia mimpikan, dan ini diluar kelaziman seperti teman-temannya yang lain yang masih menulis semacan kegiatan sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi.

ia menyisihkan bahkan teman-temannya yang sudah sekolah di SMP. dan gadis kecil yang kedua ini, menemani ia untuk berdiri di atas panggung untuk memenangkan juara dua. ia adalah arniawati anak kelas empat SD yang memiliki bodi tak jauh beda dengan nopik. dan kali ini aku menemukan penerus dewi 'dee' lestari dan ayu utami dari belandingan, ia nopik dan arniawati.

ya, setiap hari kecuali hari minggu, kami selalu mengadakan lomba-lomba sederhana saja, dengan alat sederhana saja, untuk memberi mereka kesempatan unjuk gigi, unjuk kreatifitas dan menguji keberanian mereka. sejauh ini, aku merasa terhormat menonton apa yang telah mereka perlihatkan kepadaku.


love,
pande
wangi
naris
juli
karma
ratih
para juara
6:31 AM

Sebuah Taman Kecil


Indonesia adalah sebuah taman,
miris lihat benalu tumbuh subur mengakar.


Dari kejauhan 5 pahlawan kecil kami berlarian riang menelusuri jalan. Pagi, seperti biasa, seperti pagi ini, semua akan sarapan pagi mereka di warung dadong Jero Guris, membeli sarapan bubur beras. Bahkan, uang yang biasa kalian jadikan uang parkir, 500 rupiah di tempat ini ia bisa menjadi penanda awal hari bagi anak-anak ini.

Tak ada tukang koran yang lewat. Aku telah menunggunya sedari tadi. Pantas saja, siapa yang mau membawakan koran ke kampung sejauh ini? Maka, jangan tanya mereka berita politik. Jangan pula tanya nilai tukar rupiah. Apalagi IHSG bursa efek. Ssttt…. Bagaimana dengan majalah wisata, remaja, ‘dewasa’, komik atau novel…??

Jangan tanya mereka buku favorit, jangan tanya mereka Chiken Soup, The Secret, Twilight, atau Sang Pemimpi dan Laskar pelangi. Jangan juga tanya mereka dugem. Pun juga KFC, McD, Pizza Hut, Dunkin Donuts.

Tapi hah… aku masih bersyukur, mereka masih punya penghiburan, ia adalah keranjang rumput, sapi, kayu tik, jolagan, pohon nangka, dan sesekali roller blade bekas yang sudah tak berbentuk yang entah mereka pungut dari mana, kemudian diisi tali rafia, dan mereka menciptakan olah raga baru, roller ‘jungkir balik’ blade. Karena setiap kali menaikinya mereka akan sampai di ujung jalanan menurun sambil jungkir baliknya anak-anak ini.

Sesekali memanjat pohon nangka, berpesta hingga ‘mabuk’ buah nangka, menunggu hujan reda, membakar ranting cemara untuk api unggun, melempar biji nangka ke dalam api, kemudian melanjutkan pesta dengan biji nangka bakar. Terkadang dengan keterbatasan mereka jadi jauh lebih kreatif.

Pagi ini, seperti biasa, senyum tersemburat dari bibir tipis mereka. Cahaya ‘berbeda’ memendar dari raut wajah-wajah bening mereka. Entah itu cahaya apa?

Ya, ini adalah Indonesia kecil. Ini hanyalah kampung kecil yang tak pernah terucap namanya di warung kopi. Tak pernah dimuat beritanya di koran. Suara-suara mereka tertelan angin lembah. Namun karenanya, suara-suara itu masih murni (masih pantas untuk aku syukuri).

Disini kami membangun sebuah taman. Ini hanyalah taman kecil. Kami bangun taman itu diantara bebukit yang isi perutnya telah kau ambil. Di lembah, dimana titik-titik air jatuh dari tebing, memberi kami penghiburan, lagu riak air mericik yang mendendangkan irama titik air menepuk bebatuan. Tik..tik..tik..tik…. sesekali berpadu dengan suara ayam hutan yang berkokok lantang dari belukar di bukit.

Disini tak ada hiburan sinetron, layar lebar, play station. Kami tak punya sisa uang untuk membeli tv atau segala macam mainan komputer itu, kami belanjakan uang kami hampir semua untuk membeli benih bunga.

Baru saja hujan lewat. Telah beberapa minggu ini hujan turun. Kami tentu senang musim hujan masih bersahabat. Rerumputan telah lama menahan rindunya, menunggu ‘pencerahan paling berharga’ dikecup titik-titik air hujan bening.

Baru tadi kami semai ratusan benih-benih bunga baru. Semoga pucuk-pucuk muda mekar!


Salam anak Indonesia,
Salam anak alam


Pande
Belandingan,
22/02/2010

Kami bangga menjadi anak-anak muda Indonesia.
Taman ini hanyalah hadiah kecil yang bisa kami berikan untuknya.
Tetaplah cantik.
6:17 AM

Cahaya di Ujung Bukit

disini
ada bukit untuk didaki
ada beribu pohon pinus
menghampar bebatuan karang

ada cahaya di ujung bukit
adakah kau lihat?

sebentar lagi kita sampai
sebentar lagi
(sabar)

sekarang
kita sejenak rehat
usap peluh yang deras mengalir
berbagi seteguk air

segeranya
setibanya disana

akan aku tulis nama kita
di kaki biru langit
:dengan tinta cahaya api.



copyrighted:pande
di suatu tempat
suatu waktu

keep shining...
5:58 AM

Tahun Baru di Gunung

Jam 2 pagi,
Semua berebut ingin medaki gunung,….
Berebut untuk melihat matahari pertama tahun baru,…
Entah apa bedanya matahari terbit hari itu dengan hari yang lain.
Mereka bilang mereka mau menulis sebuah resolusi,
Entah apa yang ia maksud dengan resolusi…

Telah bertahun-tahun,
Semua orang menulis resolusinya di puncak gunung.
Tapi semua hanya sebatas goresan di atas pasir,..
Sama saja seperti ayam yang setiap hari membuat resolusi di tanah dengan cakarnya..
Lalu ia tinggalkan, dan pulang mabuk arak.
Awas, jangan menulis resolusi saat kesadaranmu hilang!

Telah bertahun-tahun aku mendaki gunung di tahun baru hanya untuk membaca resolusi-resolusimu itu.
Begitu juga pagi ini,
Aku baca semua resolusimu.

Lalu aku pulang,…
Di perjalanan aku berpapasan dengan seorang anak kecil dengan keranjang bambunya sedang mencari rumput di kaki gunung.

Aku tanya anak itu: “Apa resolusimu Dik???”

Ia menjawab:
“Resolusi apa Kak?”
“Bisakah resolusi itu memberi kambingku rumput??”



love,
pande
5:55 AM

Chairil 'Karmajaya' Anwar

I Wayan Karmajaya

"Jika untung malang menghamparkan
Aku dalam kuburan dangkal
Ingatlah sebisamu segala yang baik...
Dan cintaku yang abadi..."

- Chairil Anwar-


anak ini datang terakhir kali dengan malu-malu. tapi dari tatapannya aku tahu ia menyimpan sesuatu. ada bara api di matanya, dan sengatan petir di sesungging senyumnya. "jika kamu tak bawa puisi sendiri, kamu bisa membacakan puisi dari buku-buku yang saya punya ini. kamu tinggal pilih." aku beri dia kesempatan karena aku lihat ia ingin maju tapi malu-malu.

Aku berikan ia puluhan buku puisi. aku pikir ia akan memilih Aku Ini Binatang Jalang - chairil anwar, eh ternyata ia ambil buku puisi cinta. (oh, so sweet...).

dan betul, panggung jadi riuh karenanya. puisi itu menjadi seperti kilauan petir karenanya. gayanya khas: lucu, cuek, namun sesekali senyum membunuh. ah, karakter penyair tajam.

ia menyisishkan 15 penampil lain malam ini yang ikut lomba puisi pertama dalam sejarah keberadaan desa belandingan. malam menjadi hangat, walau seharian hujan mengguyur lebat. Ya, keputusan juri tak bisa diganggu gugat. "dengan ini aku memenangkan karmajaya sebagai juara lomba baca pusi malam ini." aku umumkan juara dengan bangga. aku telah menemukan chairil anwar-nya belandingan, yang sudah sangat lama terbungkam dan kini ia mengaum kencang.

namun sejatinya, ke 16 penampil malam ini semuanya adalah juara. "kalian juara! berdiri di depan panggung ini adalah para juara!" (walau ada yang baca puisi sambil terkencing-kencing!) :). aku tutup lomba sembari memberikan hadiah buku tulis+pensil+pena untuk mereka.

pesan untuk anak-anakku: "teruslah menulis. kau menulis maka kau ada.!"

oh, LORD. what a night for me.
berikut adalah beberapa puisi lain yang mereka bawakan malam ini dan tulisan tangan mereka dikumpulkan kepadaku:

KEBESARAN TUHAN

Oh,.. Tuhan
Engkau adalah penguasa jagat raya ini
engkau sebagai pencipta
engkau sebagai pemelihara
engkau pun sebagai pelebur
oh,.. Tuhan
sungguh besar jasamu
jasamu tak kan ku lupakan.

karya: puspasena 7/1/10

AJI DARMA

malam lelap bersamaku
nyanyian sunyi jadi gumam
kini suara jangkrik
tak ada kidung dan dongeng
entah kemana hanya lolongan
serigala tua
terpacu dengan jantungku

PETANI

jika pagi menjelang
kau terbangun dari tidur
pergi ke ladang adalah tugasmu
engkau selalu mengurus padi
yang hampir menguning
kicauan burung
selalu menemanimu
ingin selalu kurasakan
indahnya ladangmu

ALAMKU

alam luas kupandang
lembah hijau berbatas gunung tinggi menjulang
angsa putih berenang di tepian bengawan
mengingatkanku pada sebuah negeri impian
kemilau air di muka telaga
undang aku tuk tamsya bersama

APAKAH TUHAN MARAH

apakah tuhan marah
banjir tak henti mengalir
gempa tak henti membelah bumi
angin beliung turut hadir
menambah kesedihan di hati

apakah ini pertanda tuhan marah kepada kita
karena kita tidak bisa menjaga
segala yang ada di sekitar kita
marilah kita benahi diri menjaga
yang ada di bumi
agar tuhan tak marah lagi
dan mengampuni dosa kita semua selama ini

LAYANG-LAYANG

bila teriup angin kencang
kau terbang tinggi di awan
nampak apik dan menawan

layang layang
kau memang menawan
laksana burung yang terbang
membuat orang jadi senang

PURA

pura genah suci nirmala
baline ngaturang sembah bakti
astiti bakti
nyuksemayang ati
nugraha paswecan pramakawi

tingkah ayu
wantah niki katuju
mangda lasia rahayu
mangkin serahina

ring pura
ramya kalangku
semeton jaba negara rawuh
ngaturang dolar
suwe sida ipun rahayu
yadi astun tan wali
mangkin asapunika kaperahang
sira uning ipun cuntaka
taler kapuputan
cara mangkin

GURU

ketika lonceng masuk berdentang
kami siap menyambut kehadiranmu
dengan senyum dan ketulusanmu
kau berikan ilmu yang berguna untuk masa depan kami

guru
maafkan perilaku kami yang menyusahkanmu
sedih maupun senang di hatimu
kesabaran selalu terpancar di matamu
jiwa besar dan pengorbananmu
harus kami tiru
semua itu demi kemajuan bangsa

guru
jasamu sangat berarti untuk hidup kami
tak akan kulupakan sepanjang hayat
akan kami ingat selalu nasehatmu
menjadi pedoman setiap langkah kami
terima kasih guru


Manis
Wayan Rawat
Wangi
juli
Senisoma


love,
pande
belandingan, malam ini.
you show me who you are tonite kids,...
5:52 AM

Surgamu Dimana?

Belandingan,
Bahkan kampung ini mungkin tidak tercantum dalam peta,
juga tidak pernah dibicarakan di warung kopi tempat orang-orang menikmati diri.
Sebuah lembah hijau kecil, dikelilingi bebukitan.
Angin berhembus sepoi-sepoi menyapu wajahku mencuci debu.
Pohon cemara dan bambu melambai hangat bersahabat.

Menelusuri jalan berliku sungai kering berpasir tebal,
Dimana gerangan airmu, atau kau sedang menunggu hujan?
Sepeda motorku menari seperti di catwalk.
Atau seperti rodeo yang tunggang-langgang?
Sebuah kedamaian, hamparan kehidupan, gubuk kecil beratap ilalang,
Segelas kopi arabika asli Bali, dalam dunia kecil.
Sinyal hand phone penuh lima, menandakan kehidupan disini,
detik ini, bakal milik dunia jika aku berkabar kepadanya melalui layar monitor laptop.

Kembali pulang,
Anak-anak kecil berwajah polos dengan sepatu dilepas digantungkan di tas mereka.
Pulang sekolah berjalan kaki jauh menelusuri jalan bebukitan.
”Kak, sini ikut kita bersama-sama makan buah nangka...,
biar kami panjatkan lagi!” anak-anak itu menawariku.
Persahabatan telah dimulai, tidak peduli apa dan siapapun kita.
Jalanan menanjak dikelilingi gunung, danau, bukit, lembah, kampung, ladang.
Alam membuka wajahnya lebar-lebar dan tersenyum kepadaku.
Bahkan kepadamu juga!
Seperti senyuman anak-anak itu.

Kembali pulang,
Dengan hadiah sebuah cerita kehidupan.

Mungkin mereka anggap surga itu jauh di atas langit?
Atau bahkan mereka tidak mengenal surga?
Atau bahkan tidak ada kata-kata surga dalam kamus mereka.

Tapi,
Bagi aku,
Surga itu ada.
Mereka itu adalah surga!
Surga itu ada pada senyuman anak-anak kecil itu.
Surga itu ada pada orang-orang kampung yang baru pulang istirahat setelah seharian ke ladang.
Surga itu ada pada secangkir kopi arabika Bali di gubuk beratap ilalang, yang tidak dijual di warung kopi, atau coffee shop.
Surga itu ada pada buah nangka manis yang kita makan bersama-sama, semanis senyuman anak-anak itu!


Surgamu dimana?



Copyrighted © Pande
jan 6, 10
Sebuah kampung yang tidak ada dalam peta.
maaf, surga tak untuk dijual! :)