Showing posts with label Project Anak Alam. Show all posts
Showing posts with label Project Anak Alam. Show all posts
4:15 AM

RIDE 4TH CHARITY. VIBER - KOMUNITAS ANAK ALAM



Never doubt that a small group of thoughtful,

committed citizens can change the world; indeed, it's the only thing that ever has.

Margaret Mead

aku sedang membayangkan, bagaimana jadinya kalau 350 pengendara Vario itu numplek di belandingan, sementara jumlah KK di belandingan cuma 140 KK. haha..... belum lagi mereka memarkir Vario mereka berjejeran di jalan utama belandingan dan semua warga tumpah ke jalan, maka jalan itu tak kan bisa dilalui kendaraan lagi.

terimakasih untuk VIBER (Vario Bali Riders) yang pada akhirnya menjadi komunitas motor pertama yang menjejakkan kakinya di belandingan setelah sebelumnya komunitas VW Montogen dengan komandan Bli Kodrat telah mendaratkan kodok-kodok dan combi mereka di atas bukit. sebuak pengalaman yang sangat berkesan tentunya buat para riders dan anak-anak alam. kedatangan 'mahluk-mahluk' aneh itu.

dan ini adalah surpise mereka yang kedua, setelah pertemuan kami beberapa hari lalu di Dunkin T.Umar (maaf, biar gampang ngumpul aja) bahwa diantara semua yang nanti mereka akan sumbangkan, akan ada 24 ekor (2 lusin) ayam kampung yang akan dihibahkan untuk anak-anak alam sebagai pilot project program Ekonomi anak alam, membantu mereka untuk mengembangkan usaha telur ayam kampung.

namun jika teman-teman lain masih mau menambahkan satu dua ekor ayam lagi, tentu sangat dipersilahkan, disarankan yang betina ya.... namanya juga prokek ayam petelur. dulu kami selalu memimpikannya, dan sempat hampir terwujud, dan kini VIBER yang memecahkan telur itu. hehe... great job brow.... dan sekali lagi ketika kita berani menjaga mimpi itu, maka seperti apa yang buku The Secret dan Alchemist tulis, semesta akan bahu-membahu membantu kamu mewujudkan mimpimu. terimakasih untuk kalian yang masih berani menjaganya.....

setelah rekor sebelumnya 100 Kalam saat tahun baru 2 tahun lalu, sepertinya ini akan menjadi rekor baru jumlah kawan anak alam yang datang dalam satu kegiatan anak alam di belandingan. jadi, BRAVO untuk VIBER!

sejatinya, saya bangga dengan VIVER. digawangi anak-anak muda (seperti halnya KALAM) dan sepertinya kerjasama ini akan terus berlanjut, setelah selama ini perayaan ulang tahunnya dirayakan dengan pesta di rumah, manggang ikan, kali ini mereka turun gunung dan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak kami yang barangkali tlah memendam rindu lama, tak sempat kami kunjungi.

dan sekaligus kami mengundang kawan-kawan anak alam yang memiliki waktu luang untuk ikut berpartisipasi dalam acara:

RIDE FOURTH CHARITY

Lokasi: Desa Belandingan - Kintamani

Hari: Minggu

Tanggal: 10 Juli 2011

Pukul: acara dimuali pukul 12:00 (keberangkatan bisa diatur masing-masing)

Peserta: 350 orang riders (BALI - JAWA - LOMBOK)

Acara: pembagian sumbangan ayam, pakaian bekas, buku, dll kepada anak-anak alam. bermain bersama anak-anak alam.

So,..... minggu depan jika tak ada yang kalian kerjakan. tancep MOTOR kalian (gak hanya vario) ke belandingan bersama-sama. kalian juga bisa berangkat sendiri dan langsung ngumpul di BASECAMP ANAK ALAM - Songan sebelum jam 12:00 kemudian berangkat bersama-sama ke belandingan.

sekali lagi, kegiatan ini kami persembahkan untuk para PEMIMPI! kalian.......

salam anak indonesia,

ANAK ALAM

6:44 PM

PAMERAN FOTOGRAFI AMAL "UNTOLD STORY OF BALI"

Alliance Francaise Denpasar,
Jl Puputan I, no 13A, Renon Denpasar 80235
15 - 31 Januari 2011



denah lokasi pameran:
Allianz Francaise



Sebuah potret desa dibalik bukit dengan kehidupan yang jauh dari glamornya pariwisata Bali. Disini terdapat anak-anak yang jauh dari kata 'berkecukupan' dan disaat anak-anak seumuran mereka bisa bisa menikmati fasilitas pendidikan lengkap, gizi yang cukup, bermain play station, jalan-jalan ke mall, makan makanan cepat saji, ke salon setiap akhir bulan, anak-anak Desa Belandingan melewati keseharian dengan rutinitas yang sama, me...mbantu orang tua untuk menambah penghasilan tambahan, bekerja di lahan pertanian, menjaga adik-adiknya, mengambil air dari bak yang berjarak beberapa kilometer untuk dibawa pulang, bermain dengan mainan sangat sederhana, atau berjualan makanan kecil keliling kampung.

Sejak momen yang menyentuh itu kami bermimpi suatu ketika kelak bagaimana caranya agar kami bisa membantu mereka sehingga memiliki kesempatan untuk melihat dunia luar seperti anak-anak yang lain, memberikan pengalaman hidup yang lebih baik, akses terhadap pengetahuan, membentuk masa depan yang lebih layak. Dan dengan memulai hanya bermodalkan mimpi itu dan semangat, kami berharap mampu mewujudkan mimpi itu, tentu juga bersama kalian, meninggalkan jejak keringat kita bersama-sama!

Kita diajak melihat-lihat potret Desa Belandingan dari 6 sudut pandang anak-anak Desa Belandingan yang jujur dan polos. Tentang rumah, keluarga, teman, dan kegiatan mereka sehari-hari yang terekam dalam karya fotografi anak-anak.

Tempat : Alliance Française Denpasar,
Jl Puputan I, no 13A, Renon Denpasar 80235
Waktu :
- Opening : 15 Januari 2011 (18.00 - 22.00)
- Photography discussion : 22 Januari 2011 (18.00 - 22.00)
- Movie screening : 29 Januari 2011 (18.00 - 22.00)

Contact :
- Anggara Mahendra (081 856 36 73)
- Vifick (0856 580 254 17)
8:59 PM

kanvas putih di jari anak anak belandingan (seni soma project)




di mata anak-anak tak ada 7 keajaiban dunia
yang ada 7.000.000 keajaiban dunia.

"nah, sekarang kakak mau tanya, siapa dari kalian yang pernah ke denpasar???" aku mencoba menerka. namun ini diluar dugaanku, semua anak-anak diam, bisu, satupun tak ada yang mengacungkan tangan.
"lho,....."
hatiku menggumam:
"kalian anak-anak Bali?"
"harusnya kalian berhak melihat bali kalian, bukan hanya turis-turis itu......"

oh dear bapak ibu pemerintah, jangan lupakan anak-anakmu ini. pliz......!
(semoga kita masih punya hati. atau sudah dijual kepada orang luar negeri?)

anak-anak belandingan. anak-anak yang tak seberuntung kawan-kawan mereka di kota , namun di balik kesederhanaannya, keterbatasannya, kekurangannya, ada hidup yang sebenar-benarnya. yang jujur. baik dan buruk belum kabur. senyum menyungging. ada harapan besar di balik mata bening mereka walau tak terkatakan.

pagi: pagi sekali, kabut masih enggan pergi, anak-anak berlarian menghambur mengikuti aku kemanapun aku pergi. ya, telah sebulan lebih aku tak datang untuk menemui mereka di belandingan dan barangkali saja kerinduan mereka memuncak. kesibukan akademis, pribadi, sesekali hilang menemukan jalan, membuat kakiku terikat lebih banyak di ubud / denpasar. (namun tenang nak, hati kakak tlah menetap di kemapungmu melingkupimu. kakak ada terus disitu.)

hujan deras mengguyur belandingan pagi-pagi. aku segera berteduh di sekolah. anak-anak mengikuti aku, tampak sebagian dari mereka -yang kebanyakan perempuan- sedang menggendong adik-adik mereka. yang lain tentu sedang di ladang. ada darmawan dan yudayana serta beberapa anak laki-laki lain. beberapa minggu lalu aku berikan mereka 10 kanvas ukuran 40 x 40 cm untuk dilukis, cat akrilik, kuas, dan cangkir teh yang kemarin aku gunakan untuk mencampur warna. menunggu hujan yang tak pasti akan reda, kenapa tak isi waktu saja?

"oya, dar.... kanvas yang kemarin kakak beri itu sudah dilukis belum?"
"sudah kak. ada di rumah saya."
"mmm... kalau begitu boleh kamu ambil. kakak mau lihat"

rumah darmawan tak jauh dari sekolah. dalam hujan ia memayungi dirinya dengan daun pisang, dan kembali dengan kanvas-kanvas lukis itu dalam bungkus plastik.

"lho, kok gak diwarnai?"

(dan inipun yang kembali kepadaku hari ini cuma 7 kanvas saja, yang lainnya entah kemana...)

aku kaget karena ternyata akrilik, cangkir pengaduk cat masih terbungkus rapi dalam kresek putih kecil seperti kemarin, dan kanvas-kanvas itu ternyata hanya dilukis menggunakan pensil. namun tak apa, toh coretan-coretan pensil mereka sunguh cantik. kalau begitu kenapa nggak mewarani bareng saja pagi ini.

ternyata aku baru sadar, mereka tak tahu menggunakan kuas dan cat akrilik. merekapun tak tahu bahwa campuran cat akrilik itu adalah air, bukan minyak. dan mereka memilih untuk tak menggunakannya. pilihan yang tepat.

ada dua lukisan yang paling menarik mataku pagi itu. milik ni wayan seni soma dan komang trisna wangi. hehe... lagi2 perempuan menang. mereka menulis namanya besar-besar di pinggiran kanvas. ternyata mereka tak ada di kerumunan anak-anak pagi itu. wayan tik mendatangi aku dan berniat akan mencarikan mereka berdua ke rumahnya, ketika aku bertanya dimanakah gerangan kedua pemilik lukisan pensil ini. sembari sejenak menunggu hujan reda.

akhirnya mereka berdua datang. wajah-wajah yang sering aku lihat dan aku kenal, namun tak ku sangka mereka pintar melukis. mereka berdua tampak bingung ada apa gerangan aku menyuruh mereka datang ke sekolah. namun ketika mengetahui bahwa hari ini kita akan mewarnai lukisan mereka masing-masing, mereka sumringah. aku bukakan alat-alat lukis, mereka berdua duduk di bangku sekolah yang pagi itu sepi karena masih liburan hari raya.

"sekarang kita mewarnai lukisan kalian berdua ya"
"kakak suka lukisan kalian."
"bagus."

sementara teman-temannya yang lain mengerubungi.

namun berhubung hanya tersedia tiga kuas beda ukuran, maka seni soma yang mendapat giliran pertama untuk mewarnai.

walau akhirnya trisna wangi segera menyusul dan aku tak bisa menghentikan mereka berbagi kuas. ini adalah pelajaran paling mendasar, cara memegang kuas, mencampur warna, mengolesi cat, memilih warna yang disukai untuk digunakan menggambar gunung, ayam, dll.

dan setelahnya mereka terbang dalam goresan-goresan kuas, warna dan imaji. seni soma lebih menyukai warna pastel sementara trisna wangi lebih suka yang kontras.

hingga akhirnya mendekat senja aku di sekolah, seni soma menemukan sesuatu yang baru dalam kanvasnya (sebenarnya kami berdua yang menemukannya) dalam ikan-ikan teri yang memencar sesuka hatinya memenuhi kanvas.

untuknya akan aku buatkan project khusus SENI SOMA PROJECT. mau bantu kan? jika kalian ingin terlibat, sangat mudah caranya hanya dengan cara menyumbangkan ia kanvas dan cat akrilik. sebanyak-banyaknya kanvas. sebanyak itu ia akan melukis. dan setelahnya kita akan pamerkan kelak. (BARANGKALI SAJA hehe...) atau mau mengajari mereka melukis???? :)

seni soma, aku baru tahu selain pintar di kelas, ia adalah calon pelukis wanita sangat berbakat dari belandingan - BALI. jika dilihat dengan mata kasat, mereka hanya anak anak gunung, tapi jika dilihat dengan MATA HATI, mereka TALENTA TALENTA TERANG!




sekranjang cinta untukmu pahlawan-pahlawan kecil.


pande
dps
pagi ini

teruslah bermimpi Nak...

kembali ke HOME (halaman depan blog) :)

8:56 AM

Mengisi Liburan dengan Membaca Buku Bersama Anak Alam dan Perpustakaan Keliling Bali (see us at your village, dear!)




Liburan. ke mall? plesir? ke salon? baca buku di bawah pohon beramai-ramai bersama teman-teman sekampung????
-anak alam perpustakaan keliling bali

Angin berhembus sepoi-sepoi. mudah-mudahan hujan tak lagi banyak datang di musim kering. bayangkan anak-anak kita berjumlah puluhan, membaca buku Laskar Pelangi, Chicken Soup, Lucky Luke, Asterix Obelix, sambil berebut dengan teman-temannya ketika menemukan cerita menarik?

Argh......... (adrenalin kami seketika naik ketika menulis sepenggal paragraf pertama note ini di atas)

Ya, liburan bisa menjadi menarik tentu juga menyenangkan. Bagi ANAK ALAM, ini adalah sebuah hal yang tentu mengusik nurani 'pekerja kemanusiaan' kami, hasrat kami, untuk turun gunung, keluar kota, waktunya untuk berbagi bersama anak-anak kami yang lucu-lucu di pelosok-pelosok Bali yang tak pernah melihat wajah-wajah kami (hehe barangkali ini tak terlalu penting), tentu tak pernah memegang sebuah buku yang berjudul Laskar Pelangi atau bahkan mendengarkan pembacaan puisi LIVE!....

"Oke, nak, telponlah kakak SEKARANG!"
"ini nomer telpon kakak: 0817 265028"
"katakan: Datanglah ke kampung kami kak, bawa BUKU!"
"Silahkan kalian bisa nelpon kakak kapan saja, pinjem HP kakak-kakak kalian!"

hehe.... semoga anak-anak itu (tentu lewat kakak-kakak mereka membaca pesan kami di atas.)

Oh iya, dan buat kakak-kakaknya juga, kalian yang pulang kampung liburan bisa juga membawa buku-buku kami untuk kami pinjemkan, untuk dibacakan kepada anak-anak (adik-adik) kalian di kampung, ajari mereka baca buku, jangan PS atau permainan komputer saja. kan?

Bagaimana caranya Kak?

Oke begini, mudah saja, tak ribet. So, seandainya ada dari kalian yang didesanya banyak anak-anak usia sekolah, kalau bisa ada lebih dari 20 anak mau kami datengin, silahkan perhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Ada tempat teduh untuk menggelar tikar (bisa bale banjar, wantilan, teras rumah, atau dimana saja, di bawah pohon juga oke. terutama karena hujan belakangan lagi rajin datang.)

  2. Perpus "Kaget" dibuka selama 1 hari saja (jam 10.00 s/d 16.00) dengan break 1 jam u/ anak2 pulang makan siang. (Kami membawa buku, tapi kami tak membawa nasi bungkus! :) ) so, sesuaikan waktu yang terbaik buat kalian agar semua kawan-kawan kalian bisa ikut datang baca buku dan bermain bersama-sama kami.

  3. Yang dibawa oleh Anak Alam dan Perpustakaan Keliling Bali :
    - Buku2 bacaan u/ntuk anak-anak - remaja & wanita (ibu2 / kakak2 yg ngantar anaknya / adiknya ke perpus juga boleh ikutan baca).
    - Peralatan menggambar & mewarnai.
    - Prakarya dr sampah kering (koran, box bekas, plastik kemasan snack dll yb mudah ditemukan disekitar kita).
    - Pendongeng (khusus u/ hari Minggu).
    - Acara-acara lain semacam main drama, baca puisi, belajar menulis cerita mini.

Catat waktu yg bisa kami sediakan dari tgl 20 Juni s/d 4 Juli 2010, sedikitnya 3x / minggu ... atau tergantung kebutuhan kalian. Manfaatkan betul waktu itu agar kalian bisa kami datangi ke kampung kalian.

Bagaimana? seru kan? liburan bisa juga mengasyikkan kan?......

Jadi sekali lagi kalian bisa undang kami kapan saja tentu dengan menelepon nomer telepon di atas, dan tunggu kami dengan BUKU di kampung kalian. Kalian bisa telpon kakak, SEKARANG!

Tunggu kami dik. Karena kami cinta BUKU. dan kami juga cinta KALIAN anak-anak kami!


pic: kidstopia


salam anak indonesia


Kak Pande/ Kak Yusi
Komunitas Anak Alam
Perpustakaan Keliling Bali

info:
HP: 0817 265028
e. komunitasanakalam@yahoo.com
12:35 AM

Melongok Desa Belandingan Bersama Komunitas Anak Alam (DENPOST, Minggu 16/5/2010 hal.3)





Untuk sebuah tempat wisata dengan predikat ‘pulau wisata terbaik di dunia’ tentu hal ini adalah sesuatu yang mengejutkan. Ribuan anak-anak seumuran sekolah dasar yang tinggal di pelosok-pelosok pulau Bali tak pernah melihat Bali mereka dan tak melanjutkan sekolah. Tak luput juga 3000-an anak yang tinggal di kaldera danau batur.

Mentari pagi di desa Belandingan selalu memberi hangat yang berbeda bagi beberapa orang anak muda ini yang tergabung dalam Komunitas Anak Alam. Belandingan adalah salah satu desa paling terpencil dan adalah desa yang secara ekonomi, pendidikan dan kesehatan paling terkebelakang dibandingkan desa-desa yang mengitari kaldera danau batur. Namun hal ini sedikit memberi keuntungan, alam dan kehidupan disini masih terasa asri dan damai.

Komunitas Anak Alam didirikan oleh Pande Putu Setiawan seorang anak muda Bali yang unik dan nyentrik. Pande sendiri adalah lulusan Sekolah Pascasarjana UGM dan berkesempatan studi ke Kanada dalam sebuah pertukaran mahasiswa. Namun, diantara ribuan lulusan (bahkan S2) barangkali baru Pande lah yang berani berkantor di ’hutan’ dengan meja kerja keranjang rumput tanpa penghargaan status sosial dan gaji pemerintah. Ketika aku tanya perihal itu ia tersenyum dan menjawab ”Hidup adalah pilihan, bukan kesempatan. Lagipula ilmu pengetahuan sejatinya bukanlah alat untuk memenuhi hasrat pribadi, namun kemajuan sosial.”

Sabtu lalu Komunitas Anak Alam melaksanakan kegiatan Green Camp nya yang ketiga. Green Camp sendiri adalah sebuah kerja sosial untuk anak muda dimana mereka mengajar, bermain, bernyanyi dan tentu menginap di desa Belandingan. Dan keesokan harinya disusul oleh kegiatan pengembangan karakter dan kepemimpinan pemuda di alam dengan menjelajah alam.

Dan dalam Green Camp kali ini pula adalah sebuah sejarah tersendiri bagi Komunitas Anak Alam. Dengan koordinator Dewi Utari dan pendanaan mandiri dari Kawan-Kawan Anak Alam , mereka telah memiliki dan memberikan beasiswa bagi 11 orang anak dari 3000-an anak dengan masing-masing orang mendapatkan beasiswa sebesar Rp. 100.000. Program ini pun adalah sebuah program orang tua asuh, dimana para ’orang tua asuh’ ini akan mendapatkan laporan bulanan tentang anak asuhnya maupun kegiatan Komunitas Anak Alam yang lain.

Kegiatan Green Camp itu ditutup dengan pelepasan burung tekukur di pesisir utara danau batur. "Ini hanya sebuah pesan bahwa kedamaian itu indah. Alam yang lestari tanpa terlalu banyak hiasan tangan manusia itu indah. Dan kami juga ingin kelak anak-anak kami itu bisa merentangkan sayap seperti burung-burung yang terbang bebas itu. Bahwasanya ada dunia di luar sana untuk ditaklukkan selain ladang dan sapi-sapi mereka di bebukitan!" pungkas Pande.

~

terimakasih bli komang Sutrisna untuk termuatnya artikel ini.

salam/pande
3:03 AM

it's all about PASSION. trust your dream!


"...Saya punya impian memberikan adik-adik SD di kampung sekedar buku bacaan kecil-kecilan. sayangnya saya bukan org kaya, namun keinginan saya kuat. Dan sekarang saya masih mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk itu." -dikutip dari pesan Kiud di wall 1 buku untuk 1000 mimpi.


Aku mendapatkan pelajaran berharga hari ini, dari seorang perempuan muda dari Tabanan yang menamai dirinya Kiud. (nama yang aneh... :) )

yang membuat aku ingin tahu lebih dekat dan bercakap-cakap, 'menyelam' dalam diri anak muda ini lebih dalam adalah sebuah pengakuan jujur akan mimpinya untuk memberi buku kepada adik-adiknya di Tabanan. Dan sekali lagi ia dengan jujur mengakui, 'tak kaya', "mudah-mudahan bulan desember nanti mimpi saya ini terwujud."

dan malam ini aku sempat melakukan pembicaraan via telepon dengannya, dan tentu salah satu pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepadanya adalah, kenapa 'Desember'?. Ada apa dengan 'Desember'?

Ternyata desember ia ulang tahun dan ingin mendapatkan hadiah spesial, yaitu mimpinya itu bisa ia wujudkan.

Malam ini ia sedang menuliskan ceritanya untukku. tentu aku nggak akan mencari tahu banyak hal hanya lewat telepon, dan tentu juga aku suka melatih semua kawan-kawan kita untuk rajin menulis (selain membaca), maka ia aku beri PR malam ini untuk menuliskannya saja.

tak perlu lipstik, jabatan, atribut, pakaian batik, pakaian dinas, jas, mikrofon, lencana, dan semua atribut lain hanya untuk berani bermimpi. dan untuk Kiud, "sadarkah kamu, apa yang kau mimpikan itulah kamu. dan semesta akan bahu-membahu kamu untuk mewujudkan mimpi-mimpimu karena dalam mimpimu itu juga semesta akan meninggalkan jejak-jejaknya?"

"dan tahukah kamu juga, bahwa belum tentu orang lain semuda kamu memiliki MIMPI?" jangan pernah takut! Indonesia (dan tentu aku dan kami) pasti bangga memiliki anak muda seperti kamu.

salam anak indonesia,

Pande
dps
mlm ini

...minyak ini ada untuk menyalakan lentera jiwa kalian!
8:01 PM

GREEN CAMP III : Aku ingin terbang! (aku ingin bernyanyi.)



"Kami percaya bahwa setiap individu bisa membuat perubahan kepada lingkungan hidupnya. Ini tergantung pada masing-masing dari kita untuk menggunakan waktu sebaik mungkin membantu menciptakan bumi yang lebih indah.”
cinta alam anak alam

INVITATION:

GREEN CAMP III (YOUTH LEADERSHIP CAMP ANAK ALAM)
[mengajar anak-anak alam, bersihkan danau dari sampah plastik,
pelepasan burung di alam liar]
Hari: Sabtu - Minggu
Tanggal: 8 - 9 Mei 2010
Berangkat: pkl. 08:00 kumpul di Warung Be Pasih, Jl. Pemuda III/24 Renon - Denpasar, yang lain bisa berangkat dari tempat tinggal masing-masing.
Tempat Camp: BELANDINGAN 'sebuah tempat yang tak tercatat dalam peta'
Contact:
Pande : 0817 265028
Nia: 081999819090

Green camp anak alam adalah salah satu kegiatan rutin Komunitas Anak Alam diantara belasan kegiatan-kegiatan lain kami. Setelah sebelumnya kita telah memberi kesempatan beberapa kawan anak alam kita untuk mendapatkan salah satu pengalaman terbaik dalam hidup mereka dalam Green Camp, kini giliran kalian untuk ikut menjadi bagian dari Green Camp III Anak Alam.

Green Camp adalah sebuah kemah sosial [kemah: bukan saja berarti menginap di tenda di alam terbuka] dimana kawan-kawan anak alam melakukan kerja sosial di kampung tempat aktivitas anak alam, bersosialisasi dan melakukan aktivitas sosial semacam: mengajar di sekolah, bertukar budaya, konstruksi, dll.

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan kesempatan berinteraksi dan berbagi pengalaman antara kawan-kawan anak alam dengan anak-anak alam, dengan tinggal bersama anak-anak. Kalian semua akan saling belajar. (ya, kalian akan juga belajar tentang hidup dari anak-anak alam).

Green Camp minimal dilakukan selama 2 hari (1 malam) dan biasanya kami pilih waktu akhir pekan agar memungkinkan lebih banyak kawan-kawan anak alam yang bisa ikut kegiatan ini. Kita akan berangkat bareng di pagi hari dari denpasar, atau tempat lain dimanapun kawan anak alam tinggal.

Hari pertama akan kita habiskan dengan mengajar dan bermain dengan anak-anak di belandingan. Setibanya kita di basecamp anak alam di Songan, kita akan berbagi kamar dan segeranya kita menuju ke Belandingan. Untuk Green Camp III masih ada kemungkinan kita akan menginap di wantilan & balai desa belandingan. kedua alternatif itu adalah pilihan sesuai dengan keinginan sebagian besar peserta camp nanti.

Sementara hari kedua, disisipkan program 'youth leadership' dengan acara trekking, melintas danau dengan perahu, pembersihan sampah plastik di pinggiran danau batur, dan khusus untuk Green Camp III ini kita tambahkan pelepasan burung di alam: aku ingin terbang, aku ingin bernyanyi. (silahkan menyumbang 1 burung cerucuk, bisa dibeli di pasar burung satria.) ini hanya pesan: bahwa alam yang bebas jauh lebih cantik daripada alam yang kita pangkas sesuai dengan keinginan kita, apalagi ditanami beton!

Masing-masing peserta akan mendapatkan sertifikat green camp, dan tentunya akan mendapatkan pengalaman yang tak ternilai harganya. Silahkan bersiap dan segera konfirmasi keikut sertaan kalian.

*Persiapan: karena di kaldera danau dingin waktu malam dan juga kita akan trekking di pagi hari, jangan lupa bawa jaket, sepatu, dan tentu uang untuk belanja kalian disana. hehe. dan kalau bisa bawa juga sumbangan pakaian bekas layak pakai, buku tulis, alat tulis, buku bekas untuk disumbangkan ke anak alam (tak diharuskan.) :) o ya, yang bisa main gitar jangan lupa bawa gitar. buat para sponsor dan partner anak alam silahkan kirimkan logo kepada kami, atau bila punya banner, silahkan dibawa juga. we are very happy to support you too. :)

dipersilahkan share note ini kepada kawan-kawan yang lain.

SEE U SOON WITH SMILES ON.

salam anak indonesia,
salam anak alam

pande
denpasar
Mei 1 2010
please be prepare.

"Berkaryalah ketika kita masih muda,
setelah kesenangan usia remaja, dan beban usia tua,
bumi akan memeluk kita."


Green Camp I
Green Camp I
Green Camp I
Green Camp I
Green Camp I
Green Camp II
Green Camp II
7:57 PM

Menabur benih senyum di pinggir Ubud Pagi Ini




sing: " diantara gemerlap kehidupan kota, Udin kecil tenggelam bersama impiannya...."
_SLANK


Bali ubud. Bukan hanya bebek bengil, bukan hanya Bu Oka, bukan hanya Puri Ubud, bukan hanya Jl Monkey Forest. aku senang ia masih punya ibu Dayu Rusmarini br. Tunon Singakerta. Setidaknya masih ada ruang rimbun dan damai yang empunya adalah seorang wanita khas bali lampau yang tak lepas dari senyum.

Apakah ia (wanita bali masa kini) tergerus waktu, entahlah? sepertinya tidak! mudah-mudahan kali ini aku benar.

Pagi ini, aku terlambat bangun lagi. Maklum semalam harus menuntaskan blog komunitas anak alam yang telah aku persiapkan begitu lama dan akan jadi hadiah barangkali rekam jejak-jejak sejarah kita di kemudian hari. Aku selalu tidur telat beberapa minggu ini, kegiatan anak alam telah menumpuk, dan setelah Camp nanti aku mau kembali hidup normal. :)

Melakukan perjalanan ke rumah Bu Dayu pagi ini, kembali merupakan perjalanan merindu. Maklum aku hanya mampir ke rumah ibu dayu -yang telah seperti kakakku sendiri ini- hanya saat-saat membawakan ia ikan mujair goreng dengan sambal pedas ala Seked-Kedisan kesukaannya ketika aku balik ke denpasar dari belandingan untuk bertemu dengan anak-anak alamku.

Perjalanan pagi ini ke rumahnya tentu bukan untuk membawakan ikan mujair lagi namum BUKU. ya, BUKU, sesuatu yang lebih besar dari ikan mujair itu (setidaknya bagiku). Semenjak Bu Dayu merencanakan mendirikan PAUD diantara rerimbun tanaman obat di pekarangan rumahnya seluas 1 hektar ini, aku telah diajak bertukar pikiran dan sejak itu aku memimpikan untuk memberikan kontribusi untuk anak-anak brilian br. Tunon asuhan Bu Dayu.

Dan hari ini, akhirnya, mimpiku dan ditambah mimpi kawan-kawan kami yang lain terwujud. Bersama dengan Nia project leader 1 Buku untuk 1000 Mimpi dan Radha project leader Pakaian Bekas, Tas, Sepatu umtuk Anak Alam kami berangkat dengan motor, melintasi jalanan lengang Batubulan menuju Ubud, karena kebetulan 4 Mei ini pas pilkada daerah sehingga sebagian besar orang-orang Denpasar sedang nyoblos, membiarkan jalanan agak sepi. (jika saja setiap hari bisa sedamai ini di jalanan... hm.... lupakan.)

*
Kami berangkat jam 9, agak telat, dimana seharusnya kami berangkat jan 7:30. Berhubung Nia dan Radha masih ada dinas malam hingga pagi. Anak-anak PAUD belajar hanya sampai jam 10, dan sekali lagi kami melanjutkan kebiasaan fast and furious kami agar tak telat, sebelum jam 10 karena nanti anak-anak sudah keburu pulang.

huh,... kami tiba 15 menit sebelum anak-anak pulang. Kami memarkir motor kami di bawah pohon rindang dan sejuk, -barangkali mereka juga happy pagi ini - dan kami segera memberi salam kepada mereka. Terlihat beberapa ibu guru mereka sedang mengajar. Ada 5 orang guru untuk 20-an murid, semangat yang sama besarnya diantara mereka berdua. Bu Dayu pagi itu sedang kerja di kantor Dinas Kesehatan, yang terlihat hanya Eci anak perempuannya yang juga ikut mengajar.

Jalan tanah melintasi rerimbun pohon menuju rumah bu Dayu sungguh menyenangkan aku, walau mungkin sebaliknya buat Nia dan Radha (hehe). seperti ada sensasi masa lampau. tentu sensasi alam. dan bertemu wajah anak-anak pagi itu sungguh menaikkan adrenalin kami. ya, karena untuk mereka kami datang. wajah jujur anak-anak ini selalu adalah hadiah terbaik kami setiap hari. bosan juga lihat kendaraan, gedung, kertas dan uang di denpasar. bosan juga jadi 'orang lain'.

15 menit yang akhirnya ditambah dengan 15 menit berikutnya yang sungguh berharga buat Radha dan Nia karena ini adalah pengalaman pertamanya turun kota dan bersua langsung dengan anak-anak alam kami, walau kali ini belum ke Belandingan.

Anak-anak sudah menunggu kedatangan kami hari ini karena semalam aku telepon Bu Dayu bahwa kami akan datang pagi ini membawa buku. Dan kami ambil alih 30 menit ini, 30 menit milik 1 Buku untuk 1000 Mimpi. 30 menit untuk membuka banyak pikiran mereka tentang banyak kemungkinan dan mimpi. 30 Menit yang kemudian kami isi dengan berbagi buku. Lihat ekspresi mereka ketika membuka-buka buku dan melihat-lihat gambar ikan, kancil, dan gunung? Tuh kan guys,... 1 buku yang kalian sumbang memberi perbedaan besar! fiuh... kami seka keringat.

Orang-orang tua anak-anak ini sudah pada berdatangan menjemput anak-anak mereka sebelum jam 10, tapi bersabar dan tentung bersenang karena anak-anak mereka kini pulang membawa buku-buku dari kami, dari kita.

Sampai jumpa nak dengan lebih banyak buku. terimakasih atas senyum kalian.

*
Dan kini aku menyadari, bahwa apa yang aku dan kita kerjakan ini bukan hanya sebatas kegiatan sosial belaka, atau sekedar kegiatan organisasi, dan menjalankan ‘passion’ saja, tapi ia telah mengajari kami bahwa ini seperti hidup yang seharusnya bagi kami (tentu bagiku).

Sebagai seorang anak muda yang memiliki kesempatan bersekolah ‘tinggi’, dimana belum tentu ribuan anak-anak dan adik-adik kami yang lain mendapatkannya, maka akan sangat naif rasanya jika aku tak bebagi, memilih ‘menjual diri’ ke perusahaan-perusahaan besar yang nyatanya memang sudah besar ada atau tak ada aku kerja di sana.

Kami memegang teguh ideal intelektual kami bahwa pada akhirnya ilmu pengetahuan bukanlah alat untuk memenuhi hasrat pribadi tapi alat untuk kesejahteraan sosial. Bukan alat untuk membebani sosial. Bukan alat untuk mencari jabatan di pemerintahan (namun memberatkan APBN Negara)

Oke, sampai disini kita menyadari pekerjaan kita tak kan pernah sia-sia, walau tanpa gaji, apresiasi, pakaian dinas, mobil dinas dan status sosial yang baik. (kata kawan-kawan: teruskan perjuangan!) :)


Cinta,
Pande
Hari ini
Ubud

Lain kali kk ingin ikut mandi di pancuran di belakang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).
8:24 AM

Pengiriman Buku Pertama Project 1 Buku untuk 1000 Mimpi


1 Buku untuk 1000 Mimpi.
komunitas anak alam


Ada taru kenceng, kelapa suda mala, daun-daun kering yang tak aku kenal namanya, dan rak kaca dan besi tempat penyimpanan ramuan. dan sore itu rumah itu tampak sepi, hanya terlihat mobil Corolla terparkir manis di parkiran. dari kejauhan Ibu Dayu Rusmarini terlihat baru datang dibonceng oleh anak perempuannya sehabis berkunjung ke sanak familinya.

Yah, akhirnya aku lega, setidaknya kedatanganku ke Puri Damai hari ini tak sia-sia. maklum jarak Denpasar dan Br. Tunon, Singakerta Ubud lumayan jauh apalagi ditempuh dengan sepeda motor dan membonceng seorang anak yang mengantuk di perjalanan. Belum lagi angin jalan yang katanya 'jahat'.

Inilah ciri-ciri keseharian yang tak pernah lekang dari Bu Dayu, ramah, hangat dan selalu menebar senyum. maka apapun masalahmu ketika datang dan bertemu dengannya, niscaya kau akan melupakannya (walau sejenak.) Bu Dayu sudah seperti kakak bagi aku, bahkan aku sendiri memanggilnya Mbok Tu panggilan seorang adik kepada kakaknya. Ia tipe wanita keibuan, sangat.

Hari ini di halaman rumahnya yang adalah kebun tanaman herbal seluas 1 hektar, telah berdiri Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Lingkungan Puri Damai. Dikelilingi oleh tanaman pace (mengkudu), Mahkota Dewa, Belimbing Wuluh, Kecibling dan masih banyak lagi tanaman lain, anak-anak ini belajar dan tentu bermain.

Padahal dalam kedatanganku sebelumnya, waktu itu ia baru bercerita sebatas memiliki keinginan untuk mendirikan PAUD ini. Dan semangat wanita yang luar biasa ini memang tak diragukan, buktinya hari ini PAUD itu sudah berdiri walau karena aku datangnya sore anak-anak sudah tak ada di sini, namun sisa-sisa kehadiran mereka masih tampak jelas dari gambar-gambar yang berisi tanggal yang tertempel di tembok.

Sedari dulu aku tahu Bu Dayu memiliki kepedulian yang tinggi kepada anak-anak di lingkungan tempatnya tinggal. Deberapa anak-anak sepulang dari sekolah terlihat bekerja membantu Bu Dayu dalam pengolahan pengobatan tanaman herbalnya, sementara 1 anak ia asuh dan tinggal bersamanya membantu keseharian Bu Dayu tanpa meninggalkan sekolahnya.

Telah lama kami (khususnya aku secara pribadi) ingin memberi kontribusi kepada Bu Dayu dan kali ini sepertinya kesempatan itu terwujud. Project 1 Buku untuk 1000 Mimpi kami yang telah sangat baik dikelola oleh Nia (project leader) dan kini kami telah memiliki cukup buku untuk kami kirim kepada mereka, anak-anak Br. Tunon, Singakerta, anak-anak kami, yang juga anak-anak asuh Bu Dayu.

Br. Tunon Singakerta sendiri adalah salah satu desa di selatan Ubud yang masih tradisional dibanding desa-desa di Utara Ubud yang kini telah dikepung oleh villa, restaurant, hotel, resort dan industri pariwisata. Tampak orang-orang kampung masih mandi di sungai yang mengalir di belakang rumah Bu Dayu sementara yang lain mandi di saluran air di pinggir jalan kecil yang melintasi br. Tunon.

"Nak, tunggu kami hari selasa. Kami datang membawa SENYUM!" kami bangga berbagi kepada kalian, anak-anak Br. Tunon Singakerta Ubud. Ini adalah hadiah dari kawan-kawan anak alam untuk kalian.

berbagi itu indah!

cinta,
Pande
Dps
hari ini
cinta alam anak alam
8:23 AM

Kembali Ke Alam: Usadha Puri Damai - proudly supported by Komunitas Anak Alam




"mengembalikan alam kepada manusia, sekaligus memberdayakan alam bagi kehidupan manusia."


Usianya sudah mendekati kepala lima. Namun, penampilan wanita bernama lengkap Ida Ayu Rusmarini itu masih terlihat bugar dan energik. Kentara, ia tipe wanita yang peduli merawat tubuh, senantiasa menjaga penampilan. ”melinggih dumun nggih, tiyang kari wenten pasien (duduk dulu ya, saya masih ada pasien),” sapanya ramah saat SARAD berkunjung ke kebun agrowisata Usadha Puri Damai miliknya, yang berlokasi di Banjar Tunon, Desa Singakerta, Ubud Gianyar.

Kebun seluas 1 hektar itu terasa sejuk dan rindang, ditumbuhi berbagai tanaman herbal, berkhasiat obat. Tampak di antaranya pohon pace (mengkudu), Mahkota Dewa, Belimbing Wuluh, Kecibling dan masih banyak lagi.

Tak berapa lama, sang empunya kebun keluar, menghantar pasiennya yang seorang bule. ”Ia menjalani terapi pijat untuk memulihan daya tahan tubuhnya,”ungkap Ibu Dayu, panggilan singkatnya, mengomentari tentang pasiennya. Wawancara berlangsung hangat di bawah rindangnya pepohonan herbal.

Dijelaskan, polusi lingkungan dan pola makan yang salah, kerap memicu berbagai gangguan kesehatan dalam kehidupan manusia. Padahal menjaga kesehatan raga, juga merupakan perwujudan rasa syukur kita pada Sang Pencipta.

“Back to nature” ungkapan tersebut kiranya menjadi spirit bagi lahirnya Usadha Puri Damai yang memiliki visi dan misi mengembalikan alam kepada manusia, sekaligus memberdayakan alam bagi kehidupan manusia, melalui usaha pengobatan tradisional.

“Pada awalnya saya memiliki visi ingin kembali ke alam, ada hasrat kembali ke pengobatan tradisional, sedih melihat pengobat di Bali banyak yang telah meninggalkan kewajibannya,” Tutur jebolan Fakultas Pertanian sekaligus Master Pertanian UNUD itu.

Menurutnya, banyak pembuat obat di Bali telah meninggalkan tradisi memanfaatkan tanaman khas Bali sebagai obat, padahal di Bali banyak tanaman berkhasiat obat.
“Kecibling, misalnya, tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai obat ginjal, tetapi juga ampuh untuk obat kanker. Inilah kelebihan tanaman obat, tidak hanya bermanfaat pada satu jenis penyakit tertentu saja, tapi keseluruhan.,”jelas istri I Wayan Damai itu.

Berbekal warisan leluhur di bidang pengobatan tradisional, Ibu Dayu yang juga berprofesi sebagai pengajar di Fakultas Kesehatan (Usadha) UNHI ini, tergerak melakukan penelitian tanaman berkhasiat obat, sekaligus meramunya.

Suntuk melakukan penelitian berpuluh tahun, ditambah pengalaman turun temurun, terwujudlah beberapa ramuan hasil olahannya, dari ramuan untuk penyakit ringan seperti flu, maag, panas tinggi sampai penyakit kanker.

Selain mengembangkan ramuanherbal tradisional, kebunnya juga dimanfaatkan sebagai agrowisata penangkaran tanaman langka, hias, dan liar yang berkhasiat obat.

Dalam penangkaran tanaman berkhasiat obat ini, Ibu Dayu yang masih aktif bekerja di Badan Lingkungan Hidup Pemda Gianyar itu mengembangkan program melestarikan tanaman obat tradisional, salah satunya mendidik siswa-siswa sekolah dasar di Kabupaten Gianyar untuk menanam tanaman obat.
Proses pembelajaran dimulai dari cara penanaman, pengeringan, hingga meramu tanaman menjadi obat tradisional, bahkan program ini telah dikompetisikan di tingkat nasional.

Dengan konsep “kembali ke alam”, Puri Damai hadir dengan metode pengobatan yang berbeda, mengkombinasikan ala tradisional dan modern, seperti yang Ibu Dayu katakan “Alamlah yang sesungguhnya dapat mengatasi penyakit yang dialami oleh manusia, sudah selayaknya manusia kembali menjadi bagian dari alam tersebut, mengingat penyakit yang berkembang kini lebih difaktori oleh permasalahan lingkungan”. Khairunissa, dw

artikel ini dipublikasikan dalam majalah: Sarad Bali Edisi No. 109/ Tahun X Mei 2009

Komunitas Anak Alam bangga mendukung Puri Damai dan menjadi bagian dari para penggiat lingkungan di Bali.

love,
Pande
Ubud
1/5/10
cinta alam anak alam
8:22 AM

Selamat Datang Hard Rock Radio Bali di Keluarga Besar Kawan Anak Alam 'It's All About Passion'





"kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama.
kami adalah kamu: muda, beda, dan berbahaya..."

SID


menjadi muda adalah indah, dan adalah sebuah proses ilmiah, yang semua dari kita pasti lewati. tapi menjadi beda adalah pilihan. jangan takut. tak tabu.

huah,... bangun pagi-pagi lagi hari ini, setelah semalam curhat lewat telepon ama Nia hingga jam 2 (apalagi kalau bukan tentang cinta..:) ), kembali hal yang ter-stupid (atau terbaik?) harus dilakukan hari ini: bangun lebih pagi. sementara mimpi indah itu belum lagi tuntas, masih ada adegan akhir yang meti diselesaikan, dan tiba-tiba terbangun karena weker lagi, sigh..... huaah....

sementara copy-an risalah anak alam 2009-2010 belum lagi aku siapkan. terpaksa deh mandi pagi ini dilakukan bahkan lebih cepat dari kilat mendekati kecepatan suara. (padahal sehari-hari juga begitu bukan tu??).

berhubung aku akan melewati jalan Teuku Umar dan Imam Bonjol pagi ini tentu aku harus berangkat lebih pagi. perkiraan setengah jam perjalanan Hayam Wuruk - Kuta bisa jadi aku salah berhitung. Dan betul, berangkat jam 9:20, jam 10:00 pas aku sampai. gila, bener-bener pas. tak kurang tak lebih. bergegas cari kantor Hard Rock Radio di Pertokoan Central Park Kuta, persis di balik bangunan bundar dengan cat tembok warna merah terlihat logo Hard Rock Radio dari luar. fiuh....

Aku sudah janjian dengan GM, tentu pak satpam tak berkutik. "tak usah bertele-tele pak, time is monkey... buruan..." pak satpam yang ramah itu tersenyum dan menghantar aku bertemu dengan Tommy Trisdiarto yang telah menunggu di ruangannya.

Ruangan ber-AC setelah melewati jalanan panas adalah hadiah paling dini dari Hard Rock Radio pagi ini. selanjutnya secangkir teh hangat untuk yang lagi kehausan adalah hadiah berikutnya. tentu bertemu dengan orang-orang muda yang memiliki 'passion' di dunia seperti ini - dunia sosial- yang bagi sebagian orang adalah dunia 'haram' dan tak pantas dilakukan karena kau tak pakai pakaian seragam cokelat muda, nggak naik mobil dinas, nggak pakai dasi, tentu nggak menghasilkan uang. dan kami melakukannya, aneh bukan???

"Hard Rock Radio ingin memberikan slot GRATIS buat Anak Alam, barangkali kita bisa talk show lain kali, dan tentu kami ingin bekerjasama setahun ke depan dengan Anak Alam untuk membakar semangat kawan-kawan muda pendengar Hard Rock Radio tentu juga partner-partner Hard Rock radio untuk menjadi bagian dari bumi yang lebih indah. Sekali lagi ini adalah 'passion' saya. nggak ada barter-barteran logo, dan nggak perlu memikirkan itu bli." mas Tommy memaparkan keinginannnya.

Hard Rock radio seperti yang kita tahu adalah life style dan entertain radio yang mengkhususkan diri kepada pendengar muda, dan memberikan informasi dan siaran tentang kehidupan dan dunia mereka. dan kini, ketika dugem, shopping, dan surfing telah kita lakukan, maka ada baiknya kembali ke alam bersama Anak Alam adalah hal berikutnya.

"Wah, kami tentu berterimakasih Mas. Sejak awal kami membuat Anak Alam buat kalian, kaum muda untuk memberikan sumbangsih apa saja, tak ada ekskusifitas, tak ada kompensasi, ibarat pejalan kaki yang berjalan di jalan yang sama. jadi siapa saja, dengan tangan sangat terbuka kami menerima menjadi keluarga besar Anak Alam. Mas telah memberikan banyak buat kami. mewakili kawan-kawan dan anak-anak alam, saya berterimakasih tak terperi." kami berdiskusi dengan sangat akrab dan renyah.

oh iya, satu lagi mas, ini adalah lagu anthem kami 'Muda Beda berbahaya" SID. Terimakasih mas Tommy, Ari, dan Anggara hard rock. Selamat datang!


salam anak indoneseia,
salam anak alam


Pande
kuta
26/4/2010
10:00

jabat tangan mereka kawan, mari bersulang!
8:19 AM

Refleksi Hari Kartini 21 April dan Hari Bumi 22 April : seremoni hanya pengingat!




"ini adalah hari pertama penerbanganmu mbak,
bukan lagi dengan Garuda Indonesia, namun carry pick up,
selamat datang di dunia yang berbeda: anak alam."

- untuk Ayua ex-flight attendance Garuda Indonesia


Sementara semalam aku masih disibukkan mengunggah foto untuk blog photo anak alam - berhubung mas angga hard rock radio ingin menulis artikel anak alam di majalah hard rocker edisi terbarunya - esok aku masih harus bangun pagi. perjalanan esok tampak akan seperti biasa, seperti kunjungan-kunjungan kami sebelumnya ke belandingan. jadi malam ini aku relax saja, tak memberi istirahat diriku lebih awal.

Semalam aku hanya berhasil mengunggah beberapa ratus foto dari ribuan footage anak alam yang aku punya. ya, setelah melewati rentang perjalanan setahun kemarin, banyak rekam cerita yang harus aku simpan, agar esok hari dan kelak kalian bisa melihatnya, mengingat lagi kenangan-kenangan saat bermain dengan anak alam, menjadi anak-anak alam, melupakan sejenak rutinitas kehidupan yang kita lewati sebagai anak 'kota'. dan barangkali juga, kita sedang memasang mosaik-mosaik sejarah buat anak-anak ini, yang akan menjadi cerita yang mengharu biru untuk mereka kelak barangkali saja mereka telah berhasil menjadi 'orang'. (oke, sejauh ini aku rasa kerja kita tampak arahnya.)

Ayam tentu telah terbangun sedari tadi. Alarm HP menyalak tepat jam 7.... (suara paling tak merdu yang aku dengar pagi itu.) baru jam 7 pagi, dan masih ada 1 jam lebih sedikit untuk bermalas-malasan, berhubung kami janji untuk ngumpul di Be Pasih jam 9. pilihan bermalas-malasan tentu tak pantas untuk dilewatkan, hingga 1 jam itu ternyata terlewat. begini nih, malas hanya bisa dilawan dengan tak-malas. satu kebiasaan hanya bisa dilawan dengan satu kebiasaan lain.

Cuaca pagi ini bersemburat mendung. namun sebagai seorang 'paranormal tanpa izasah paranormal' aku yakin mendung akan bersahabat untuk kami. ini juga seperti pengalaman kami sebelumnya selama setahun ini untuk bertemu dengan pahlawan-pahlawan kecil kami ini di belandingan.

dan hal berbeda, ini akan menjadi perjalanan 'dari bukit ke bukit' buat mbak Ayua dan Mbak Sita yang tinggal di bukit jimbaran dan kini ia akan bergabung dengan rombongan kami ke bukit yang lain di kintamani. Sementara bagi mbak Dewi ini adalah sebuah perjalanan 'dari rumah ke rumah' karena pagi itu kita akan berkumpul di Warung Be Pasih renon -yang notabene pemiliknya suami mbak dewi-. Dan bagi mbak Ani ini adalah perjalan 'seperti biasa saja' melewati kemacetan dari Legian ke renon, walau melewati jalan by pass. (nama jalan yang masih perlu dipikirkan lagi keabsahannya, karena selalu macet.)

dan bagi aku, ini adalah salah satu perjalanan 'paling berisik' sehubungan kali ini yang berangkat adalah ibu-ibu yang mengaku masih berumur 21 tahun. 'i'm 21' begitu setiap mereka berjabatan tangan denganku menyebut umur. (oke, saya percaya.... hehe..)

apa pasal, dari menunggu mbak Ani yang datang terakhir dan terjebak kemacetan, hingga akhirnya kita jalan dengan mobil grand max-nya mbak dewi yang dashboardnya dilukis dengan lukisan kapur tulis abstrak warna-warni oleh anak-anaknya mbak dewi, Mbak Ayua -yang rada bolot-, mbak ani yang hari ini sepertinya akan mabok untuk pertama kali, dan mbak sita telah menjadi gossiper, mereka semua motivator, dan profil kartini-kartini masa kini. hehe...

tentu sebagai orang yang mendapat kesempatan menjadi sopir pagi itu, aku tetap harus berusaha keras berkonsentrasi melihat jalan, selain menahan agar aku tak segera sakit perut dan sakit kuping mendengar ocehan-ocehan mereka.

(dan ini pengakuan jujur: aku bersyukur, itu seperti kuliah umum dari para senior, dan pada akhirnya ketika aku pulang aku dapat ribuan ilmu baru.)

perjalanan berlalu seperti biasa, by pas I.B. Mantra dan jalan tulikup terbebas dari macet. hingga akhirnya selang 2 jam kita sampai di basecamp anak alam songan, dan inipun kita hanya menyempatkan diri sejenak rehat, minum, ke toilet, dan memindahkan barang-barang kita ke pesawat baru mbak Ayua 'mobil carry pick up'. "Selamat datang di penerbangan GA316. silahkan siapkan jantung anda karena kita akan menaiki jalan tanjakan...."

Jalan menuju belandingan di timur desa melewati bantas, walau jalan yang baru dibuat beberapa tahun, namun di beberapa ruas ia telah tampak rusak. dalam sebuah tanjakan yang aspalnya telah berubah menjadi tanah dan berlubang, mobil carry pick up kami tak bisa naik. (tentu ini bukan karena dosa kami keberatan.) maka pak sopir berusaha sangat keras hingga mencoba 3 kali akhirnya kita bisa sampai di wantilan, tempat kami nanti bersua anak-anak.

kami mengejar waktu agar jangan sampai kita tiba lewat jam 12. maklum kami ingin menemui mereka saat mereka masih di sekolah sebelum ke wantilan agar bisa menemui semua, namun perkiraan kami meleset. saat kami tiba di pertengahan jalan menuju belandingan, jam di tangan telah menunjuk angka 12 dan aku lihat anak-anak alam yang tinggal di bantas sebagian sudah berjalan pulang. tak ayal, kami angkut saja mereka naik ke mobil pickup itu untuk ikut ke wantilan. dan benar saat akhirnya pickup kami tiba di sekolah, sekolah sudah sepi, hening.

anak-anak yang melihat kami datang segera mengikuti kami ke sekolah dan sejenak aku memberi kesempatan kepada kakak-kakak ini untuk berkenalan dengan pahlawan-pahlawan kecil mereka. kami lanjutkan segera perjalanan menuju wantilan dengan sejenak kita singgah di kantor desa untuk memberitahu kedatangan kami dan sekedar berbagi sekapur sirih sekaligus perkenalan bagi kawan-kawan kita ini. tentu mendapat sedikit curhat dari bapak i wayan waris kepala desa belandingan, kalau tak ingin kita sebut wejangan.

dan inilah acara kami sebenarnya, bertemu dengan anak-anak alam, bermain dengan mereka, berbagi bantuan, membaca puisi dengan riuh yang tak terhindarkan. namun mereka tetap tertib (kecuali ibu-ibu mereka yang pada akhirnya ikut nimbrung dan berebut bantuan yang seharusnya untuk anak-anak mereka). aku ingat leadership ditentukan saat-saat seperti ini, maka dengan berat hati pembagian sumbangan pakaian bekas siang itu aku hentikan. titik. ini adalah semacam shock-therapy. bahwa jika anak-anak sesekali bisa menjadi contoh yang baik buat orang tua. walau selanjutnya kami masih melanjutkan dengan membagi sisa mi dan susu kepada anak-anak.

hari ini Mbak ayua telah memilih anak asuhnya 3 pahlawan kecil-nya RATA, RATIH, RIBUT. (nama yang terakhhir tak mencerminkan orangnya.)

sementara mbak Sita mendapatkan 2 anak asuhnya, seorang anak laki-laki yang sangat berbakat. ya karena namanya BAKAT. dan seorang perempuan cantik, ya karena namanya AYU.

sementara mbak Dewi utari tak menemukan SUKERTI dan AMBAR yang tengah ke ladang hari itu. dan mbak Ani tentu telah memberikan lebih dari cukup buat anak-anak itu. banyak pakaian bermerek (Surfer Girl) yang notabene orang-orang kampung itu beberapa menolak (mereka tak tahu pakaian itu bagus dan mahal) hehe....

hah,............

pembagian bantuan (pakaian baru, paket karusel, tas dan baju surfer girl dan rip curl, pakaian bekas, susu, mi) selesai dan kita memutuskan untuk kembali ke basecamp dengan berjalan kaki saja. menapak tilas perjalanan setiap hari anak-anak belandingan -yang bersekolah di SMPN 4 kintamani - yang terletak di songan, menuruni bukit di barat desa yang berjarak sejauh 3 km dari belandingan. menapak tilas jalan Puspasena, anak yang akan kami sekolahkan nanti ke SMK Putra Bangsa di Ubud. menapak tilas hidup menjadi anak alam sejati.

kali ini, kami mendarat mulus di basecamp anak alam songan dan flight attendance kita ini berpeluh namun tersungging senyum atas perjalanannya bersama anak alam hari ini. begitu juga kawan-kawan 'kartini-kartini masa kini' yang lain.

menu basecamp sepeti biasa nasi ikan mujair yang yummy, apalagi kami memang tak makan dari pagi dan telah berjalan kaki sejauh itu hari ini. waktunya makan pagi sekaligus makan siang!

kalian berempat telah memecah 2 rekor kami hari ini:
1. pramugari pertama yang datang ke anak alam
2. kawan-kawan anak alam pertama yang kembali ke basecamp dengan berjalan kaki.
selamat!

buat mbak Dewi, Mbak Sita, Mbak Ani: jejak-jejak kaki kalian tak kan terhapus waktu disini.
Semoga sehat selalu bersama keluarga.

buat mbak Ayua maka terbanglah terus, dengan karya.
semoga selalu sehat bersama bli arya, masahiro dan nadya.

salam anak alam
salam anak indonesia


cinta,
pande
22/4/2010
11:00 pagi ini.

6:32 AM

Aku Menulis Maka Aku Ada

nopik

maka jika ada satu hari tersisa,
aku hanya akan menulis.



Badannya kecil, begitu juga umurnya. namun anak kecil inilah yang aku cari-cari. ia yang menuliskan cerita karangannya dengan sempurna untuk anak seumuran dia. sekali lagi, keputusan juri tak bisa diganggu gugat. ia, dengan kesadaran penuh harus saya menangkan untuk lomba menulis cerita tentang kehidupan pribadi anak-anak dan membacakannya di depan rekan-rekannya malam itu.

harus saya akui, anak ini memiliki kemampuan menulis yang baik, menulis dengan format cerita mini, dengan plot yang secukupnya alias pas. ia fokus pada hal yang benar-benar ia mimpikan, dan ini diluar kelaziman seperti teman-temannya yang lain yang masih menulis semacan kegiatan sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi.

ia menyisihkan bahkan teman-temannya yang sudah sekolah di SMP. dan gadis kecil yang kedua ini, menemani ia untuk berdiri di atas panggung untuk memenangkan juara dua. ia adalah arniawati anak kelas empat SD yang memiliki bodi tak jauh beda dengan nopik. dan kali ini aku menemukan penerus dewi 'dee' lestari dan ayu utami dari belandingan, ia nopik dan arniawati.

ya, setiap hari kecuali hari minggu, kami selalu mengadakan lomba-lomba sederhana saja, dengan alat sederhana saja, untuk memberi mereka kesempatan unjuk gigi, unjuk kreatifitas dan menguji keberanian mereka. sejauh ini, aku merasa terhormat menonton apa yang telah mereka perlihatkan kepadaku.


love,
pande
wangi
naris
juli
karma
ratih
para juara
6:29 AM

Negeri di Atas Awan



"perjalanan terspektakuler dalam hidupku.
kan kukabarkan pada dunia."

-sms charnie ke hp-ku, 15/2/2010


Pagi itu aku diajak bli pande mengunjungi sebuah desa yang berada di balik bukit, Alengkong. Jelas aku sangat tertarik dengan ajakan itu... tapi katanya “ jalan ke desa ini jauh lebih sulit loh daripada ke blandingan”.. pikir ku “ah,tidak ada salahnya mencoba!!!”

Kami berangkat dari basecamp anak alam bersama pak guru yang mengajar di desa itu, waktu kira-kira jam 9 pagi… kami memulai perjalanan dengan sepeda motor melewati rute yang sama untuk desa blandingan, tanjakan di rute ini sudah tidak begitu menyeramkan lagi bagiku karena aku sudah dua kali melewatinya. Sampai ke tanjakan menuju desa alengkong, aku mulai merasa sedikit takut… hmmm ternyata tanjakan ini bisa kami lewati dengan mudah jalannya masih terbuat dari aspal. Kami terus melanjutkan perjuangan tanjakan demi tanjakan kami lewati, jalan menurun yang terjalpun kami lewati sesekali aku harus turun dari motor karena motor jalannya licin,terjal dan yang pasti motornya sudah tidak kuat menanggung beban… hahahaha!!!

Setelah setengah jam perjalanan kami sampai diatas bukit… kami berhenti sejenak untuk mengambil gambar… rasanya kami hampir menyentuh awan... Kueeerrreeennn bangeeetsss!!! Dalam hati aku berkata “ Makasih Tuhan aku bisa menikmati alam yang indah ini”. Setelah mengambil gambar,kami melanjutkan perjalanan pikir ku “paling ntar lagi nyampe”… ternyata pikiran ku salah kami melewati kebun, perumahan orang-orang desa, jalan yang banyak pohon cemara (soundtrack: naik-naik kepuncak gunung), jalan-jalan menurun yang terjal dan berbatu. Perjalanan yang benar-benar menghabiskan energi ku. Huft…kapan sampenya nih? kaki ku mulai gemetar...jujur aku mulai capek maklumlah jarang olah raga… tapi perjuangan belum berakhir. Maju terus pantang mundur!! Jalan-jalan menurun belum berakhir.. tidak terasa sudah satu jam perjalanan kami.

Hmm…akhirnya kami sampai di banjar alengkong. Kata bli pande “wah kita sudah dekat dengan sekolah nih…dikit lagi kok!!” aku senang dan tidak sabar pengen ketemu sama anak-anak disana. Tapi jalan menuju sekolah masih menurun dan terjal, lagi-lagi aku harus turun dari motor dan berjalan sampai ke sekolah kira-kira 10 menit… wow,sunguh amat sangat bahagia, bangga, terharu karena akhirnya aku dan bli pande sampai ke SDN 2,sekolah yang hanya memiliki satu kelas untuk kelas 1 sampai kelas 4 (4 tingkat belajar dalam satu kelas, bisa dibayangkan sendiri). Di sekolah aku dan bli pande disambut hangat, adik-adik berebutan untuk bersalaman!! Aku merasakan ketulusan dan semangat saat bersalaman dengan mereka.. setelah bersalaman kita semua masuk ke kelas untuk berkenalan, bermain games, bernyanyi dan membagikan sumbangan. Mereka terlihat sangat bahagia!!

Aku terharu melihatnya… apalagi ketika aku diberi kesempatan untuk menyampaikan “sepatah dua kata” dan memberikan kenang-kenangan buat pak guru, air mata ku tidak bisa ditahan lagi… aku salut, aku bersyukur bisa kenal dengan pak guru!!! Banyak hal yang aku belajar darinya!!! Salah satunya semangatnya untuk pendidikan anak di desa alengkong yang letaknya di balik bukit.. bayangkan saja setiap hari ia harus berangkat mengajar ke alengkong bahkan saat hujan pun tidak membuat niatnya berhenti… benar-benar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa… I love you full pak guru.

Setelah aku menyampaikan sepatah dua kata sampai terpatah-patah…heheehehe.. kami meminta adik-adik untuk membuat cerita tentang kehidupan mereka… Kami memberi waktu untuk menulis… selama merka menulis cerita, aku, bli pande dan pak guru duduk berbagi cerita di halaman sekolah sambil minum teh dan menikmati segarnya alam yang mulai diselimuti kabut… Setelah hampir 15 menit, kami kembali ke kelas untuk mengumpulkan tugas yang kami berikan tadi… yang aku lihat dari tulisan mereka… mereka bahagia walaupun tidak bermain seperti anak-anak di kota, mereka bebas,mereka punya semangat, mereka punya cita-cita yang besar. Ya.. mereka punya cita-cita tapi seringkali cita-cita itu tidak bisa dilanjutkan karena mereka tidak punya biaya.. jangankan mau kuliah untuk menjadi seorang dokter, untuk melanjutkan sekolah ke SMP pun mereka tidak mampu… hmmm… Komunitas anak alam akan berpikir keras untuk hal itu…

tidak terasa kami sudah satu jam lebih berada di alengkong… kami harus kembali ke basecamp . sebelum pulang kami foto bersama dengan anak-anak dan pak guru.. sebenarnya aku masih ingin lebih lama lagi bisa bersama-sama dengan mereka tapi kami harus pulang karena masih banyak yang harus dikerjakan.

Hmmm teman kami harus berjuang lagi untuk pulang, kalau waktu datang kami bertemu banyak jalan menurun yang terjal kali ini sebaliknya… dan aku harus turun berjalan kaki karena jalan tanjakan dan banyak bebatuan sehingga motor tidak mampu berjalan… teman aku benar-benar tidak kuat, aku dehidrasi… mau tidak mau aku harus tetap berjalan kaki... sesekali aku naek ke motor jika jalannya tidak begitu sulit. Begitu terus sampai ke jalan aspal yang kuceritakan di awal. Wuah…akhirnya perjalanan bisa sedikit lebih santai, sampai ke basecamp!!

Hmmm.. Perjalanan melelahkan yang membahagiakan ku dan pastinya mereka yang kukunjungi…

I feel enjoying the day with smile, spirit and happy moment with the children, best teacher and my patner pande putu setiawan


salam anak indonesia
salam anak alam

love
charnie