Showing posts with label Cinta Alam Anak Alam. Show all posts
Showing posts with label Cinta Alam Anak Alam. Show all posts
9:47 PM

anak alam dan sang putri (terimakasih kak Ayu Diandra Sari)


"seorang wanita cantik hanyalah kecelakan alamiah penciptaan saja,
namun seorang wanita tua cantik adalah karya seni."

-louis nizer


teruslah, teruslah bermimpi nak. yakinlah peri itu kelak akan datang untukmu. bermimpilah, terus, karena dalam mimpimu ada senyuman kami. tuh kan, jika waktunya tiba, ia akan tiba. ibu peri datang.

hari ini adalah hari yang spesial buat anak-anak. pahlawan-pahlawan kecil kita dikunjungi oleh Ayu Diandra Sari runner up putri indonesia 2008 dan puteri bali 2008 bersama kakak-kakak mereka yang lain. mereka semua bergemuruh, tak melewatkan pandangan matanya setitikpun dari wajah dea ketika Dea aku beri kesempatan untuk memperkenalkan diri.

"halo adik-adik....."
"nama kakak, kak Dea."
"jujur tadi kakak pas mau berangkat ke desa kalian ini capek jalan kaki dan naik mobil pickup, namun sekarang kakak merasa sangat senang sekali. melihat wajah-wajah kalian yang begitu bersemangat. melambaikan tangan kepada kakak dari atas wantilan ketika kakak baru datang. kakak sungguh senang."
"izinkan kakak datang lagi ya lain kali..............."

anak-anak menjawab serempak:
"iya kaaaaaaaaaaaaaakk........"
dea larut dalam riang anak-anak.

hari ini kami berhasil 'mengerjai' Dea, aku memintanya untuk bernyanyi di depan anak-anak alam di wantilan desa belandingan. anak-anak request lagu keong racun, namun akhirnya Dea memilih untuk menyanyikan lagu puteri cening ayu. betul berarti kata bu muryati soedibyo: beauty, brain, behavior. setidaknya ia masih mencintai budayanya sendiri. "keong racun bukan lagu untuk anak-anak" tegasnya.

perjalanan denpasar - songan dengan mobil all new jazz putih untuk siapa saja pasti menyenangkan. namun bukan itu inti dari perjalanan Dea hari ini. bukan di mobil ber-AC, dengerin musik, bercanda dengan teman-teman. namun ketika kali ini harus mendaki jalan di bubung dengan mobil pickup ia sedang memulai petualangan yang sebenar-benarnya. ujian keberanian sisi kemanusiaan kita.

Dea datang ditemani kawankawan anak alam Fak Kedokteran Universitas Udayana, cok devi, wistya, arim, dath, eko, yang ingin bergabung dalam pembagian beasiswa bulanan kami kepada anak-anak. kebetulan juga dari dulu sebenarnya Dea berkeinginan bertemu langsung dengan anak-anak namun baru kali ini mimpinya terwujud.

Dea berkesempatan membagikan beasiswa itu kepada anak-anak satu per satu kemudian disusul oleh teman-temannya membagikan pakaian bekas yang beberapa bulan ini kami kumpulkan dari kawan-kawan anak alam termasuk tiket movie screening kemarin lalu di toga mas. di sela-sela pembagian sumbangan, Dea menyempatkan diri mengirim fotonya bersama anak-anak lewat blackberry dan ia berbisik kepadaku, "bli, saya ingin membantu lebih banyak lagi, mencarikan sponsor."

"tx for anticipating your support dea.......". kebetulan juga pameran fotografi kami kami rencanakan akan diadakan di danes art veranda dan Dea adalah teman dari bu melati istri pemilik danes art veranda maka jadilah kontribusi dea bertambah lagi. membawakan proposal pameran ke bu melati. "once again another thanks...."

bonus untuk dea hari ini adalah, berjalan kaki lagi, mendaki bubung batu barak seperti biasa setelah pembagian sumbangan selesai. sayang hari itu kabut tebal menyelimuti sisi timur bubung, namun keceriaan kami tak pudar. tentu juga untuk Dea. apalagi anak-anak alam.

ketika petang segera menjelang, dan akhirnya kini aku sendiri yang harus menjadi sopir pickup itu berhubung sopirnya sedang main volly, maka petualangan ini akan dituntaskan dengan tibanya mobil ini dengan selamat di basecamp, menuruni jalanan terjal. Dea barangkali di belakang berucap doa sangat panjang agar sopir baru ini menjalankan tuganya dengan baik, namun sebagai petualang sejati, menyopiri pickup turun gunung belumlah tantangan yang memberatkan.

aku dengar Dea nangis tadi di jalan, takut jalan turunan, namun setelah dikonfiormasi ulang, ia bilang lelahnya terbalaskan oleh wajah-wajah lucu anak-anak. hup hah......

"kak, kami menunggu kak Dea datang lagi....."
"jangan lupa mahkota putri dan tongkat ibu peri....."

terimaksih tak terperi kak.

salam anak alam,
salam anak indonesia

pande
kawan-kawan anak alam
anak-anak alam
dps, siang ini.

10:19 AM

ART INSTALLATION: "PADI. LILIN. BULAN. BUNDA." 22 Agustus 2010. 6:00 pm. sawah anyelir. PLZ COME WITH SMILES ON!




"Siapa yang lebih memalukan, anak-anak yang takut gelap, atau kita yang takut cahaya???"
~Maurice Freehill

cahaya jiwa yang mana? siapa? aku. kamu. kami. kita? semua adalah lilin-lilin. cahaya. penerang gelap di pinggir kota. bukan merkuri terang di tugu perempatan. ia sepercik api matahari. BUNGA-BUNGA api. menyala. tertiup angin. bertahan. atau mati? namun dikenang. ada padi sumber hidup. baru saja tumbuh. ia masih kecil. mengapung bayangannya di atas air yang mengaliri parit. air bening tempat cahaya bercermin. air bening tempat bebek-bebek mandi dan berenang.

siapa yang lebih memalukan? memiliki lilin tak dihidupkan? atau lilin menyala dan habis tertiup angin? minyak ada untuk dihabiskan dan menyalakan lampu.

ada padi baru tumbuh. panen masih jauh. purnama sudah dekat. apakah aku punya hak untuk merindu? kita? melihat wajah sendiri, melihat hati sendiri, cinta, bercermin pada pantulan cahaya bulan dalam air?

BUNDA bertanya-tanya? apakah anak-anaknya telah sarapan tadi pagi? sudah mandi? tumbuh? mencinta? apa adanya. hingga kelak pohon padi masing-masing berbuah, matang, dan merunduk. menghidupi. memberi. KEKAL!

maka jika malam ini GELAP. siapa yang takut? anak-anak itu? atau kita yang takut terang? MALAM ini datanglah kawan! pandangi parit padi. cahaya lilin bukan MERKURI di tugu perempatan. ia kecil namun ABADI. seperti cinta. aku. kita. ABADI!

cinta ada: dalam pertemuan lilin dan bayang-bayang bulan yang dipantulkan oleh air yang menumbuhkan padi.

di situ BUNDA tersenyum! tawar. BUMI. BUNDA. BUNGA!

INVITATION FOR EVERYONE
boleh bawa kolega, pacar, saudara, teman, adik, kakak, kakek, nenek, setan, malaikat!

Art Installation: PADI. LILIN. BULAN. BUNDA
lokasi: Sawah Jalan Anyelir Gang Rama. tempat Festival layang-layang Anak Alam
waktu: mulai jam 18:00 - 23:00 malam atau sampai semua lilin padam.
jangan lupa membawa sumbangan 1 pack lilin (isi 12) ukuran 5 centimeter yang bontok itu lho.. harganya kurang lebih 12 ribu. WAJIB!

dan jangan lupa bawa senyum BUNDA!
sampai bertemu di sawah dengan lilin, bulan, dan (semoga) ada kunang-kunang!

sekeranjang cinta,

pande
di suatu tempat yg hilang
mlm ini.

10:07 AM

di ujung ufuk INDONESIA. mengindonesiakan Merah Putih!


"Keep your love of nature, for that is the true way to understand art more and more."
Vincent van Gogh


huahmm.....

kabut tebal menyelimuti bebukitan pagi itu. bukit yang memagari sisi timur kaldera seperti lenyap. ada yang hilang, songan sunrise yang terkenal itu, tak dapat dilihat oleh kawan-kawan anak alam yang bermalam di basecamp anak alam semalam. namun, keberuntungan datang, dan berharap seterusnya begitu buat ANAK ALAM kita. trims buat IA!

mentari menyibak kabut sepotong demi sepotong. bubung pegat mulai tampak samar-samar. sementara mendung gelap di selatan bergeser, tak lupa mendung yang sama di sisi utara. "tak usah mandi, mari kita nikmati pagi!" aku mengajak kawan-kawan untuk segera beranjak, masuk mobil semua dan kabur ke lava di barat toya bungkah.

pagi adalah pagi dengan kecantikannya. pagi adalah pagi dengan segala kesederhanaannya. dan pagi ini dengan kabut beberapa masih melinting cemara, beberapa lainnya beranjak pelan, pagi memberikan lukisan terindahnya untuk kami. kini percaya kan alam adalah lukisan yang sangat indah? - yang dilukis hanya oleh helai kabut. ada tiada. tiada ada. kabut.

helai daun rumput liar tertiup angin danau. air danau tenang dalam mimpi pagi. kami memuaskan hasrat kenarsisan kami dengan berfoto-foto diantara ilalang. diantara rerumputan. diantara lava gunung.

hingga pagi membawa kita ke jam 7:30 yang berarti harus segera kembali beranjak ke basecamp untuk persiapan upacara bendera. semalam, Rawat memberitahuku bahwa upacara bendera akan dimulai jam 9:00. namun pagi ini, puspasena mengirim SMS bahwa upacara dimajukan menjadi jam 8:00. (puspasena kami ajak ikut pulang, dengan selembar surat sakti kita kirimkan ke sekolahnya, tak bisa ikut upacara bendera di SMK erlangga.) 30 menit adalah waktu yang tak banyak untuk bersiap-siap. akhirnya kami memang terlambat datang. 30 menit lepas jam 8 kami baru tiba di sekolah, namun ternyata upacara juga baru mulai pukul 8:35. it's just in time...! (apa memang mereka semua sengaja mengundurkan upacara karena menunggu kita? serasa bupati aja ditunguu-tunggu.... berkhayal. mode on. :) )

pagi itu kalam mulai berdatangan. gustra terlihat pertama, sendiri, kemudian disusul oleh rombongan bule perancis bersama mbak dayu, dan anggara bersama teman-teman. komposisi kami pagi itu cukup mengejutkan guru-guru SDN belandingan yang berseragam batik hijau lengan panjang.

anak-anak tampak sudah siap semua. dua bendera merah putih bertengger, berkibar di atas tiang bambu. sementara bendera lain dengan bangga dipangku oleh seorang anak perempuan SDN belandingan yang diapit oleh dua teman laki-lakinya di sisi barat. sementara di sisi timur lapangan, kernet bersama teman-teman mendapat giliran membaca undang-undang dasar 45, doa, pancasila, dan membawa acara.

"urutan pertama,... pemimpin upacara memasuki lapangan upacara!" anak yang bertugas membawakan acara mengambil alih tugasnya. semua bersiap termasuk para Kalam yang ikut berbaris di barisan paling barat di sisi kiri anak-anak kelas 1. barangkali ini adalah upacara 17-an pertama bagi mereka mendapatkan 'tamu' dalam barisan murid-muridnya.

kami semua mengikuti upacara dengan khidmat, sesekali tersenyum dalam hati menyaksikan anak-anak kita yang kali itu hampir lebih dari setengahnya mengenakan sepatu, topi, dasi, dan semua berpakaian seragam merah putih. sering sebelumnya aku lihat anak-anak itu menggunakan pakaian yang tak sama. sebagian pakaian pramuka 'dekil', sebagian baju olah raga biru langit 'kebanggaan mereka', sementara yang lain mengenakan pakaian putih mereka yang tlah berubah cokelat. hari ini pemandangan paling beda aku lihat.

namun belakangan aku tahu ternyata sebagian dari mereka saling meminjamkan topi, baju, sepatu. "kak, ini topi pinjaman" begitu kata salah seorang dari mereka, ketika kita mau ganti topi mereka tersebut dengan topi baru. dan topi itu rencananya kita ambil dan kita 'museumkan'.

hari itu kami menyanyikan lagu INDONESIA RAYA lagi. ya, INDONESIA RAYA! dengan mulut sendiri, bukan dengar dan lihat dari TV. oh.....

setelah upacara selesai, jamuan ala pak Guru Dangka sudah disiapkan di ruang guru. jamuannya adalah air putih saja. cukup. namun perkenalan kalam dengan guru-guru SDN belandingan adalah jamuan sebenarnya. kami saling berkenalan, berbagi cerita dan kesan khususnya bagi kawan-kawan yang baru pertama kali ini datang ke belandingan!

"Menyenangkan!"
"Terharu!"
"Akan datang lagi!"
"Apa yang bisa kami bantu!"
"dingin!'

itulah komentar yang keluar dari kawan-kawan yang baru pertama kali ini bertemu dengan anak-anak kita di kampung damainya ini. begitu juga kenal guru-gurunya.

mentari beranjak, waktunya kami mengajak mereka ke atas bubung tower. kami merubah rencana awal, alih-alih berjalan ke utara tower yang cukup jauh, kami pilih pos kelompok tani sari karya saja - yang berada persis di ujung jalan plesteran semen itu- sebagai tempat untuk membagi 130 pasang pakaian sekolah baru buat mereka. pakaian ini adalah sumbangan dari Mas Antok, yang juga tlah menyumbang 2 sepeda gunung untuk digunakan oleh puspasena dan karmajaya sekolah di denpasar. Mas Antok, kata-kata tak bisa lagi mewakili terima kasih kami. kami bangga!

perjalanan kali ini diikuti ratusan anak-anak SDN belandingan. barangkali baru kali ini kami bertemu anak-anak itu di luar sekolah mereka lengkap!

.... bersambung....

huahm......

sekeranjang cinta,
dari atas bukit.


part 2


"We have the power to make this the best generation of mankind in the history of the world - or to make it the last."

John F. Kennedy

berlari. berlari. berlari...


mereka semua sumringah meniti jalan nenanjak yang diplester semen itu menuju pos kelompok tani sari karya, untuk menunggu jatah sepasang baju sekolah BARU. aku masih ingat jalan ini, jalan yang dulu pernah membuat nyangkut karimun hitam pelat B itu kala naomi sengaja datang bertemu anak-anak alam kita jauh-jauh dari jakarta. pun juga jalan yang saban hari aku lewati ketika awal tahun ini hilang menemukan jalan di kedamaian belandingan. menjadi mereka. menjadi sama.

hari ini, akan menjadi hari terakhir aku bisa mengambil foto anak-anak ini dengan pakaian dekilnya. serasa ada kenangan yang hilang. namun bukankah memberikan mereka baju baru adalah mimpimu? pikiranku mendebat diriku sendiri. maka dari itu, aku akan menghabiskan kenangan itu disini hari ini. namun tenang, kamera-kamera yang kalam bawa telah 'memuseumkan' mereka semua. tunggu hingga waktunya kalian akan saksikan lebih dekat dalam sebuah pameran.

anak-anak alam masih seperti dulu. akan menyambit tangan kakak-kakaknya -persis seperti anak-anak di panti asuhan yang bertemu orang yang berkunjung-, berbagi senyum, ingin berbagi cerita, berbagi cinta. mereka masih sama walau telah lebih dari sebulan aku tak bertatap muka dengan malaikat-malaikat kecil kita ini. mereka yang kelak akan menggantikan kemunafikan kita. ya. kita.

jalanan menyusuri rimbun bambu itu akhirnya berakhir persis setelah kelokan terakhir yang menanjak. tampak beberapa warga sedang merapikan keranjang yang berisi tomat-tomat merah matang. tomat-tomat ini sepertinya akan jadi makanan sapi saja hari ini. kenapa? karena tomat yang matang tak lagi bisa dijual ke pasar. sampai pasar ia akan busuk. sementara pelajaran pengolahan tomat yang matang ini tak pernah diberikan di sekolah. pun juga mereka tak tamat sekolah dasar. begitu juga pelatihan yang sama tak diberikan oleh dinas pertanian tingkat 2, tingkat 1, nasional, apalagi dunia kepada warga-wagra desa yang (mungkin) sengaja dibiarkan bodoh ini. semoga saja pikiranku salah.

mereka butuh ilmu. bukan uang 100 ribu (pembodohan) saat pencontrengan kepala daerah langsung saja... fiuh.... (menyeka keringat sejenak!)

ruang sempit pos kelompok tani sari karya itu kini dipenuhi ratusan anak-anak SDN belandingan dari kelas 1 sampai 6. terpaksa pembagian pakaian dilakukan di halaman depan pos. tentu ruangan sempit itu tak bisa menampung semua anak-anak, kawan-kawan dan juga tas kresek pakaian. (aku menyebutnya halaman walau kenyataannya ini lebih berupa tempat kosong di bibir pos yang dipagari semak-semak saja. biar mereka semua senang.)

satu per satu anak-anak ini menerima seragam baru mereka. dengan sangat memohon kami mengambil beberapa pakaian 'bersejarah' mereka itu untuk kami museumkan. anak-anak tak pernah berkata 'tidak' untuk sesuatu yang mereka yakini baik yang kami inginkan kerjakan untuk mereka. apalagi hanya baju bekas mereka.

130 pakaian siang itu habis. dasi juga. topi juga. pos sari karya sepi. petani desa melambaikan salam dan memberi salam dari jauh. mereka bersiap kembali memutar roda hidupnya di balik bukit bersama sapi-sapi dan ladang tomatnya. memutar nasib. berharap. anak-anak pulang. menunggu barangkali nanti akan ada hadiah lain yang masih kami bisa berikan untuk mereka.

sementara team BEASISWA ANAK ALAM baru saja datang....

hari ini masih berlanjut!

...bersambung...

makan dulu.


sekeranjang cinta,

dari atas bukit


part 3


"kak putu, ada BERITA BURUK. made sani tak mau sekolah lagi. ia sekolah tiga kali saja seminggu. beasiswa belum datang. ia tak mau sekolah!"

-sms dari Rawat ke HPku.

whaaatttttttttttttt?????


ini benar-benar berita buruk. buruk benar-benar! maaf nak, kami agat terlambat. bagaimana pun juga kami semua memiliki kesibukan. namun jaga selalu semangat itu. mimpi itu. ada 1000 alasan kenapa kamu harus terus sekolah.

upacara bendera telah selesai, pembagian seragam sekolah telah selesai, lapar, haus, maka basecamp anak alam adalah mimpi paling diidam-idamkan oleh kalam yang manapun saat-saat seperti itu.

aku dapat tugas menyetir mobil mbak Dayu, berhubung katanya dia akan melepas setir jika saja ia yang menyetir dalam tanjakan, kelokan, dan jalan berlubang tersebut. maka aku, jika diberi setir, ini adalah obsesiku yang lain. hobiku yang lain. merasakan gerak ban dan putaran ban dari respon yang diberikan oleh tangan dan kaki yang menekan pedal gas dan kopling. butuh hati. seperti MENCINTA. walau sesekali akan seperti film Fast and Furious saat hati terbakar. :)

anak-anak baru saja pulang dari upacara bendera dan pembagian seragam sekolah di pos kelompok tani sari karya, dan ini akan menyulitkan kami memberikan beasiswa kepada anak-anak yang tinggal di balik bukit seperti Rata dan Ribut, tentunya akan lebih mudah bagi anak-anak yang tinggal di desa dimana rumahnya bisa kami kunjungi satu per satu siang itu.

namun walau sama saja, siang hari biasanya sebagian besar dari mereka akan pergi ke ladang membantu orang tua mereka masing-masing bercocok tanam, memberi makan ayam, atau menyabit rumput.

pilihan terburuk namun juga teraman adalah memilih orang yang tepat pegang amplop beasiswa tersebut untuk kemudian dibagikan kepada teman-temannya jika saja nanti mereka telah pulang. Ada Made Ratih dan Mara saat itu terlihat jadi sisa amplop beasiswa yang tak bisa kami berikan kami titipkan ke anak-anak ini. sebagian lagi kami titip ke Nopik, karena ia serumah dengan Made Sani.

Siang itu mbak Dewi, Pak Gde, Bu Rusma dari Surfer girl dan bapak satu lagi (aku lupa namanya) berkesempatan datang langsung memberikan beasiswa itu satu per satu. sungguh kerja yang tak mudah, sungguh kerja yang membutuhkan dedikasi, sungguh kerja yang hanya dibahan bakari oelh passion, hanya dengannya BEASISWA ini terus jalan dan itu dengan sangat berhasil selama ini dilakukan seorang wonderwoman macam Mbak Dewi Utari yang sangat didukung oleh Pak Gde suaminya. aku jadi ingat Bu Putu dan Wayan... bagaimana kabarnya malam ini???

BEASISWA ANAK ALAM adalah salah satu tulang punggung. beasiswa barangkali adalah salah satu program yang paling dibutuhkan anak-anak selain tentunya bantuan-bantuan yang lain. Beasiswa ini pula yang selama ini dinanti-nanti anak anak kita di belandingan yang sangat membutuhkannya.

nah, giliran siapa berikutnya mau datang. giliran siapa berikutnya yang mau bergandengan tangan dengan Rata dan teman-temannya yang berjalan kaki dari balik bukit untuk mengikuti upacara bendera 17 agustus-an di sekolahnya, (sementara kita malah ingin memisahkan MERAH dari PUTIHnya indonesia? whaaaatttt??????)

Harusnya kalian berani jawab: AKU!

aku akan datang. aku SEKARANG!

-end-

sekeranjang cinta
dari atas bukit

pande
dps
mlm ini.


6:29 AM

Cinta Alam Anak Alam Dukung Pemerintah Daerah Gianyar.


Alam indah manusia indah!


Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Gianyar (dan dengan senang hati ANAK ALAM ikut mendukung dan berpartisipasi) akan mengadakan penanaman pohon Bambu Tabah bersama Bapak Bupati Gianyar, Cokorda Artha Ardana Sukawati, pada:

Waktu : Jumat, 18 Juni 2010, pukul 08.00 Wita
(kumpul di ubud, bagi yang ingin berangkat langsung silahkan)
Acara pembukaan: jam 9 pagi

Tempat : Desa Kerta, Kecamatan Payangan

contact : Hp. gustra 081916556582

INI ADALAH SEKALIGUS SEBAGAI UNDANGAN TERBUKA! (sepertti biasa kerja sosial milik siapapun! ayoo...... )

Sekilas tentang Bambu Tabah

http://www.bambooandtikis.com/files/uploads/1/image/bamboo-forest.jpg

Bambu pada awalnya merupakan tumbuhan liar, tidak dibudidayakan, banyak ditemukan di hutan, dilereng gunung dan sungai yang juga berfungsi sebagai konservasi tanah. Tumbuhan ini tersebar di daerah tropis, sub tropis dan di daerah beriklim dingin, mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 4000 m diatas permukaan laut serta dapat berkembang baik di daerah beriklim lembab dan panas ( Widjaja,2001).

Bambu saat ini sudah banyak ditanam dan tersebar di seluruh dunia terutama di berbagai negara Asia termasuk Indonesia, dan merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang sudah sangat akrab dengan kehidupan masyarakat, karena fungsinya yang multiguna, mulai dari pemenuhan akan bahan perumahan, sandang dan juga pangan, serta dapat menjaga keseimbangan lingkungan hidup alam, disamping lingkungan hidup keanekaragaman hayati (Anonymous, 1998).

Di Indonesia rebung yang biasa di konsumsi adalah jenis Betung (Dendrocalamus asper), bambu Legi (Gigantochloa atter) tumbuh di Jawa dan bambu ‘Tabah’ (Giganthochloa nigrociliata) yang banyak ditemukan di daerah Tabanan Bali dan beberapa tumbuh di Sukabumi, Jawa Barat.

Selama ini informasi mengenai rebung bambu di dunia termasuk rebung bambu ‘Tabah’ secara detail masih sangat sedikit dipublikasikan. Beberapa penelitian tentang bambu sampai saat ini lebih ditujukan untuk keperluan kebutuhan industri, seperti bahan bangunan, kertas, serat untuk sandang dan kerajinan.

Klik : Bambu Tabah olih Ibu Diah Kencana, MS


salam anak alam. ;)


Pande & Gustra / Koordinator Program Cinta Alam Anak Alam
8:01 PM

GREEN CAMP III : Aku ingin terbang! (aku ingin bernyanyi.)



"Kami percaya bahwa setiap individu bisa membuat perubahan kepada lingkungan hidupnya. Ini tergantung pada masing-masing dari kita untuk menggunakan waktu sebaik mungkin membantu menciptakan bumi yang lebih indah.”
cinta alam anak alam

INVITATION:

GREEN CAMP III (YOUTH LEADERSHIP CAMP ANAK ALAM)
[mengajar anak-anak alam, bersihkan danau dari sampah plastik,
pelepasan burung di alam liar]
Hari: Sabtu - Minggu
Tanggal: 8 - 9 Mei 2010
Berangkat: pkl. 08:00 kumpul di Warung Be Pasih, Jl. Pemuda III/24 Renon - Denpasar, yang lain bisa berangkat dari tempat tinggal masing-masing.
Tempat Camp: BELANDINGAN 'sebuah tempat yang tak tercatat dalam peta'
Contact:
Pande : 0817 265028
Nia: 081999819090

Green camp anak alam adalah salah satu kegiatan rutin Komunitas Anak Alam diantara belasan kegiatan-kegiatan lain kami. Setelah sebelumnya kita telah memberi kesempatan beberapa kawan anak alam kita untuk mendapatkan salah satu pengalaman terbaik dalam hidup mereka dalam Green Camp, kini giliran kalian untuk ikut menjadi bagian dari Green Camp III Anak Alam.

Green Camp adalah sebuah kemah sosial [kemah: bukan saja berarti menginap di tenda di alam terbuka] dimana kawan-kawan anak alam melakukan kerja sosial di kampung tempat aktivitas anak alam, bersosialisasi dan melakukan aktivitas sosial semacam: mengajar di sekolah, bertukar budaya, konstruksi, dll.

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan kesempatan berinteraksi dan berbagi pengalaman antara kawan-kawan anak alam dengan anak-anak alam, dengan tinggal bersama anak-anak. Kalian semua akan saling belajar. (ya, kalian akan juga belajar tentang hidup dari anak-anak alam).

Green Camp minimal dilakukan selama 2 hari (1 malam) dan biasanya kami pilih waktu akhir pekan agar memungkinkan lebih banyak kawan-kawan anak alam yang bisa ikut kegiatan ini. Kita akan berangkat bareng di pagi hari dari denpasar, atau tempat lain dimanapun kawan anak alam tinggal.

Hari pertama akan kita habiskan dengan mengajar dan bermain dengan anak-anak di belandingan. Setibanya kita di basecamp anak alam di Songan, kita akan berbagi kamar dan segeranya kita menuju ke Belandingan. Untuk Green Camp III masih ada kemungkinan kita akan menginap di wantilan & balai desa belandingan. kedua alternatif itu adalah pilihan sesuai dengan keinginan sebagian besar peserta camp nanti.

Sementara hari kedua, disisipkan program 'youth leadership' dengan acara trekking, melintas danau dengan perahu, pembersihan sampah plastik di pinggiran danau batur, dan khusus untuk Green Camp III ini kita tambahkan pelepasan burung di alam: aku ingin terbang, aku ingin bernyanyi. (silahkan menyumbang 1 burung cerucuk, bisa dibeli di pasar burung satria.) ini hanya pesan: bahwa alam yang bebas jauh lebih cantik daripada alam yang kita pangkas sesuai dengan keinginan kita, apalagi ditanami beton!

Masing-masing peserta akan mendapatkan sertifikat green camp, dan tentunya akan mendapatkan pengalaman yang tak ternilai harganya. Silahkan bersiap dan segera konfirmasi keikut sertaan kalian.

*Persiapan: karena di kaldera danau dingin waktu malam dan juga kita akan trekking di pagi hari, jangan lupa bawa jaket, sepatu, dan tentu uang untuk belanja kalian disana. hehe. dan kalau bisa bawa juga sumbangan pakaian bekas layak pakai, buku tulis, alat tulis, buku bekas untuk disumbangkan ke anak alam (tak diharuskan.) :) o ya, yang bisa main gitar jangan lupa bawa gitar. buat para sponsor dan partner anak alam silahkan kirimkan logo kepada kami, atau bila punya banner, silahkan dibawa juga. we are very happy to support you too. :)

dipersilahkan share note ini kepada kawan-kawan yang lain.

SEE U SOON WITH SMILES ON.

salam anak indonesia,
salam anak alam

pande
denpasar
Mei 1 2010
please be prepare.

"Berkaryalah ketika kita masih muda,
setelah kesenangan usia remaja, dan beban usia tua,
bumi akan memeluk kita."


Green Camp I
Green Camp I
Green Camp I
Green Camp I
Green Camp I
Green Camp II
Green Camp II
8:23 AM

Kembali Ke Alam: Usadha Puri Damai - proudly supported by Komunitas Anak Alam




"mengembalikan alam kepada manusia, sekaligus memberdayakan alam bagi kehidupan manusia."


Usianya sudah mendekati kepala lima. Namun, penampilan wanita bernama lengkap Ida Ayu Rusmarini itu masih terlihat bugar dan energik. Kentara, ia tipe wanita yang peduli merawat tubuh, senantiasa menjaga penampilan. ”melinggih dumun nggih, tiyang kari wenten pasien (duduk dulu ya, saya masih ada pasien),” sapanya ramah saat SARAD berkunjung ke kebun agrowisata Usadha Puri Damai miliknya, yang berlokasi di Banjar Tunon, Desa Singakerta, Ubud Gianyar.

Kebun seluas 1 hektar itu terasa sejuk dan rindang, ditumbuhi berbagai tanaman herbal, berkhasiat obat. Tampak di antaranya pohon pace (mengkudu), Mahkota Dewa, Belimbing Wuluh, Kecibling dan masih banyak lagi.

Tak berapa lama, sang empunya kebun keluar, menghantar pasiennya yang seorang bule. ”Ia menjalani terapi pijat untuk memulihan daya tahan tubuhnya,”ungkap Ibu Dayu, panggilan singkatnya, mengomentari tentang pasiennya. Wawancara berlangsung hangat di bawah rindangnya pepohonan herbal.

Dijelaskan, polusi lingkungan dan pola makan yang salah, kerap memicu berbagai gangguan kesehatan dalam kehidupan manusia. Padahal menjaga kesehatan raga, juga merupakan perwujudan rasa syukur kita pada Sang Pencipta.

“Back to nature” ungkapan tersebut kiranya menjadi spirit bagi lahirnya Usadha Puri Damai yang memiliki visi dan misi mengembalikan alam kepada manusia, sekaligus memberdayakan alam bagi kehidupan manusia, melalui usaha pengobatan tradisional.

“Pada awalnya saya memiliki visi ingin kembali ke alam, ada hasrat kembali ke pengobatan tradisional, sedih melihat pengobat di Bali banyak yang telah meninggalkan kewajibannya,” Tutur jebolan Fakultas Pertanian sekaligus Master Pertanian UNUD itu.

Menurutnya, banyak pembuat obat di Bali telah meninggalkan tradisi memanfaatkan tanaman khas Bali sebagai obat, padahal di Bali banyak tanaman berkhasiat obat.
“Kecibling, misalnya, tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai obat ginjal, tetapi juga ampuh untuk obat kanker. Inilah kelebihan tanaman obat, tidak hanya bermanfaat pada satu jenis penyakit tertentu saja, tapi keseluruhan.,”jelas istri I Wayan Damai itu.

Berbekal warisan leluhur di bidang pengobatan tradisional, Ibu Dayu yang juga berprofesi sebagai pengajar di Fakultas Kesehatan (Usadha) UNHI ini, tergerak melakukan penelitian tanaman berkhasiat obat, sekaligus meramunya.

Suntuk melakukan penelitian berpuluh tahun, ditambah pengalaman turun temurun, terwujudlah beberapa ramuan hasil olahannya, dari ramuan untuk penyakit ringan seperti flu, maag, panas tinggi sampai penyakit kanker.

Selain mengembangkan ramuanherbal tradisional, kebunnya juga dimanfaatkan sebagai agrowisata penangkaran tanaman langka, hias, dan liar yang berkhasiat obat.

Dalam penangkaran tanaman berkhasiat obat ini, Ibu Dayu yang masih aktif bekerja di Badan Lingkungan Hidup Pemda Gianyar itu mengembangkan program melestarikan tanaman obat tradisional, salah satunya mendidik siswa-siswa sekolah dasar di Kabupaten Gianyar untuk menanam tanaman obat.
Proses pembelajaran dimulai dari cara penanaman, pengeringan, hingga meramu tanaman menjadi obat tradisional, bahkan program ini telah dikompetisikan di tingkat nasional.

Dengan konsep “kembali ke alam”, Puri Damai hadir dengan metode pengobatan yang berbeda, mengkombinasikan ala tradisional dan modern, seperti yang Ibu Dayu katakan “Alamlah yang sesungguhnya dapat mengatasi penyakit yang dialami oleh manusia, sudah selayaknya manusia kembali menjadi bagian dari alam tersebut, mengingat penyakit yang berkembang kini lebih difaktori oleh permasalahan lingkungan”. Khairunissa, dw

artikel ini dipublikasikan dalam majalah: Sarad Bali Edisi No. 109/ Tahun X Mei 2009

Komunitas Anak Alam bangga mendukung Puri Damai dan menjadi bagian dari para penggiat lingkungan di Bali.

love,
Pande
Ubud
1/5/10
cinta alam anak alam
8:21 AM

Anak kita ingin minum air, bukan PESTISIDA!


"bumi ini tempat yang bebas. milikmu. milikku. milik ikan, pohon dan burung itu juga. kita boleh merusaknya. kita boleh menjualnya. kita boleh meracuninya. namun pikir sekali lagi pernahkah kita MEMBUAT-nya?"
- cinta alam anak alam


Baru saja seorang kawan mengirimkan pesan ke email saya, "De, kenapa nggak mengadakan pembersihan danau setiap bulan sekali saja? Libatkan masyarakat lokal, atau anak-anak, atau bahkan karang taruna?"

Aku baru ingat, bahwa sejak dulu kami tengah memikirkan itu, dan kenapa nama organisasi kita lalu Anak Alam ya karena itu, salah satu fokus kegiatan kita adalah Alam. tentu selain anak-anak.

telah beberapa kali aku menulis artikel tentang kerusakan ekosistem danau Batur (sampai bosan) dan juga kualitas air yang sudah tak layak minum karena COD (chemical on demand) yang telah melebihi ambang batas, dan hari ini aku merasa diingatkan lagi. o iya, lama kita tlah tak bercengkrama dengan alam, terakhir waktu GREEN CAMP I dengan geng lebay saja, kita melintas danau naik jukung dan membersihkan sampah plastik di pinggir danau batur pesisir utara.

oke, terpaksa sedari awal aku harus tekankan, aku tak sedang melarang orang untuk merusak danau (itu adalah hak kalian), aku hanya ingin melihat dari sisi berbeda, seperti sebuah koin yang memiliki 2 sisi yang juga haus kita lihat. sekali lagi ini hanya cara pandangku saja.

oke, pertama adalah kerusakan danau itu sudah pasti adalah hal yang penting untuk kita pikirkan. kedua melibatkan masyarakat lokal, dan karang taruna, saya akan coba namun saya pastikan di awal ini adalah pekerjaan yang sangat sulit walau belum tentu mustahil.

bagaimana mungkin mereka mau berhenti menggunakan pestisida, sementara dengannya mereka bisa hidup lebih layak secara ekonomi sekarang (walau di sisi lain hidup lebih buruk dari sisi kesehatan dan lingkungan alam termasuk karakter.) Selanjutnya untuk melibatkan lebih banyak orang muda di lingkungan pesisir danau yang notabene aku adalah satu diantaranya, sudah pernah aku coba di awal, ketika kegiatan pertama kita utarakan, dan pengalamanku adalah sebagian dari mereka 'apatis' dan menilai kegiatan lingkungan dan sosial adalah kegiatan yang tak penting. tak perlu untuk dikerjakan, dan tentu tak menghasilkan uang. sigh. maaf ini pengalaman saya. dan mudah-mudahan hal ini salah. semoga.

lalu apakah ide itu salah? jawabannya nggak sama sekali. BETUL! dan oleh karenanya kita akan mencoba mencarikan solusinya, bukan takut dan mengeluh karena hambatan-hambatan yang sebenarnya masih bisa diatasi tadi.

Sering pula saya tulis ungkapan Margaret Mead (namun saya tak kan pernah bosan) bahwa, kita tak butuh ribuan orang untuk merubah dunia. sedikit warga negara yang memiliki komitmen dan dedikasi telah bisa merubah dunia. dan selama ini hal seperti itulah yang selalu terjadi. dan hal itupun tak melulu hal-hal besar, hal-hal itu banyak di seputar kita.

kembali ke danau,

oke kawan, segera kita akan bersihkan danau. kau ingat lagu 'de ngaden awak bisa?'
"biar dikotori, nanti kita bersihkan lagi" kira-kira begitu bukan, pesannya? (oh, salah ya.... :) )
dan nanti sekalian aku bikin performing art, kalian main musik pake bambu, kita rekam video. kan?

Segera kita akan GREEN CAMP lagi, -dan kali ini adalah GREEN CAMP yang ke 3 kita-, dan kali ini akan kita sisipkan dua embel-embel pesan baru di ekornya: GREEN CAMP YOUTH LEADERSHIP CAMP + KISS AND CLEAN UP LAKE BATUR WITH LOVE + FREE THE BIRDS LET THEM SINGING LOUD!

segera kita akan bertemu lagi dalam kerja, karya, tentu tawa. berada di pangkuan alam yang menabur senyum kepada kita, melupakan sejenak hidup menjadi anak 'kota' lagi. menjadi diri kita yang sesederhana pagi, mentari yang mendaki bebukitan di timur danau.

air mata DEWI DANAU tak boleh terjatuh lagi. titik.





cinta,
pande
23/4/2010
11:00
denpasar

'i'am not a CHEMICAL lake'