Showing posts with label Special Event. Show all posts
Showing posts with label Special Event. Show all posts
6:44 PM

PAMERAN FOTOGRAFI AMAL "UNTOLD STORY OF BALI"

Alliance Francaise Denpasar,
Jl Puputan I, no 13A, Renon Denpasar 80235
15 - 31 Januari 2011



denah lokasi pameran:
Allianz Francaise



Sebuah potret desa dibalik bukit dengan kehidupan yang jauh dari glamornya pariwisata Bali. Disini terdapat anak-anak yang jauh dari kata 'berkecukupan' dan disaat anak-anak seumuran mereka bisa bisa menikmati fasilitas pendidikan lengkap, gizi yang cukup, bermain play station, jalan-jalan ke mall, makan makanan cepat saji, ke salon setiap akhir bulan, anak-anak Desa Belandingan melewati keseharian dengan rutinitas yang sama, me...mbantu orang tua untuk menambah penghasilan tambahan, bekerja di lahan pertanian, menjaga adik-adiknya, mengambil air dari bak yang berjarak beberapa kilometer untuk dibawa pulang, bermain dengan mainan sangat sederhana, atau berjualan makanan kecil keliling kampung.

Sejak momen yang menyentuh itu kami bermimpi suatu ketika kelak bagaimana caranya agar kami bisa membantu mereka sehingga memiliki kesempatan untuk melihat dunia luar seperti anak-anak yang lain, memberikan pengalaman hidup yang lebih baik, akses terhadap pengetahuan, membentuk masa depan yang lebih layak. Dan dengan memulai hanya bermodalkan mimpi itu dan semangat, kami berharap mampu mewujudkan mimpi itu, tentu juga bersama kalian, meninggalkan jejak keringat kita bersama-sama!

Kita diajak melihat-lihat potret Desa Belandingan dari 6 sudut pandang anak-anak Desa Belandingan yang jujur dan polos. Tentang rumah, keluarga, teman, dan kegiatan mereka sehari-hari yang terekam dalam karya fotografi anak-anak.

Tempat : Alliance Française Denpasar,
Jl Puputan I, no 13A, Renon Denpasar 80235
Waktu :
- Opening : 15 Januari 2011 (18.00 - 22.00)
- Photography discussion : 22 Januari 2011 (18.00 - 22.00)
- Movie screening : 29 Januari 2011 (18.00 - 22.00)

Contact :
- Anggara Mahendra (081 856 36 73)
- Vifick (0856 580 254 17)
9:47 PM

anak alam dan sang putri (terimakasih kak Ayu Diandra Sari)


"seorang wanita cantik hanyalah kecelakan alamiah penciptaan saja,
namun seorang wanita tua cantik adalah karya seni."

-louis nizer


teruslah, teruslah bermimpi nak. yakinlah peri itu kelak akan datang untukmu. bermimpilah, terus, karena dalam mimpimu ada senyuman kami. tuh kan, jika waktunya tiba, ia akan tiba. ibu peri datang.

hari ini adalah hari yang spesial buat anak-anak. pahlawan-pahlawan kecil kita dikunjungi oleh Ayu Diandra Sari runner up putri indonesia 2008 dan puteri bali 2008 bersama kakak-kakak mereka yang lain. mereka semua bergemuruh, tak melewatkan pandangan matanya setitikpun dari wajah dea ketika Dea aku beri kesempatan untuk memperkenalkan diri.

"halo adik-adik....."
"nama kakak, kak Dea."
"jujur tadi kakak pas mau berangkat ke desa kalian ini capek jalan kaki dan naik mobil pickup, namun sekarang kakak merasa sangat senang sekali. melihat wajah-wajah kalian yang begitu bersemangat. melambaikan tangan kepada kakak dari atas wantilan ketika kakak baru datang. kakak sungguh senang."
"izinkan kakak datang lagi ya lain kali..............."

anak-anak menjawab serempak:
"iya kaaaaaaaaaaaaaakk........"
dea larut dalam riang anak-anak.

hari ini kami berhasil 'mengerjai' Dea, aku memintanya untuk bernyanyi di depan anak-anak alam di wantilan desa belandingan. anak-anak request lagu keong racun, namun akhirnya Dea memilih untuk menyanyikan lagu puteri cening ayu. betul berarti kata bu muryati soedibyo: beauty, brain, behavior. setidaknya ia masih mencintai budayanya sendiri. "keong racun bukan lagu untuk anak-anak" tegasnya.

perjalanan denpasar - songan dengan mobil all new jazz putih untuk siapa saja pasti menyenangkan. namun bukan itu inti dari perjalanan Dea hari ini. bukan di mobil ber-AC, dengerin musik, bercanda dengan teman-teman. namun ketika kali ini harus mendaki jalan di bubung dengan mobil pickup ia sedang memulai petualangan yang sebenar-benarnya. ujian keberanian sisi kemanusiaan kita.

Dea datang ditemani kawankawan anak alam Fak Kedokteran Universitas Udayana, cok devi, wistya, arim, dath, eko, yang ingin bergabung dalam pembagian beasiswa bulanan kami kepada anak-anak. kebetulan juga dari dulu sebenarnya Dea berkeinginan bertemu langsung dengan anak-anak namun baru kali ini mimpinya terwujud.

Dea berkesempatan membagikan beasiswa itu kepada anak-anak satu per satu kemudian disusul oleh teman-temannya membagikan pakaian bekas yang beberapa bulan ini kami kumpulkan dari kawan-kawan anak alam termasuk tiket movie screening kemarin lalu di toga mas. di sela-sela pembagian sumbangan, Dea menyempatkan diri mengirim fotonya bersama anak-anak lewat blackberry dan ia berbisik kepadaku, "bli, saya ingin membantu lebih banyak lagi, mencarikan sponsor."

"tx for anticipating your support dea.......". kebetulan juga pameran fotografi kami kami rencanakan akan diadakan di danes art veranda dan Dea adalah teman dari bu melati istri pemilik danes art veranda maka jadilah kontribusi dea bertambah lagi. membawakan proposal pameran ke bu melati. "once again another thanks...."

bonus untuk dea hari ini adalah, berjalan kaki lagi, mendaki bubung batu barak seperti biasa setelah pembagian sumbangan selesai. sayang hari itu kabut tebal menyelimuti sisi timur bubung, namun keceriaan kami tak pudar. tentu juga untuk Dea. apalagi anak-anak alam.

ketika petang segera menjelang, dan akhirnya kini aku sendiri yang harus menjadi sopir pickup itu berhubung sopirnya sedang main volly, maka petualangan ini akan dituntaskan dengan tibanya mobil ini dengan selamat di basecamp, menuruni jalanan terjal. Dea barangkali di belakang berucap doa sangat panjang agar sopir baru ini menjalankan tuganya dengan baik, namun sebagai petualang sejati, menyopiri pickup turun gunung belumlah tantangan yang memberatkan.

aku dengar Dea nangis tadi di jalan, takut jalan turunan, namun setelah dikonfiormasi ulang, ia bilang lelahnya terbalaskan oleh wajah-wajah lucu anak-anak. hup hah......

"kak, kami menunggu kak Dea datang lagi....."
"jangan lupa mahkota putri dan tongkat ibu peri....."

terimaksih tak terperi kak.

salam anak alam,
salam anak indonesia

pande
kawan-kawan anak alam
anak-anak alam
dps, siang ini.

9:54 AM

MOVIE SCREENING (PEMUTARAN FILM) ANAK ALAM. "NYANYI SUNYI BALI" 28 agustus 2010. pkl. 3 sore.


EVERYONE ARE INVITED!


apa yang anda lihat di permukaan itu bukan bali.

bali bukan glamour pariwisatanya. hiburan malamnya. macetnya. ter-BALI-k!

BALI sebenar-benarnya ada di sesuatu yang tak tampak,

di gending pipit yang terbang bebas

di suara padi tertiup angin di sawah

di hati orang-orang BALI yang bening.


barangkali ini adalah kesempatan TERBAIK kalian semua mengenal anak alam lebih jauh, lebih dalam, tentu lebih dekat. Nyanyi Sunyi Bali tajuk yang kami beri untuk helatan sederhana -namun bagi kami sangat besar artinya ini- karena ini waktunya kesunyian-kesunyian itu bernyanyi. kata-kata yang tak terdengar itu berteriak. (semoga kuping dan hati kalian masih peka....???)

FILM telah menjadi salah satu media terbaik, apa pasal: pertama ia bergerak. yang kedua ia adalah visual yang bisa dicerna oleh semua indera yang kalian miliki termasuk indera keenam: HATI.

MOVIE SCREENING (PEMUTARAN FILM ANAK ALAM)

"nyanyi sunyi bali"

TOGA MAS, Jl. HAYAM WURUK 175 DENPASAR

SABTU, Pkl. 3 sore - 6 sore.

undangan ini kami tulis hitam putih, bahwasanya ingatkah kalian: BINTANG PALING TERANG AKAN BERSINAR DARI LANGIT PALING GELAP. waktunya kita saksikan bintang-bintang kita lebih dekat. sejarak tempat anda duduk dengan layar. namun percayalah, film-film yang kalian nanti akan tonton semuanya full color tentu dengan teknologi pengeditan dari yang paling kini hingga yang paling jadul. ya jadul... (hanya itu yg gw bisa...)

namun itulah kita. bukannya itu kita? teknis nomer sekian, namun passion, kepekaan, cinta adalah hal utama. semua karya ini ada karena itu semua. dan semua karya ini adalah sumbangsih kami untuk hal-hal yang tak tampak itu. hal-hal yang bisu itu. agar ia terlihat. agar ia berbicara. syukur-syukur kalian lihat. syukur-syukur kalian dengar...

  • EMPAT MENTARI BELANDINGAN, empat gadis kecil yang mengajari kita sari buku the secret.
  • 1000 CITA-CITA, untuk 1000 kemungkinan. setidaknya langkah pertama dari sebuah perjalanan panjang tlah berani kalian ambil nak!
  • I'M NOT A HERO! bumi tak butuh pahlawan, hnya pecinta. bukannya kita semua punya?
  • KARMA, hariku adalah karya. karyaku adalah karma.
  • MIMPI DARI BALIK BUKIT, bagaimana mungkin kau mendengar desah angin di balik bukit, jika telingamu tuli oleh gemuruh kota?
  • BINTANG PALING TERANG, dalam keterbatasan ada sisi-sisi ketakterbatasan. ia adalah prestasi.
  • SERENADE KAMPUNG HALAMAN, sebuah surga yang lain. sebuah rumah yang lain.
  • MENTARI YANG SAMA, memberi hangat yang berbeda!
  • dll (sekitar 15 FILM / klip pendek)... kuraangg....?????

oya, kalian juga bisa beli 'SIGNATURE' MERCHANDISE ANAK ALAM, PIN, T-SHIRT, tentu juga membawa pulang copy-an masing-masing dari film itu pulang. mau diputerin di rumah lagi untuk saudara, kolega, keluarga, silahkan.......

jangan lupa bawa tiket seperti biasa:

  1. pakaian bekas,
  2. buku bekas,
  3. alat-alat tulis
  4. BERAS.
  5. atau apa saja yang ingin kalian sumbangkan.

atau sekali lagi anda akan bisu!
life is a choice, once again....

hem......... selamat untuk BALI atas generasi-generasi apatismu!
semoga tak segera KARAM!


sekeranjang cinta,
dari kami yang mencintaimu dalam-dalam
untuk BALI.


Pande
27 agustus 2010
pagi hari


http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs422.snc4/46570_1579213277390_1147389928_31675492_2809487_n.jpg

10:19 AM

ART INSTALLATION: "PADI. LILIN. BULAN. BUNDA." 22 Agustus 2010. 6:00 pm. sawah anyelir. PLZ COME WITH SMILES ON!




"Siapa yang lebih memalukan, anak-anak yang takut gelap, atau kita yang takut cahaya???"
~Maurice Freehill

cahaya jiwa yang mana? siapa? aku. kamu. kami. kita? semua adalah lilin-lilin. cahaya. penerang gelap di pinggir kota. bukan merkuri terang di tugu perempatan. ia sepercik api matahari. BUNGA-BUNGA api. menyala. tertiup angin. bertahan. atau mati? namun dikenang. ada padi sumber hidup. baru saja tumbuh. ia masih kecil. mengapung bayangannya di atas air yang mengaliri parit. air bening tempat cahaya bercermin. air bening tempat bebek-bebek mandi dan berenang.

siapa yang lebih memalukan? memiliki lilin tak dihidupkan? atau lilin menyala dan habis tertiup angin? minyak ada untuk dihabiskan dan menyalakan lampu.

ada padi baru tumbuh. panen masih jauh. purnama sudah dekat. apakah aku punya hak untuk merindu? kita? melihat wajah sendiri, melihat hati sendiri, cinta, bercermin pada pantulan cahaya bulan dalam air?

BUNDA bertanya-tanya? apakah anak-anaknya telah sarapan tadi pagi? sudah mandi? tumbuh? mencinta? apa adanya. hingga kelak pohon padi masing-masing berbuah, matang, dan merunduk. menghidupi. memberi. KEKAL!

maka jika malam ini GELAP. siapa yang takut? anak-anak itu? atau kita yang takut terang? MALAM ini datanglah kawan! pandangi parit padi. cahaya lilin bukan MERKURI di tugu perempatan. ia kecil namun ABADI. seperti cinta. aku. kita. ABADI!

cinta ada: dalam pertemuan lilin dan bayang-bayang bulan yang dipantulkan oleh air yang menumbuhkan padi.

di situ BUNDA tersenyum! tawar. BUMI. BUNDA. BUNGA!

INVITATION FOR EVERYONE
boleh bawa kolega, pacar, saudara, teman, adik, kakak, kakek, nenek, setan, malaikat!

Art Installation: PADI. LILIN. BULAN. BUNDA
lokasi: Sawah Jalan Anyelir Gang Rama. tempat Festival layang-layang Anak Alam
waktu: mulai jam 18:00 - 23:00 malam atau sampai semua lilin padam.
jangan lupa membawa sumbangan 1 pack lilin (isi 12) ukuran 5 centimeter yang bontok itu lho.. harganya kurang lebih 12 ribu. WAJIB!

dan jangan lupa bawa senyum BUNDA!
sampai bertemu di sawah dengan lilin, bulan, dan (semoga) ada kunang-kunang!

sekeranjang cinta,

pande
di suatu tempat yg hilang
mlm ini.

10:07 AM

di ujung ufuk INDONESIA. mengindonesiakan Merah Putih!


"Keep your love of nature, for that is the true way to understand art more and more."
Vincent van Gogh


huahmm.....

kabut tebal menyelimuti bebukitan pagi itu. bukit yang memagari sisi timur kaldera seperti lenyap. ada yang hilang, songan sunrise yang terkenal itu, tak dapat dilihat oleh kawan-kawan anak alam yang bermalam di basecamp anak alam semalam. namun, keberuntungan datang, dan berharap seterusnya begitu buat ANAK ALAM kita. trims buat IA!

mentari menyibak kabut sepotong demi sepotong. bubung pegat mulai tampak samar-samar. sementara mendung gelap di selatan bergeser, tak lupa mendung yang sama di sisi utara. "tak usah mandi, mari kita nikmati pagi!" aku mengajak kawan-kawan untuk segera beranjak, masuk mobil semua dan kabur ke lava di barat toya bungkah.

pagi adalah pagi dengan kecantikannya. pagi adalah pagi dengan segala kesederhanaannya. dan pagi ini dengan kabut beberapa masih melinting cemara, beberapa lainnya beranjak pelan, pagi memberikan lukisan terindahnya untuk kami. kini percaya kan alam adalah lukisan yang sangat indah? - yang dilukis hanya oleh helai kabut. ada tiada. tiada ada. kabut.

helai daun rumput liar tertiup angin danau. air danau tenang dalam mimpi pagi. kami memuaskan hasrat kenarsisan kami dengan berfoto-foto diantara ilalang. diantara rerumputan. diantara lava gunung.

hingga pagi membawa kita ke jam 7:30 yang berarti harus segera kembali beranjak ke basecamp untuk persiapan upacara bendera. semalam, Rawat memberitahuku bahwa upacara bendera akan dimulai jam 9:00. namun pagi ini, puspasena mengirim SMS bahwa upacara dimajukan menjadi jam 8:00. (puspasena kami ajak ikut pulang, dengan selembar surat sakti kita kirimkan ke sekolahnya, tak bisa ikut upacara bendera di SMK erlangga.) 30 menit adalah waktu yang tak banyak untuk bersiap-siap. akhirnya kami memang terlambat datang. 30 menit lepas jam 8 kami baru tiba di sekolah, namun ternyata upacara juga baru mulai pukul 8:35. it's just in time...! (apa memang mereka semua sengaja mengundurkan upacara karena menunggu kita? serasa bupati aja ditunguu-tunggu.... berkhayal. mode on. :) )

pagi itu kalam mulai berdatangan. gustra terlihat pertama, sendiri, kemudian disusul oleh rombongan bule perancis bersama mbak dayu, dan anggara bersama teman-teman. komposisi kami pagi itu cukup mengejutkan guru-guru SDN belandingan yang berseragam batik hijau lengan panjang.

anak-anak tampak sudah siap semua. dua bendera merah putih bertengger, berkibar di atas tiang bambu. sementara bendera lain dengan bangga dipangku oleh seorang anak perempuan SDN belandingan yang diapit oleh dua teman laki-lakinya di sisi barat. sementara di sisi timur lapangan, kernet bersama teman-teman mendapat giliran membaca undang-undang dasar 45, doa, pancasila, dan membawa acara.

"urutan pertama,... pemimpin upacara memasuki lapangan upacara!" anak yang bertugas membawakan acara mengambil alih tugasnya. semua bersiap termasuk para Kalam yang ikut berbaris di barisan paling barat di sisi kiri anak-anak kelas 1. barangkali ini adalah upacara 17-an pertama bagi mereka mendapatkan 'tamu' dalam barisan murid-muridnya.

kami semua mengikuti upacara dengan khidmat, sesekali tersenyum dalam hati menyaksikan anak-anak kita yang kali itu hampir lebih dari setengahnya mengenakan sepatu, topi, dasi, dan semua berpakaian seragam merah putih. sering sebelumnya aku lihat anak-anak itu menggunakan pakaian yang tak sama. sebagian pakaian pramuka 'dekil', sebagian baju olah raga biru langit 'kebanggaan mereka', sementara yang lain mengenakan pakaian putih mereka yang tlah berubah cokelat. hari ini pemandangan paling beda aku lihat.

namun belakangan aku tahu ternyata sebagian dari mereka saling meminjamkan topi, baju, sepatu. "kak, ini topi pinjaman" begitu kata salah seorang dari mereka, ketika kita mau ganti topi mereka tersebut dengan topi baru. dan topi itu rencananya kita ambil dan kita 'museumkan'.

hari itu kami menyanyikan lagu INDONESIA RAYA lagi. ya, INDONESIA RAYA! dengan mulut sendiri, bukan dengar dan lihat dari TV. oh.....

setelah upacara selesai, jamuan ala pak Guru Dangka sudah disiapkan di ruang guru. jamuannya adalah air putih saja. cukup. namun perkenalan kalam dengan guru-guru SDN belandingan adalah jamuan sebenarnya. kami saling berkenalan, berbagi cerita dan kesan khususnya bagi kawan-kawan yang baru pertama kali ini datang ke belandingan!

"Menyenangkan!"
"Terharu!"
"Akan datang lagi!"
"Apa yang bisa kami bantu!"
"dingin!'

itulah komentar yang keluar dari kawan-kawan yang baru pertama kali ini bertemu dengan anak-anak kita di kampung damainya ini. begitu juga kenal guru-gurunya.

mentari beranjak, waktunya kami mengajak mereka ke atas bubung tower. kami merubah rencana awal, alih-alih berjalan ke utara tower yang cukup jauh, kami pilih pos kelompok tani sari karya saja - yang berada persis di ujung jalan plesteran semen itu- sebagai tempat untuk membagi 130 pasang pakaian sekolah baru buat mereka. pakaian ini adalah sumbangan dari Mas Antok, yang juga tlah menyumbang 2 sepeda gunung untuk digunakan oleh puspasena dan karmajaya sekolah di denpasar. Mas Antok, kata-kata tak bisa lagi mewakili terima kasih kami. kami bangga!

perjalanan kali ini diikuti ratusan anak-anak SDN belandingan. barangkali baru kali ini kami bertemu anak-anak itu di luar sekolah mereka lengkap!

.... bersambung....

huahm......

sekeranjang cinta,
dari atas bukit.


part 2


"We have the power to make this the best generation of mankind in the history of the world - or to make it the last."

John F. Kennedy

berlari. berlari. berlari...


mereka semua sumringah meniti jalan nenanjak yang diplester semen itu menuju pos kelompok tani sari karya, untuk menunggu jatah sepasang baju sekolah BARU. aku masih ingat jalan ini, jalan yang dulu pernah membuat nyangkut karimun hitam pelat B itu kala naomi sengaja datang bertemu anak-anak alam kita jauh-jauh dari jakarta. pun juga jalan yang saban hari aku lewati ketika awal tahun ini hilang menemukan jalan di kedamaian belandingan. menjadi mereka. menjadi sama.

hari ini, akan menjadi hari terakhir aku bisa mengambil foto anak-anak ini dengan pakaian dekilnya. serasa ada kenangan yang hilang. namun bukankah memberikan mereka baju baru adalah mimpimu? pikiranku mendebat diriku sendiri. maka dari itu, aku akan menghabiskan kenangan itu disini hari ini. namun tenang, kamera-kamera yang kalam bawa telah 'memuseumkan' mereka semua. tunggu hingga waktunya kalian akan saksikan lebih dekat dalam sebuah pameran.

anak-anak alam masih seperti dulu. akan menyambit tangan kakak-kakaknya -persis seperti anak-anak di panti asuhan yang bertemu orang yang berkunjung-, berbagi senyum, ingin berbagi cerita, berbagi cinta. mereka masih sama walau telah lebih dari sebulan aku tak bertatap muka dengan malaikat-malaikat kecil kita ini. mereka yang kelak akan menggantikan kemunafikan kita. ya. kita.

jalanan menyusuri rimbun bambu itu akhirnya berakhir persis setelah kelokan terakhir yang menanjak. tampak beberapa warga sedang merapikan keranjang yang berisi tomat-tomat merah matang. tomat-tomat ini sepertinya akan jadi makanan sapi saja hari ini. kenapa? karena tomat yang matang tak lagi bisa dijual ke pasar. sampai pasar ia akan busuk. sementara pelajaran pengolahan tomat yang matang ini tak pernah diberikan di sekolah. pun juga mereka tak tamat sekolah dasar. begitu juga pelatihan yang sama tak diberikan oleh dinas pertanian tingkat 2, tingkat 1, nasional, apalagi dunia kepada warga-wagra desa yang (mungkin) sengaja dibiarkan bodoh ini. semoga saja pikiranku salah.

mereka butuh ilmu. bukan uang 100 ribu (pembodohan) saat pencontrengan kepala daerah langsung saja... fiuh.... (menyeka keringat sejenak!)

ruang sempit pos kelompok tani sari karya itu kini dipenuhi ratusan anak-anak SDN belandingan dari kelas 1 sampai 6. terpaksa pembagian pakaian dilakukan di halaman depan pos. tentu ruangan sempit itu tak bisa menampung semua anak-anak, kawan-kawan dan juga tas kresek pakaian. (aku menyebutnya halaman walau kenyataannya ini lebih berupa tempat kosong di bibir pos yang dipagari semak-semak saja. biar mereka semua senang.)

satu per satu anak-anak ini menerima seragam baru mereka. dengan sangat memohon kami mengambil beberapa pakaian 'bersejarah' mereka itu untuk kami museumkan. anak-anak tak pernah berkata 'tidak' untuk sesuatu yang mereka yakini baik yang kami inginkan kerjakan untuk mereka. apalagi hanya baju bekas mereka.

130 pakaian siang itu habis. dasi juga. topi juga. pos sari karya sepi. petani desa melambaikan salam dan memberi salam dari jauh. mereka bersiap kembali memutar roda hidupnya di balik bukit bersama sapi-sapi dan ladang tomatnya. memutar nasib. berharap. anak-anak pulang. menunggu barangkali nanti akan ada hadiah lain yang masih kami bisa berikan untuk mereka.

sementara team BEASISWA ANAK ALAM baru saja datang....

hari ini masih berlanjut!

...bersambung...

makan dulu.


sekeranjang cinta,

dari atas bukit


part 3


"kak putu, ada BERITA BURUK. made sani tak mau sekolah lagi. ia sekolah tiga kali saja seminggu. beasiswa belum datang. ia tak mau sekolah!"

-sms dari Rawat ke HPku.

whaaatttttttttttttt?????


ini benar-benar berita buruk. buruk benar-benar! maaf nak, kami agat terlambat. bagaimana pun juga kami semua memiliki kesibukan. namun jaga selalu semangat itu. mimpi itu. ada 1000 alasan kenapa kamu harus terus sekolah.

upacara bendera telah selesai, pembagian seragam sekolah telah selesai, lapar, haus, maka basecamp anak alam adalah mimpi paling diidam-idamkan oleh kalam yang manapun saat-saat seperti itu.

aku dapat tugas menyetir mobil mbak Dayu, berhubung katanya dia akan melepas setir jika saja ia yang menyetir dalam tanjakan, kelokan, dan jalan berlubang tersebut. maka aku, jika diberi setir, ini adalah obsesiku yang lain. hobiku yang lain. merasakan gerak ban dan putaran ban dari respon yang diberikan oleh tangan dan kaki yang menekan pedal gas dan kopling. butuh hati. seperti MENCINTA. walau sesekali akan seperti film Fast and Furious saat hati terbakar. :)

anak-anak baru saja pulang dari upacara bendera dan pembagian seragam sekolah di pos kelompok tani sari karya, dan ini akan menyulitkan kami memberikan beasiswa kepada anak-anak yang tinggal di balik bukit seperti Rata dan Ribut, tentunya akan lebih mudah bagi anak-anak yang tinggal di desa dimana rumahnya bisa kami kunjungi satu per satu siang itu.

namun walau sama saja, siang hari biasanya sebagian besar dari mereka akan pergi ke ladang membantu orang tua mereka masing-masing bercocok tanam, memberi makan ayam, atau menyabit rumput.

pilihan terburuk namun juga teraman adalah memilih orang yang tepat pegang amplop beasiswa tersebut untuk kemudian dibagikan kepada teman-temannya jika saja nanti mereka telah pulang. Ada Made Ratih dan Mara saat itu terlihat jadi sisa amplop beasiswa yang tak bisa kami berikan kami titipkan ke anak-anak ini. sebagian lagi kami titip ke Nopik, karena ia serumah dengan Made Sani.

Siang itu mbak Dewi, Pak Gde, Bu Rusma dari Surfer girl dan bapak satu lagi (aku lupa namanya) berkesempatan datang langsung memberikan beasiswa itu satu per satu. sungguh kerja yang tak mudah, sungguh kerja yang membutuhkan dedikasi, sungguh kerja yang hanya dibahan bakari oelh passion, hanya dengannya BEASISWA ini terus jalan dan itu dengan sangat berhasil selama ini dilakukan seorang wonderwoman macam Mbak Dewi Utari yang sangat didukung oleh Pak Gde suaminya. aku jadi ingat Bu Putu dan Wayan... bagaimana kabarnya malam ini???

BEASISWA ANAK ALAM adalah salah satu tulang punggung. beasiswa barangkali adalah salah satu program yang paling dibutuhkan anak-anak selain tentunya bantuan-bantuan yang lain. Beasiswa ini pula yang selama ini dinanti-nanti anak anak kita di belandingan yang sangat membutuhkannya.

nah, giliran siapa berikutnya mau datang. giliran siapa berikutnya yang mau bergandengan tangan dengan Rata dan teman-temannya yang berjalan kaki dari balik bukit untuk mengikuti upacara bendera 17 agustus-an di sekolahnya, (sementara kita malah ingin memisahkan MERAH dari PUTIHnya indonesia? whaaaatttt??????)

Harusnya kalian berani jawab: AKU!

aku akan datang. aku SEKARANG!

-end-

sekeranjang cinta
dari atas bukit

pande
dps
mlm ini.


6:37 AM

KEGIATAN ANAK ALAM AGUSTUS 2010: UNTUK CANTIK MERAH PUTIH. UNTUK SENYUM IBU BUMI.



merayakan merah putih


dearest kalam,

berikut adalah kegiatan ANAK ALAM bulan agustus.
jika A = sukses dalam hidup maka A = V + W + X + Y + Z.
V = belajar
W = bekerja
X = bermain
Y = bekerja sosial
Z = tutup mulutmu. :)

menjadilah bagian dari kegiatan, sejarah, kesenangan, malam dalam naungan bulan dalam agustus. bulannya MERAH PUTIH yang cantik dan berhias.

catat:

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kamis, 11 Agutus 2010

Launching MERCHANDISE ANAK ALAM
"untuk pertama kalinya merchandise resmi anak alam akan diluncurkan online via blog/FB. kalian dapat menjadi bagian dari senyum dan kebahagiaan anak-anak alam, hanya dengan membeli merchandise anak alam yang keseluruhan (100%) hasil dari penjualannya akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan anak alam. merchandise terdiri dari: pin, stiker, t-shirt, dll."

WORK OF LOVE, WORK OF PEACE! be part of us. be the change!

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rabu, 17 Agutus 2010


MERAYAKAN MERAH PUTIH. MENCETAK SEJARAH DI ATAS BUKIT. DENGAN RENDAH HATI.
17 Agutus 2010. upacara bendera di atas bubung tower dengan latar belakang desa belandingan, di atas awan, di ‘bawah kaki’ kita memapar pemandangan indah. hari ini, kita akan memuseumkan 'ketakpedulian kita. pembagian sumbangan 130 setel pakaian seragam sekolah sumbangan dari MAS ANTOK beserta keluarga. ya, kita cetak sejarah untuk anak-anak gunung ini. ada juga lomba melukis di atas kanvas dengan cat akrilik.

SEMUA KALAM DIHARAPKAN BISA HADIR! 1 TAHUN SEKALI. UNTUK ANAK-ANAK. UNTUK MERAH PUTIH!

note: ANAK ALAM DISTRIK TABANAN juga melaksanakan kegiatan merayakan 17 Agustus ri Rumah Baca Abdi Maha Cendana Anak Alam, dusun mandung, desa sembung gede, kerambitan, tabanan. bisa berbagi senyum di sini juga dengan anak-anak manis kami di tabanan.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

24 Agutus 2010 06:00 PM


Bagi kawan-kawan yang beragama hindu, sembahyang bersama di pura jagat natha, denpasar. setelah setahun lebih bekerja, kini saatnya bertemu tuhan dan sejenak bercermin ke hati paling dalam. Anak Alam bukanlah organisasi keagamaan. namun ada baiknya apapun agama kita, tetap merindu tuhannya.

SETETES AIR, DARI LAUTAN LEPAS! MERINDU!

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

24 Agutus 2010 malam.


“PEACE IS BEAUTIFUL” Padi. Lilin. Bulan. Bunda. Art Installation by: pande putu setiawan.
Lokasi: jl. Sawah jalan anyelir gang rama denpasar. dengan 193 lilin kita akan terangi padi. terangi malam. terangi hati. jika kita melihat dengan mata kasat ini tampak sebagai hal yang aneh. namun jika kita lihat pakai mata hati, kita akan melihatnya lebih bening.

BELAJAR MENGGUNAKAN MATA HATI!

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

to be confirmed...


Opening TREEANA HANDICRAFT.
Lokasi: jl Raya Andong Ubud Bali. Everybody are invited. yea... akhirnya ini akan menjadi jejak awal wirausaha muda bali yang mendedikasikan sebagian besar penghasilannya untuk anak-anak alam. semoga tuhan mendengar doa bilah-bilah bambu ini. ia ingin memberi senyum juga untuk anak-anak ini.

BAGAIMANA DENGAN KITA???


be a part of the HISTORY!


sekeranjang cinta,

pande
dps
malam ini

http://komunitasanakalam.blogspot.com/
3:08 AM

Sepucuk Bunga Hati untuk Negri



"BEBASKAN DIRIMU DARI BERMENTAL BUDAK
TAK ADA ORANG LAIN YANG BISA MEMBEBASKAN PIKIRANMU
SELAIN DIRIMU SENDIRI"

- bob marley (redemption song)

: untuk Indonesia, 20 Mei 2010


dear kawan anak alam,


ini adalah mereka. pramugari yang berani 'terbang' dengan truk pickup pengangkut sapi, fotografer yang berani memotret model ingusan betulan dan tak pernah mandi - bukan model cakep seksi -, perawat yang mau pergi jauh hanya untuk mengajari anak-anak kecil di pegunungan cara menggosok gigi, pemilik usaha yang tak hanya memikirkan profit namun juga benefit bagi orang lain memberi sebagian harta, pemilik restoran yang mau berbagi chicken nugget kepada orang miskin bukan hanya menjualnya kepada turis. para revolusionis dalam dunia yang semakin kabur.

tak tabu berjalan bertelanjang kaki di pantai tengah malam, memandang langit mencari pencerahan pikiran. tak ciut mendaki bukit hanya untuk mendengar bisik cemara. tak tabu untuk bermimpi. tak tega menjadi benalu untuk taman hati yang saban hari kami pijaki. kami adalah alam, alam itu sendiri. kami kawan, sahabat, teman alam.

bercanda lepas. berhati bening. kami berteriak. kami mengejar kupu-kupu di taman hingga senja. kami bermain layang-layang di bawah tempa sinar mentari. apa yang ditakutkan dari mentari sementara tanpanya tak ada kehidupan? kami tak sembunyi di balik tembok persegi berpintu satu berjendela empat. kami tak sembunyi saat hujan. kami adalah anak-anak, anak itu sendiri. kami ada untuk mereka, ia yang telah meminjamkan kami bumi ini.

tangan mengepal. hati ini mencinta. mata nanar lihat ke depan. asa tak terpatahkan oleh angin. kami adalah karakter, bukan barang cetakan. pantang menyia-nyiakan tantangan.

kami adalah jiwa-jiwa terbebas. terbebas dari belenggu apapun yang mengatas namakan peradaban memperbudak. kami peradaban itu sendiri. mereka adalah diri kita sendiri. kita semua adalah peradaban itu sendiri. kita semua adalah sama. manusia, hewan tumbuhan itu kita. kita adalah bumi. Bumi yang bergerak namun tersadar. kami kakinya. kami tangannya. kami badannya. dan seperti mentari di pagi hari, kami terus akan ada. untuk bumi (yang tak lain kami sendiri).

ini darah dan nafas kami: merah dan putih. kami rajut ia dalam sebuah karya, kerja, dedikasi, pemberian (tak meminta). kami adalah merah putih itu sendiri. INDONESIA.

ini karya kami sebagai tanda CINTA, untukmu: negriku!




cinta,
Pande
dps
20 mei 2010
3:00 AM

Sebuah Hari, Sebuah Awal dari Perjalananku Menaklukkan diri sendiri...




*note ini ditulis oleh: Radha Rani, salah satu dari 3 project leader Sumbangan Pakaian bekas layak pakai, tas, sepatu, boneka, mainan anak-anak, dll Komunitas Anak Alam, yang ikut serta dalam pembagian buku pagi itu.

Tak tidur semalaman, membuat diriku berhasrat untuk membalasnya dengan tidur seharian di atas bed yang empuk, namun perasaan mengantuk sirna begitu saja ketika ponsel ku mengeluarkan suaranya. dan suara orang diseberang mengisyaratkan ku untuk siap-siap berangkat.

Jalan ini sudah tak asing bagiku, ini adalah daerah jajahan ku ketika aku akan menuju istanaku, tempat kelahiran ku. Sebelum ke tempat tujuan, aku dan teman ku harus menemui seseorang yang telah dan akan memperkenalkan kami dengan tempat tersebut ”Bli Putu”.

Kenangan masa lalu hinggap di benak ku dan teman ku akan daerah yang akan kami tuju. Puskesmas II Sukawati dengan wajahnya yang baru, warung Kak Okoh yang selalu kami tongkrongi selama 2 minggu tampak tak berbeda, begitu juga dengan tempat kami selalu me-laundry pakainan, dan teringat kembali akan tempat tinggal kami saat kami melakukan Praktik Kerja Lapangan Di Desa Singapadu Kaler.

Melewati kenangan masa lalu, kami mulai masuk ke dalam sebuah gang kecil dan dari gang kecil tersebut kami berbelok dan melewati jalan yang membelah tegal dan membawa ku ke tempat tujuan kami,

WOW.... tempat yang tak terduga, di tempat yang dikelilingi banyak pohon dan semak belukar, berdiri sebuah sekolah yang bernama”Puri Damai” yang belokasi di Banjar Tunon, Singakerta Ubud. Teriakan anak-anak yang sedang bermain menyambut kedatangan kami disana. Bli Putu memperkenalkan kami dengan pengelola sekolah tersebut dan memperlihatkan kami tempat dimana ”Bu Dayu” seorang ahli tanaman herbal menyimpan semua tanaman herbalnya yang sudah kering dan katanya tanaman tersebut dapat mengatasi penyakit-penyakit tertentu.

Teriakan ibu guru, membuat anak-anak yang mengikuti PAUD segera meninggalkan permainannya dan duduk dengan rapi untuk sekedar menyapa kami bertiga. Perkenalan pun dimulai. Yah......perkenalan ala anak PAUD, dengan gaya malu-malu mereka memperkenalkan diri mulai dari nama, tempat tinggal cita-cita, hobi, bahkan tempat mandi favorit mereka yaitu di ”teba” (sungai kecil di belakang rumah).

Setelah saling mengenal satu sama lain, mulailah pembagian buku kami lakukan. Bayangkan wajah-wajah mereka saat menerima buku-buku yang kami berikan yang merupakan sumbangan dari kawan-kawan anak alam dimanapun mereka berada. Rasa senang, penasaran tampak dari wajah mereka setelah menerima buku yang kami berikan. Gambar-gambar yang ada di dalam buku tersebut, yang memang jarang mereka lihat membuat mereka terkesima dan mulai bercerita tentang gambar yang ada dalam buku, walaupun tak sesuai dengan jalanm cerita yang sebenarnya. Waktu pun tak terasa berlalu, saatnya anak-anak tersebut untuk pulang dan terlihat para penjemput peri-peri kecil itu sudah menunggu di halaman sekolah.

Perjumpaan kami ditutup dengan lagu-lagu mereka. Tak terasa tempat yang tadinya penuh dengan anak-anak kini hanya tinggal beberapa saja yang memang rumah mereka ada disekitar sekolah. Kami sempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan pengelola PAUD tentang rencana kedepan kami untuk mencoba mengunjungi kembali sekolah ini dan berbagi dengan anak-anak yang lebih banyak lagi.

Teh bunga ”Rosela” yang sangat nikmat membasahi tenggorakan kami dan nikmatnya teh tersebut dapat kami nikmati dirumah karena kami dibekali masing-masing satu bungkus bunga rosela kering. Waktu tak mau menghentikan langkahnya, membuat kami harus beranjak dari tempat tersebut.

Pertemuan yang singkat itu merupakan pengalaman baru bagiku dan merupakan sebuah awal dari perjalanan ku selanjutnya, dan menimbulkan rencana-rencana baru yang sudah memenuhi pikiran kami untuk melakukan kegiatan yang serupa dan bahkan lebih daripada ini.

Akhirnya kami meninggalkan sekolah PAUD ”Puri Damai” menuju kediaman kami masing-masing. Menyempatkan diri kami untuk bernostalgia dengan Desa Singapadu Kaler dengan makan es kolak di warung Kak Okoh, tempat kami nongkrong semasa PKL.

ini baru awal.....


cinta,
Pande
Komunitas Anak Alam
jagalah bumimu, cintai anak-anakmu.

silahkan menambah tabungan bUKU kami...
1 Buku untuk 1000 Mimpi
2:58 AM

Aku Tinggalkan Cintaku di Tunon

4/5/10
07.45 wita

Fyuh..akhirnya sampai juga aku diparkiran asrama hari ini, setelah perjuangan melelahkan ku tadi malam melayani wanita-wanita tak berdaya di Rumah Sakit. Aku menuju kamar setengah berlari sambil menelpon Radha mengingatkan dia pada janjinya hari ini dengan ku. Jarum jam di tangan ku sudah mendekati pukul 8.00..huaks..aku tidak mau telat hari ini.

Kemarin Bli Pande sudah memastikan pada ku, 65 buku (kiriman cinta..he…) teman-teman ke project 1 buku untuk 1000 mimpi, akan kami kirimkan ke Banjar Tunon, hari ini. Untungnya aku sudah mempersiapkan yang harus aku bawa hari ini. Aku mandi alakadarnya (setelah dimarah sama teman-teman sekamarku karena berniat tidak mandi..hehe..) lalu mengangkut semua yang ada di tas ku. Untungnya lagi si “Jupe” motor bapakku (he..) ngga rewel hari ini, walau pagi ini belum sempat ku panaskan, langsung ku paksa menggangkut beban badan ku (maaf y jupe :D) ditambah badan Radha ngebut (ala NIA) ke tempat Bli Pande.

Setelah menunggu Bli Pande mandi (untungnya mandinya cepet…cepeeet banget…hihi..) perjalanan di mulai. Menyusuri Denpasar-Gianyar yang agak lengang hari ini (ini hari apa y??). jalan yang kita lewati ini sebenarnya sering aku lewati setahun yang lalu, waktu kampusku menugaskan ku melakukan PKL di Singapadu. Kenapa aku baru ingat sekarang ya?? Aku sama Radha jadinya ngegosip ga jelas mengingat kenang-kenangan kita setahun yang lalu di Desa itu sepanjang jalan.

Melewati banjar Samu, Singapadu (daerah kekuasaan ku setahun lalu..hihi..) kita belok ke kanan menuju Banjar Tunon. Hhmmm….aroma pedesaan mulai terasa. Kemarin waktu dikabari kita akan mendistribusikan buku ke Ubud, aku berpikir daerah Ubud itu isinya tempat wisata semua. Villa mewah, restaurant dan art shop di sepanjang jalan. Ups…tidak seperti yang aku lihat hari ini. Aku lebih tercengang lagi saat motor Bli Pande di depan ku membelok ke arah jalan tanah yang kecil, agak basah dan licin bekas hujan. Disekitar jalan hanya ada rerimbunan pohon. Oh no… aku sedikit tidak percaya yang di depan ku ini beneran Bli Pande, jangan-jangan aku mengikuti seorang penjahat yang ingin berniat jahat pada ku dan Radha….hehehehe…. Tapi keraguan ku hilang saat kita sudah sampai di sebuah rumah yang banyak anak-anaknya.

Seperti cerita Bli Pande pada ku, Ini rumah ibu Dayu. Beliau mendirikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Lingkungan Puri Damai di rumahnya. Rumah ini sangat menyatu dengan alam. Kemanapun arah mata memandang kita bisa melihat pohon. Kedatangan kami disambut oleh anak-anak, para guru dan Eci anak bu Dayu. Sayangnya bu Dayu sedang tidak ada karena bekerja.

Syukurlah kami tidak terlambat karena anak-anak belum pulang. Bener kata Bli Pande “Adrenalin ku meningkat saat melihat anak-anak” itu juga yang aku rasakan. Mereka membuatku grogi melebihi saat aku mengahadapi dosen-dosen ku. Saat Bli Pande menyuruhku mengenalkan diri, fuh… aku mengingat-ingat cara guru TK ku dulu mengajariku…hmm..hm…dam!!(
tidak ingat!!!!). yup..alahasil.. Berkomunikasi dengan anak kecil rumit juga. Kayaknya mereka agak bingung mendengar perkenalan ku. Untungnya ada Bli Pande yang mengajari ku..he…setelah perkenalan ku (yang cukup melelahkan) gilran aku yang mendengar perkenalan dari kawan-kawan kecil ku ini. Gaya malu-malu mereka membuatku gregetan (kalau saja ga ada bu guru dan orang tua mereka disana, bisa aku culik satu anak itu saking ngegemesinnya..hehehehe)

Selanjutnya kami memberikan buku-buku (kiriman cinta) dari kawan-kawan anak alam pada mereka satu per satu. Ada satu anak yang menarik perhatianku. Dia tidak ikut perkenalan tadi. Saat aku dekati dia bersembunyi ketakutan di belakang ibunya. Namanya Dika. Ibunya bercerita pada ku, bahwa anak ini mengalami trauma pada setiap orang asing yang datang mengunjungi sekolah mereka. Karena dulu pernah ada seorang bule datang berkunjung ke tempat itu memakai kostum monyet. Tukan…Bli Pande si bilang “kita semua adalah monyet”..jadi Dika takut..hehehe… Aku mengingat lagi cara guru TK ku merayuku dulu..hmm…aku kerahkan semua rayuan pada Dika..hingga dia mau menerima buku dan mendengar sedikit cerita ku tentang buku itu. Yes….!!! Hahaha… aku bisa..walau wajah Dika agak sedikit terpaksa..hehe… (maaf ya sayang,,,:D)

Wajah anak-anak ini begitu berseri-seri saat melihat-lihat isi buku. Walaupun sepertinya tidak semua mereka mengerti isinya. Seperti anggukan seorang anak bernama Pink saat aku bertanya setelah membacakan sedikit cerita Peri Salju kepadanya “Pink mau jadi Peri Salju??”. Anggukan yang tulus…
Selamat bermimpi dik…



Kakak akan datang lagi membawa mimpi-mimpi yang baru pada kalian….

Kawan,…1 buku yang kalian kirimkan telah menjadi mimpi untuk anak-anak ini….

Kami harap kedatangan kami pada mereka juga akan menjadi mimpi mereka malam ini…

Hhhhh…aroma-aroma cinta telah ku sebarkan hari ini….

love,
Nia
project leader 1 Buku untuk 1000 Mimpi Komunitas Anak Alam
8:01 PM

GREEN CAMP III : Aku ingin terbang! (aku ingin bernyanyi.)



"Kami percaya bahwa setiap individu bisa membuat perubahan kepada lingkungan hidupnya. Ini tergantung pada masing-masing dari kita untuk menggunakan waktu sebaik mungkin membantu menciptakan bumi yang lebih indah.”
cinta alam anak alam

INVITATION:

GREEN CAMP III (YOUTH LEADERSHIP CAMP ANAK ALAM)
[mengajar anak-anak alam, bersihkan danau dari sampah plastik,
pelepasan burung di alam liar]
Hari: Sabtu - Minggu
Tanggal: 8 - 9 Mei 2010
Berangkat: pkl. 08:00 kumpul di Warung Be Pasih, Jl. Pemuda III/24 Renon - Denpasar, yang lain bisa berangkat dari tempat tinggal masing-masing.
Tempat Camp: BELANDINGAN 'sebuah tempat yang tak tercatat dalam peta'
Contact:
Pande : 0817 265028
Nia: 081999819090

Green camp anak alam adalah salah satu kegiatan rutin Komunitas Anak Alam diantara belasan kegiatan-kegiatan lain kami. Setelah sebelumnya kita telah memberi kesempatan beberapa kawan anak alam kita untuk mendapatkan salah satu pengalaman terbaik dalam hidup mereka dalam Green Camp, kini giliran kalian untuk ikut menjadi bagian dari Green Camp III Anak Alam.

Green Camp adalah sebuah kemah sosial [kemah: bukan saja berarti menginap di tenda di alam terbuka] dimana kawan-kawan anak alam melakukan kerja sosial di kampung tempat aktivitas anak alam, bersosialisasi dan melakukan aktivitas sosial semacam: mengajar di sekolah, bertukar budaya, konstruksi, dll.

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan kesempatan berinteraksi dan berbagi pengalaman antara kawan-kawan anak alam dengan anak-anak alam, dengan tinggal bersama anak-anak. Kalian semua akan saling belajar. (ya, kalian akan juga belajar tentang hidup dari anak-anak alam).

Green Camp minimal dilakukan selama 2 hari (1 malam) dan biasanya kami pilih waktu akhir pekan agar memungkinkan lebih banyak kawan-kawan anak alam yang bisa ikut kegiatan ini. Kita akan berangkat bareng di pagi hari dari denpasar, atau tempat lain dimanapun kawan anak alam tinggal.

Hari pertama akan kita habiskan dengan mengajar dan bermain dengan anak-anak di belandingan. Setibanya kita di basecamp anak alam di Songan, kita akan berbagi kamar dan segeranya kita menuju ke Belandingan. Untuk Green Camp III masih ada kemungkinan kita akan menginap di wantilan & balai desa belandingan. kedua alternatif itu adalah pilihan sesuai dengan keinginan sebagian besar peserta camp nanti.

Sementara hari kedua, disisipkan program 'youth leadership' dengan acara trekking, melintas danau dengan perahu, pembersihan sampah plastik di pinggiran danau batur, dan khusus untuk Green Camp III ini kita tambahkan pelepasan burung di alam: aku ingin terbang, aku ingin bernyanyi. (silahkan menyumbang 1 burung cerucuk, bisa dibeli di pasar burung satria.) ini hanya pesan: bahwa alam yang bebas jauh lebih cantik daripada alam yang kita pangkas sesuai dengan keinginan kita, apalagi ditanami beton!

Masing-masing peserta akan mendapatkan sertifikat green camp, dan tentunya akan mendapatkan pengalaman yang tak ternilai harganya. Silahkan bersiap dan segera konfirmasi keikut sertaan kalian.

*Persiapan: karena di kaldera danau dingin waktu malam dan juga kita akan trekking di pagi hari, jangan lupa bawa jaket, sepatu, dan tentu uang untuk belanja kalian disana. hehe. dan kalau bisa bawa juga sumbangan pakaian bekas layak pakai, buku tulis, alat tulis, buku bekas untuk disumbangkan ke anak alam (tak diharuskan.) :) o ya, yang bisa main gitar jangan lupa bawa gitar. buat para sponsor dan partner anak alam silahkan kirimkan logo kepada kami, atau bila punya banner, silahkan dibawa juga. we are very happy to support you too. :)

dipersilahkan share note ini kepada kawan-kawan yang lain.

SEE U SOON WITH SMILES ON.

salam anak indonesia,
salam anak alam

pande
denpasar
Mei 1 2010
please be prepare.

"Berkaryalah ketika kita masih muda,
setelah kesenangan usia remaja, dan beban usia tua,
bumi akan memeluk kita."


Green Camp I
Green Camp I
Green Camp I
Green Camp I
Green Camp I
Green Camp II
Green Camp II
7:45 AM

Semawang Pagi Ini

"kami telah cukup merasa kaya,
oleh mentari hangat pagi ini!"



Menyentuh kembali empuk pasir pantai Semawang setelah lebih dari 2 tahun terkahir kali meninggalkan jejak kaki di atasnya adalah hadiah yang tak terperi pagi ini. Apalagi kali ini kawan-kawan Anak Alam tampil hampir komplit. Maka lupakan sejenak kulit gosong karena matahari, pagi ini terlalu indah untuk tak dijamah.

Mengenang kembali kala itu - selesai kulaih - memilih untuk bercengkerama bersama alam sejenak daripada memilih langsung mencari kerja (bayangin puluhan tahun bersekolah pakai seragam, masa langsung kerja dan pakai seragam lagi...), membantu teman-teman di pantai menyewakan kano, menyewakan kursi buat berjemur, membantu mengangkat kano-kano itu kemudian ketika sore menjelang, menunggu pedagang lumpia lewat, atau jagung bakar, mengisi senang, mengisi rindu yang lama tertahan.. Sungguh terbalaskan.

Kini, dalam rutinitas sehari-hari yang cukup melelahkan, akhir pekan adalah saat-saat yang tentu kami juga tunggu, sepeti juga kalian. Keluar dari rutinitas pekerjaan, keluar dari kemacetan, keluar rumah, keluar dari ruangan kantor yang dikelilingi 4 tembok dan satu pintu. Kami telah mendaki bukit kemarin lalu. Kami telah melintas danau sebelumnya. Kami telah bermain di parit sawah minggu lalu. Tentu, pantai adalah pilihan yang logis hari ini.

Tema akhir pekan kami minggu ini "Wariskan Pantai Yang Bersih untuk Anak-Anak Kita." Sebuah pesan sederhana saja, sebuah pesan yang tulus dari hati, dan juga sebuah pesan yang 'mungkin' saja sangat susah untuk kita wujudkan. Sebuah tanda cinta dan kenangan kami akan keindahan masa lalu yang tak terukur itu.

Pantai semawang, dulu, sangat sederhana sekali. Mungkin kau masih ingat, di trotoar pinggir pantai, kala itu banyak kafe-kafe lokal, toko souvenir kecil, warung nasi bu Putu, Warung rujak Bu Made, banyak dagang lumpia wara - wiri, sate penyu (maaf dilarang), jagung bakar, bakso... Sembari menunggui kano teman-teman, tentu bermain volly di siang terik, dengan kacamata hitam, telanjang dada, serasa tak bakalan ada beban saja hidup ini hehe... Dan hiburan temen-temen cewek yang kemudian ikut bermain volly bersama-sama kami. wah,.. what a life? kami punya banyak teman dan bahkan keluarga baru di tempat ini.

Kini, hari ini, pantai bukan lagi tempat yang layak buat kita dan anak-anak kami bermain. Pantai bukan lagi tempat yang nyaman lagi untuk kami lintasi. Semua areal pantai telah dibeli investor, maaf lagi semua kenangan itu kini rata dengan tanah, menyisakan puing-puing dan tembok seng mengitari area pesisir pantai.

Walau tentu, sebagian dari kalian yang lain:
1. Terus tak peduli.
2. Menjadi penonton.
3. sebagian lagi tertawa.
4. yang lain balik merusak. (fiuuh....)

Sejatinya kita semua sudah bebal. manusia telah menasbihkan dirinya sebagai 'binatang' paling buas di bumi. (karena memiliki akal). Tak lagi ada 'cinta' tulus akan alam, kehidupan yang indah ini, dan juga anak-anak kami yang baru saja tumbuh dan melihat dunia.

Kelak ketika semua tanah ini telah dibeli, dan dibangun resort mewah di atasnya, tak ada lagi pantai untuk kami jejaki, tak ada lagi jalan bebas untuk kami lintasi dan tempat untuk memarkir kendaraan, maka aku menjadi orang asing, 'alien' di tanah ini.

Kalian lihatlah laut yang indah biru bening ini?
Kalian rasakanlah empuk pasir putih pantai ini?
Kalian rasakanlah hangat mentari pagi?
Kalian nikmatilah hembusan angin laut!
Keluarlah sejenak, lihat alam yang indah ini.
Apa kamu ingin memilikinya sendiri?

Dengan akal seharusnya kita lebih beradab, tapi kita malah semakin buas!

Sepantasnya, pantai menjadi tempat yang nyaman buat anak-anak kita bermain pasir. Sepantasnya pantai menjadi tempat yang nyaman buat burung tekukur mencari makan dan binatang lain sekedar meregangkan badan.

Semawang, telah membesarkan saya dengan caranya sendiri. Mungkin juga kalian. Ia telah mewariskan dalam benak saya 'cinta' alam bersahaja yang begitu indah. Kalau kalian pahami, kesederhanaan adalah puncak keindahan duniawi, maka ada baiknya biarkanlah ia seperti itu.

Biarkanlah ia indah. Akankah kita mewariskan keindahan yang sama untuk anak-anak kita???
Pantai ini telah menjadi pertanda.

(Waktu akan memberi jawab!)


Selamat Berkarya!


Pantai Semawang, 7 Sept 2009.

Salam Anak Alam,

Pande Putu Setiawan
Ketua
Komunitas Anak Alam
p: 0817265028
e: samsarik@yahoo.com
w: www.anakalam.org

terimakasih: Dika,Charnie, Gde, Ochan, Ria, Winda, Ayu, Dewi, Echa, Gus, Heri, Ngurah, Dadap yang telah ikut berbagi pagi. Tx buat kawan anak alam yang lain yang tak bisa datang minggu ini. Masih banyak kegiatan buat kalian tentu juga anak-anak.




"Kehidupan membutuhkan tempat dimana alam tak di atur oleh tangan-tangan manusia. Biarkan ia seperti idu adanya: sederhana - indah! Tangan kita terlalu kasar untuk wajah lembutnya."
~Author Unknown
7:11 AM

Konser Tribute to Kawan Anak Alam


ini adalah cerita hidup
ini adalah cerita kemanusiaan
ini adalah dedikasi
ini adalah persembahan (tribute)
: untuk kawan-kawan
ia yang menabur cinta untuk anak-anak alam
ini CINTA kami punya, milik kalian.

-konser tribute to kawan anak alam


dari Warung Be Pasih renon malam ini aku harus menulis dengan cepat. sementara segera ada urusan lain menunggu. Ini adalah pilihan. Untuk memberikan yang terbaik buat kalian akhirnya kami memilih menggelar helatan konser TRIBUTE TO KAWAN ANAK ALAM kita di Warung Be Pasih, Jl. Pemuda III/24 renon, persis di ujung jalan. memindahkannya dari toga mas. Secara tak sengaja kebetulan beberapa waktu lalu makan malam di sana bersama kawan anak alam dari jakarta yang kebetulan ada di bali. (ia memberiku banyak.. tx ranma.)

Sebuah tempat yang rindang, lapang, lega, bersih, dan tentu ada tempat luas buat kita manggung. Yang biasa diisi tempat lesehan, dan beberapa hari ini digunakan manggung oleh MUSIKALITAS. Disinilah aku bertemu dengan teman-teman MUSIKALITAS malam itu, mereka yang telah menyanyikan lagu 'taksu'-nya ocha dengan suara hati, mereka yang 'maaf' buta mata, namun sepertinya tak buta hati.

malam ini aku makan sup kepala ikan ala warung Be Pasih. mmmmm.... enak, dan lumayan menghangatkan badan. dan tentu malam ini aku ingin sekali lagi memastikan bahwa kawan-kawan MUSIKALITAS siap menampilkan semua kemampuannya SABTU nanti bersama Kawan Kawan Anak Alam. Aku bertanya-tanya dalam hati, bagaimana bobby pemain keyboardnya memencet tuts hingga jatuh di tempat yang tepat. hah,.. lupakan aja. susah dicerna oleh akalku. Nah, jika sering kita lihat kehidupan dengan mata kita yang melek, sesekali kini ada baiknya kita melihat hal berbeda, mendengarkan gending ia yang matanya buta tapi HATI-nya melek. ada nuansa beda, saya merasakan. Semoga juga kalian nanti rasakan. Sabtu.

Maka segera, tadi pagi aku mulai siapkan spanduk, dan tak selang 1/2 jam aku tinggal spanduk itu telah terpasang. Mereka memang cekatan. aku jauh ketinggalan masalah beginian dari mereka.

Ini malam spesial. Sementara saban hari kita melewati keseharian, ini adalah malam spesial. Menonton MUSIKALITAS, tentu SAMSARIK band akan manggung lagi. Band yang digawangi oleh seorang Awan saja. haha... Awan sang leader yang notabene masih kuliah di singaraja, bela-belain datang buat kalian. begitu juga Hanne. ia akan bernyanyi lagi. dan saya berharap sekali Kawan Tetater Angin akan ikut tampil.

sstttt..... ini bonus SPESIAL buat kalian. aku akan tampil LIVE membawakan puisi-puisi di depan kalian, dan ada juga performing art 'pohon bi(k)su' yang baru pertama kali ini dipertunjukkan. Barangkali kamu sering baca sajak-sajak / essay, dan cerpen 'wayan dan bu putu'. Kali ini ia tampil live untukmu. (Jarang-jarang, hanya acara amal ia akan turun gunung) hehe... Ada pak wayan sanglah yang mengiringi rebab dan seruling.

oops... dan jangan lupa bawa tiket ya. Pakaian bekas, pensil, pena, buku, buku bekas, majalah bekas, atau apa saja yang kailan telah tak lagi butuhkan dan gunakan, yang barangkali masih bisa berguna buat yang lain.

dari Warung Be Pasih, bersama kerlip lampu kecil bertaut yang menggantung bak kekunang, dengan sayup-sayup suara MUSIKALITAS melantun, malam ini aku mengabarkan kepada kalian. jadi, SABTU depan jangan lupa datang. bawa pasangan anda. bawa keluarga anda. atau temukan pasangan anda disini? take it easy bro.... :)

komunitas anak alam present:

KONSER TRIBUTE TO KAWAN ANAK ALAM
Hari/Tanggal: Sabtu, APRIL 10, 2010
Tempat: Warung Be Pasih, Jl. Pemuda III no. 24 (paling ujung), Renon - Denpasar
(Jl. Pemuda itu dekat di timur lapangan renon)
Waktu: 18:00 - 22:00 (mulai jam 6 malam hingga kelar)
Menampilkan:
KAWAN ANAK ALAM PERFORMANCE
SAMSARIK BAND
SAMSARA 'LIVE' FEAT WAYAN SANGLAH
MUSIKALITAS
DLL.

Info: pande, 0817 265028


Sampai bertemu SABTU dalam SENYUM!

cinta,
pande
warung be pasih
malam ini

Warung Be Pasih. Jl. Pemuda III/24 Renon.
Warung Be Pasih. Jl. Pemuda III/24 Renon.
sup kepala ikan,-ku malam ini.
MUSIKALITAS performance malam ini
suasana malam warung be pasih.
6:35 AM

Guideline Anak Alam 2010 - 2011

menjadilah bagian. menjadilah perubahan.

dear KAWAN ANAK ALAM,


Ini adalah tahun kedua kita, seperti yang kemarin lalu telah saya katakan bahwa ini adalah tahunnya kalian, kawan-kawan anak alam. Ibarat sebuah bangunan yang fondasinya telah cukup kokoh untuk kalian dirikan tiang-tiang diatasnya, inilah waktunya kalian mendirikan tiang-tiang itu, meninggalkan jejak tangan dan kaki, mencetak sejarah setidaknya untuk hidup kalian sendiri, tentunya untuk anak-anak alam.

Tahun ini tema yang kita usung adalah "EDUCATION FOR ALL!", bahwasanya kegiatan kita tahun ini lebih banyak difokuskan pada kegiatan-kegiatan pendidikan dan beberapa kegiatan lain adalah kegiatan lingkungan. Target tahun pertama kita sepertinya telah mencapai harapan, dimana anak-anak kini telah memiliki kepercayaan diri tinggi dan memiliki keberanian untuk bermimpi. Setidaknya itu adalah hasil yang cukup besar bagiku. Tentu ditambah dengan bonus pada akhirnya anak-anak alam bisa masuk TV lewat tayangan program Homestay Trans 7, itu adalah bonus yang tak terperi, tak dinyana.

Untuk tahun ini, berikut adalah beberapa kegiatan yang telah kita rencanakan. Tahun ini beberapa sponsor corporate telah mulai melirik dan membantu kita, yang sangat pantas kita harus syukuri. Tabungan dari kantong kami tentu hanya berjumlah secukupnya.

Kami memberi kreatifitas seluas-luasnya untuk kawan-kawan anak alam dimanapun berada: surabaya, bandung, jakarta, jogjakarta, semarang, sumba, sumatera dan nusra hingga kalimantan dan papua, bahkan beberapa kawan saat ini sedang studi atau menetap di luar negeri untuk menjadi bagian, memberi sumbangsih kecil untuk negri. jadilah KAWAN-KAWAN ANAK ALAM yang aktif dan kreatif, jadilah anak-anak muda indonesia yang produktif, tentu seperti biasa dengan cara-cara kecil dan sederhana saja.

Maka dari itu kami mengundang seluruh kawan-kawan anak alam untuk menjadi bagian, dan menjadi perubahan.

GUIDELINE
KOMUNITAS ANAK ALAM
2010 – 2011


  1. Konser Tribute To Kawan Anak Alam (maret / april 2010)
    Sebuah helatan khusus untuk didedikasikan kepada kawan anak alam.

  2. Cerita Surat untuk Indonesia rekor MURI (april / mei 2010)
    Pengiriman puluhan ribu surat cerita ke sekolah-sekolah: SD, SMP, SMA dan kampus-kampus di Bali.

  3. Pameran fotografi anak alam (t.b.c)
    Sebuah pameran fotografi tentang anak-anak alam dan kehidupan sehari-harinya.

  4. Pembukaan Sekolah Komputer & Rumah Baca Anak Alam (t.b.c)
    Soft opening Rumah Baca Anak Alam dan Sekolah Komputer Gratis Anak Alam yang hingga kini masih kita persiapkan.

  5. Cinta alam anak alam (t.b.c)
    Kegiatan lingkungan komunitas anak alam.

  6. Ekspedisi para kalam: negeri di atas awan (t.b.c)
    Sebuah kemah sosial mengunjungi alengkong 'negri di atas awan'

  7. Berbagi dan Menginspirasi anak alam(t.b.c)
    Sebuah kegiatan kunjungan ke kampung anak alam sembari berbagi pengetahuan yang akan menjadi inspirasi bagi anak-anak alam

  8. 1 buku untuk 1000 mimpi (t.b.c)
    Sebuah kegiatan pengumpulan buku untuk dibagikan kepada anak-anak alam di pelosok negri

  9. Sepatu untuk adikku (t.b.c)
    Sebuah program pengumpulan sepatu bekas / baru yang akan disumbangkan kepada anak-anak alam

  10. Tas untuk adikku (t.b.c)
    Sebuah program pembuatan tas baru yang didukung oleh sponsor dan pengumpulan tas bekas yang akan disumbangkan kepada anak-anak alam

  11. Youth Leadership Training (t.b.c)
    Sebuah pelatihan kepemimpinan anak muda ala anak alam

  12. Young Entrepreneur Workshop (t.b.c)
    Sebuah workshop kewirausahaan untuk anak muda yang akan bekerjasama dengan instritusi lain.

  13. Green Camp & Youth Leadership Camp anak alam (t.b.c.)
    Sebuah kemah sosial dengan melibatkan anak-anak muda untuk anak-anak alam.

  14. Buku Mimpi Dari Balik Bukit 'Risalah Anak - Anak Alam' (t.b.c)
    Penerbitan buku anak alam dengan dukungan sponsor dan donatur yang berbaik hati, sehingga lebih banyak orang yang bisa membaca risalah anak-anak alam.

  15. Kembang Api di Atas Kampung Suci (31 desember 2010)
    Perayaan tahun baru ala anak alam di bebukitan.

  16. dll.

Bagi perusahaan atau organisasi lain yang ingin menjadi bagian dan bekerjasama dengan Komunitas Anak Alam dalam kegiatan-kegiatan kami ataupun sebaliknya, kami akan sangat bersenang hati dan membuka tangan lebar-lebar untuk bersama-sama berbagi SENYUM untuk anak-anak negri. Untuk informasi selengkapnya tentang kegiatan-kegiatan kami, mendapatkan proposal, dan laporan aktivitas tahunan anak alam 2009-2010, silahkan menghubungi kami di nomer telepon dibawah.

Kami juga membutuhkan anak-anak muda terbaik dan berdedikasi indonesia untuk menjadi project leader kegiatan-kegiatan komunitas anak alam. Silahkan menyumbangkan tenaga, pikiran dan pengetahuanmu. Pemimpin yang baik adalah yang mencetak pemimpin-pemimpin yang jauh lebih hebat dari dirinya.


menjadilah PERUBAHAN yang ingin kamu lihat di dunia ini.
-mahatma gandhi


Terimakasih tak terperi kawan anak alam.

Salam anak indonesia,
Salam anak alam


Pande Putu Setiawan
KOMUNITAS ANAK ALAM
bali, 9 maret 2010
p: 0817265028
email: komunitasanakalam@yahoo.com
web: www.anakalam.org

6:34 AM

Pameran Fotografi di Komaneka Fine Art Gallery



Sebuah organisasi fotografi internasional, Society of Twentifive, akan melangsungkan pameran fotografi wajah-wajah para pemuka masyarakat Bali. Pembukaan pameran akan diselenggarakan pada:

hari/tgl: selasa, 2 Maret 2010
Waktu: pukul 6:30 pm.
tempat: KOMANEKA gallery Jl. Monkey Forest Ubud



Pameran akan berlangsung hingga 12 maret 2010 dan akan dilanjutkan berkeliling dunia.

Indra Leonardi – seorang anggota the XXV group – dan Koman Wahyu Suteja mengkurasi dan mengkoordinasikan para tokoh/ pemuka-pemuka masyarakat yang telah memberi andil memperkenalkan Bali ke ranah global.

Tokoh-tokoh ikon Bali ini berasal dari berbagai latar belakang profesi, termasuk pendiri-pendiri museum, seniman, fotografer, desainer fashion dan perrhiasan, arsitek dan desainer interior, musisi dan produser musik, pemilik galeri, tokoh kuliner serta ikon sastra dan budaya.

Beberapa foto diambil di museum Puri Lukisan in Ubud, museum seni dan budaya pertama di Bali. Beberapa yang lainnya diambil di Tandjung Sari di Sanur, boutique hotel pertama di Bali, dan Kendra Gallery di Seminyak.

Untuk alasan artistik dan suasana yang alami beberapa foto yang lain diambil di rumah masing-masing tokoh Bali tersebut.

Sesi pemotretan berlangsung lancAr melihat begitu beragam dan kompleksnya logistik dan peralatan para fotografer yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Fotografer dan 'model dadakan'-nya ini begitu antusias dalam eksplorasi berbagai pose dari masing-masing gambar. Ratusan gambar diambil dari tiga sesi bersamaan yang diambil di beberapa lokasi tersebut dengan cahaya mentari yang bersahabat dan terkadang cuaca yang menantang.

Para ikon-ikon Bali tersebut akan hadir dalam pembukaan pameran.

Keuntungan dari penjualan foto ini akan disumbangkan ke Komunitas Anak Alam, sebuah organisasi nirlaba anak-anak muda Indonesia dengan berpuluh macam kegiatan anak-anak dan kepemudaan yang didedikasikan untuk anak-anak di desa Belandingan dan Songan sebuah tempat terpencil di kaldera danau Batur, Kintamani, Bali dan juga anak-anak tak mampu di pelosok-pelosok negri secantik Indonesia ini.

Peserta pameran diantaranya:

Marcus Bell (Australia)
Peter Dyer (England)
Hanson Fong (USA)
Indra Leonardi (Indonesia)
Curt Littlecott (USA)
Susan Michal (USA)
Ralph Romaguera (USA)
Paul Skipworth (USA)
Vicki Taufer (USA)


info: pande / 0817 265028

beberapa anak-anak alam akan turun gunung lagi bersamaku.
hingga ketemu esok.