6:22 AM

GREEN CAMP III day 2. ‘it’s all about love. It’s all about GIVING!’

note ke-4 dari 4 note greencamp



pulanglah dengan kesenangan, dan kenangan.
tinggalkan hanya jejak kakimu.

GREEN CAMP ANAK ALAM

day 2


Seperti yang telah ditulis dalam jadwal camp, hari ini jam 6 pagi semua dari kita harus sudah bangun tak terkecuali aku. Aku setel alarm di HP jam 5:45 am. Dan seperti biasa itu artinya aku akan bangun 1 jam setelahnya. Jam 7 kawan-kawan sudah pada sarapan roti dan aku baru bangun. Sementara anak-anak alam sudah tak terlihat entah kemana, ternyata mereka ada bermain di halaman belakang.

Kami segera memulai petualangan kami pagi ini. Tak ada Green Camp tanpa trekking. Jadi ini wajib. Maka kita tinggalkan basecamp damai seperti semula lagi, dan kita berjalan kaki melintas di jalan menuju ujung banjar ulun danu yang kemudian disusul oleh jalanan menanjak manaiki bukit yang merupakan jalan umum bagi warga yang tinggal di balik bukit untuk turun ke songan.

Walau kini di ruas yang lain telah dibangun jalan mobil, namun setapak ini masih merupakan jalan utama. Ini adalah ujian pertama, akan segera terlihat siapa yang kelebihan bobot dan siapa yang kekurangan bobot. Namun aku salut satupun tak ada yang mabok, muntah, menyerah, semua dari mereka sampai di pucak bukit lengkap tak kurang sesuatu apapun.

Dan usaha mereka tersebut terbayarkan. Bagi yang haus, di atas bukit itu mereka bisa beli air minum dalam kemasan. Tentu ini adalah grand prize-nya sebuah pemandangan yang tak ada duanya, ’unparalelled beauty’ dari alam. Tuh kan kini kalian percaya apa yang aku bilang, kecantikan alam tak bisa ditandingi oleh kecantikan bangunan beton buatan manusia.


Kita beranjak bersama-sama dari warung dan mengakhiri trekking tersebut di salah satu spot biasa kami istirahat. Namun ada catatan penting yang harus aku tulis: Tempat ini dilarang digunakan untuk Pre Wedding. Biar ia damai seperti ini. Keindahan ini biar sahaja saja seperti ini. Segala sesuatu komersil amat sih!? Kita datang ke sini bukan sebagai turis, pemotretan, apalagi untuk pre weddding. Kita pekerja sosial. Pekerja kemanusiaan. CATAT! Kalau mau berwisata masih banyak tempat lain di bali yang kalian bisa pilih. ugh...

Tak cukup lama kita di sini karena mbak Yuli dan kawan-kawan dari Kaskus reg. Bali karena harus kembali bekerja pagi ini. Kita harus kembali sekarang. Melihat ada mobil pickup parkir, mbak yuli berubah pikiran. Ia memilih untuk mencoba mencari sopir pickup itu untuk mengantar mereka turun daripada jalan kaki. Maklum, perjalanan mereka masih jauh ke denpasar mereka harus hemat tenaga.

“Bli, bang sopir saya harus nyetir lagi setelah ini, jadi kasihan dia kalau harus turun bukit dengan berjalan kaki lagi. Boleh tolong cariin pemilik picup ini nggak!” mbak yuli meminta bantuan aku untuk mencarikan pemilik pickup itu.

Kebetulan keberuntungan masih berpihak kepada kita, pemiliknya yang juga pemilik warung beratap bluu di atas bubung pegat itu sedang berada tak jauh, di ladangnya sedang menancapkan potongan-potongan bambu untuk tananaman tomatnya.

Dengan modal selembar 50 ribuan, sudah cukup untuk mebawa 6 orang kawan-kawan Kaskus untuk sampai di basecamp anak alam di songan. Sementara aku berlalri menuruni bukit, menyusul kawan-kawan anak alam yang lain yang telah terlebih dahulu aku suruh untuk berjalan menuruni bukit bersama dengan Keliwon, Puspasena, Kerani, dan seorang anak alam yang lain.

Setelah pickup beranjak dari puncak bbung, aku berlari menuruni bukit mengejar kawan-kawan yang lain yang tadi telah terlebih dahulu turun bukit dan aku bertemu kembali dengan mereka persis di turunan terkahir di timur ulun danu. Dan akhirnya kita tiba di basecamp barengan.

Sementara mbak yuli langsung bergegas untuk kembali ke denpasar dan kami memilih untuk mandi ke pemandian air hangat Toya Bungkah saja pagi ini. karena kalau siang begini tentulah pemandian sepi, sehingga kami bisa lebih leluasa dan tak rikuh.

Namun apa boleh dikata, bahkan untuk seorang pekerja sosialpun kami dianggap TURIS oleh penjaga pemandian, kita semua harus bayar tiket termasuk anak-anak belandingan ini. SIGH! Aku nggak mau menuliskannya lebih panjang. Perutku mules.. hehe…

Oke kita memilih untuk kembali ke songan dan kita menemukan pemandian lain, yang ternyata milik keluargaku juga. Dan kali ini, kita meresmikan pemandian ini menjadi pemandian Anak Alam untuk camp-camp kita berikutnya. Sebuah pancuran yang dibagi antara tempat mandi cowok dan cewek, kami memuaskan hasrat mandi kami sambil berteriak, bernyanyi, melupakan tiket di pemandian Toya Bungkah.



(Seger! Terimakasih pekak konol yang telah memberi kami mandi gratis.)

Ini adalah sejarah tersendiri buat GREEN CAMP. ini adalah untuk pertama kalinya dalam green camp kita kedatangan lengkap team leader kita, tentu kita akan memberikan mereka beasiswa untuk 11 orang. (sementara) ini adalah rekor kita. mudah-mudahan ia segera akan terpecahkan.

Ketika tadi kami sedang bermain air di pinggir danau di atas perahu, mbak dewi memberitahu bahwa rombongan mereka baru sampai di tampaksiring. dan saat ini, ketika kita lagi asik mandi di kolam Kak Konol, ternyata mereka bilang sudah tiba di songan. terpaksa kita mempercepat acara mandi kita pagi itu.

dan betul, pas aku keluar dari gang yang menuju ke pemandian itu, kebetulan anggara yang juga ikut di rombongan mbak dewi melihatku dan melambai tangan. seperti film bolywood rasanya pertemuan itu. seperti sepasang sahabat yang memendam rindu. hehe...

semua pada senang apalagi pak erwin yang malu juga jika tersesat lebih jauh. akhirnya kita berangkat bersama-sama ke basecamp.

karena ini sudah siang, kita bergegas pergi ke belandingan. Grand Max ini lumayan juga dengan cc. 1500 pastinya ia bisa naik ke tanjakan menuju belandingan tanpa halangan, dan perkiraanku tak meleset.

jiaaaaaaaaaaghhhhhhhhhhhh....... anak-anak teriak! ketika terdengar suara mobil mendekat ke wantilan dari balik semak bambu. kami juga berteriak. tentu ini adalah pengalaman baru buat anggara dan pak erwin yang baru kali ini datang ke belandingan. karena mbak dewi sendiri sebelumnya sudah datang ketika tanggal 21 april lalu bersama 'kartini-kartini' tangguh masa kini.

Kami semua senang, apalagi aku, hari ini kami betul-betul membawa kabar gembira. bahkan bukan hanya kabar tapi benar-benar kegembiraan khususnya bagi anak-anak yang namanya kami sebut dalam daftar beasiswa.



satu per satu aku panggil dan mbak dewi beserta kawan-kawan lain memberikan amplop beasiswa kepada anak-anak yang dipanggil. dan aku memberi mereka pesan tambahan.
"Nak, cari uang ini susah."
"gunakan dengan baik."
"jangan disia-siakan."
"kalau masih bisa ditabung."
"kalau masih mau dibagi dengan teman-temannya yang lain yang nggak dapat beasiswa, boleh, tapi jika itu sisa."
semua mendengar pesanku seksama.

kebetulan juga sore ini ada Oka dan Sudiani yang akan mempersiapkan proposal Eagle award Metro TV-nya dan ingin membuat film dokumenter tentang kami, lengkaplah green camp ini mencetak sejarahnya sendiri.

ini benar-benar buah dari kerja keras yang kami tanam. hari ini kita percaya bahwa karya kita berbuah, walau masih berupa tunas muda. kami semua menyeka keringat ketika kita harus segera menyelesaikan kegiatan ini, dan bersiap untuk pulang ke basecamp.



Dan Green Camp III kali ini ditutup dengan pelepasan burung tekukur di pinggir danau Batur. Bagi kami ini hanyalah sebuah pesan kecil bahwa keindahan alam, kedamaian alam dengan burung yang bebas mencari makan dan bernyanyi jauh lebih indah daripada kebun binatang, pengrusakan alam, pengurukan danau, penggalian batu lahar gunung dan resort mewah yang mencaplok bibir danau. Namun bagi burung-burung tekukur ini adalah kebebasan, impian, hadiah.
Sekali lagi 5 ekor burung yang terbang bebas sore ini telah memberi kita pesan. Apakah kemudian masing-masing dari kita mendengar atau tidak pesan itu, kami kembalikan kepada hati kalian masing-masing yang juga memiliki mata dan telinga. Dengarkan kata hati. Lihat dengan mata hati.



Green Camp III ingin memberikan ucapan terimakasih tak terperi untuk: Mbak Dewi Utari Beasiswa Anak Alam & Karusel, Pak Gde Erwin Warung Be Pasih, Anggara, Mbak ayua, Mbak Sita, Dewi Pande, Bli Kodrat Bunute Restaurat & Bar Ubud dan Kawan-kawan VW Jakarta, Rani PT. Energy Consulting Indonesia Jakarta, Bli Gus, Gustu, Bli kadek, dan sepupu Rani, project leader anak alam: Nia, Febri, Radha Rani & Tom, Widhi, Eka Dewi, Mbak Yuli dan kawan-kawan Kaskus reg Bali, Sudiani & Oka, kawan-kawan jurusan Kesmas Unud, dan kawan-kawan anak alam yang tak bisa ikut camp kali ini yang telah memberikan sumbangan dan memberikan dukungan selama ini. Tanpa kalian karya kami tak kan pernah ada.

May peace prevail on earth.
Semoga damai di bumi.


Cinta,
Pande
11 Mei 2010

…dan jika kini kalian merindu wajah anak-anak manis itu, percayalah bahwa kalian sedang mendapatkan pencerahan paling berharga dalam hidup kalian!

1 comments:

anggaramahendra said...

Waiting for Green Camp IV... i'll be there and work for anak alam... :)

http://anggaramahendra.blogspot.com

Post a Comment